Super Filter itu Ada Dalam Diri …..
Ditulis ….dalam rangka mengikuti Internet Sehat Writing Competition dan Festival Blog 2010 yang diselenggarakan oleh PT.Telkom Indonesia
Perkembangan yang luar biasa teknologi Internet dalam 1 dekade ini, membawa dampak perubahan perkembangan pada masyarakat yang luar biasa, baik dilihat dari sudut pandang positif atau negatifnya, Sudah menjadi hal yang jamak, saat ini berbagai kemudahan dalam proses interaksi sosial sudah sangat didukung oleh berbagai aplikasi sistem informasi berbasis teknologi Internet.
Dari segenap lapisan masyarakat khususnya untuk segmen masyarakat menengah ke bawah seakan tidak mau kalah dengan determinasi segmen masyarakat menengah ke atas yang lebih dahulu “mencicipi” manis pahitnya sebuah aplikasi teknologi Internet. Mengutip dari materi Seminar Nasional Internet Sehat untuk Anak yang diselenggarakan oleh DIVRE IV Telkom Indonesia Jateng-DIY pada 9 Oktober 2010, VP Telkom Indonesia bidang Promosi dan Produk mengatakan bahwa : Salah satu indikator kemajuan sebuah bangsa atau negara pada dekade ini adalah adanya parameter: Jumlah efektif pengguna / pengakses Internet dari Prosentase Jumlah Penduduk Negara atau Bangsa tersebut.
Negara Indonesia yang menduduki peringkat 5 besar Asia Pasifik dalam jumlah populasi pengguna Internet dan peringkat ke-3 terbesar pengguna Facebook di dunia dan ke-1 di Asia Pasifik. Perkembangan menarik ini tentu saja dari sisi kuantitas lumayan menggembirakan kita sebagai bangsa yang memang masih ketinggalan dari bangsa-bangsa lain baik serumpun maupun sesama bangsa dunia ketiga (negara berkembang, dihitung salah satunya dari GNP: Gross National Product).
Penyalahgunaan InternetNamun dari sisi Etika dan Budaya Internet yang masih memegang tata budaya dan adat istiadat ketimuran walaupun kini sudah kebarat-baratan, dampak dari perkembangan teknologi khususnya Teknologi Internet, lebih spesifik lagi aplikasi yang sedang digemari yaitu FACEBOOK, membuat ciut dan penuh keprihatinan bagi kita semua, khususnya di sini para orang tua dan pendidik seperti halnya penulis. Kita masih terperanjat jikalau kita ingat sebuah kejadian yang belum lama ini terjadi, seorang anak usia sekolah berhasil “dikibuli” oleh seorang yang mestinya layak sebagai ayahnya, sampai akhirnya anak tersebut rela pergi bersama orang itu meninggalkan keluarganya untuk beberapa saat, sebelum akhirnya bisa terkejar. Kisah pelecehan oleh sebuah kelompok agama tertentu kepada agama lain, dengan tanpa sungkan menghujat, mencerca dan lain-lain terhadap penganut agama lain. 2 contoh dari dampak negatif penyalahgunaan Facebook itu seakan mewakili dari sekian banyak rentetan kasus yang terjadi di masyarakat, baik sengaja atau tidak sengaja telah berkontribusi memporak-porandakan tatanan budaya dan adat istiadat masyarakat Indonesia yang sudah tertata dengan baik sebelumnya. Silakan baca release penyalahgunaan facebook di : http://www.facebook.com/topic.php?uid=107540881125&topic=9286 dan di: http://ictwatch.com/internetsehat/2010/09/29/mayoritas-muda-mudi-rentan-terkena-statusjacking/ serta di: http://blogridwan.sanjaya.org/2010/07/hati-hati-celah-keamanan-di-facebook.html
Belum lagi tentang maraknya pornografi di Internet yang sampai perkembangan terakhir ini semakin membuat kita mengelus dada, kenapa? karena bukan hanya para orang dewasa saja yang mengkonsumsi materi pornografi di Internet itu, tetapi sekarang seiring perkembangan teknologi yang lain seperti Celullar, dibarengi semakin murahnya layanan koneksi internet, anak-anak yang masih “belum saatnya” melihat hal-hal demikian dengan serta merta mereka mengkonsumsi materi pornografi itu dengan keluguan dan batasan logika mereka. Akhirnya kecenderungan anak-anak yang masih di bawah umur (belum dewasa) itu untuk meniru apa yang mereka lihat dan rasakan,
di-implementasikan dalam aksi, atau melakukan COPY-PASTE atas apa yang telah mereka konsumsi itu (pornografi). Silakan baca temuan Kaspersky yang dirilis oleh detik.com ini : http://yunianto.com/education/2010/10/12/anak-anak-coba-akses-situs-porno-setiap-jam/.
Dengan melihat berbagai contoh dan kejadian nyata yang terjadi di masyarakat luas, maka kita patut memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada PT.Telkom Indonesia melalu Telkom Speedy nya yang terus berupaya memberikan kontribusi yang baik dan berkelanjutan terhadap upaya-upaya membantu masyarakat dan pemerintah dalam “pembiasaan” penggunaan sarana komunikasi data dan informasi melalui Internet secara Sehat kepada masyarakat pengguna jasa Telkom Speedy pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Salah satu produk yang diluncurkan gratis oleh Telkom Speedy adalah DNS Nawala atas saran dan masukan dari AWARI (Asosiasi Warnet Indonesia)
Sesaat sebelumnya berbagai upaya teknis kita terus berupaya lakukan dalam rangka meng-eliminir dan meng-antisipasi akan dampak negatif dari penggunaan internet yang disalahgunakan oleh segelintir atau beberapa orang yang tidak bertanggung jawab. Beberapa hal yang sudah dilakukan antara lain yaitu :
- Microsoft Parental Control, Online Tips , to protect Kids Online
- OpenDNS, Internet Navigation and Security
- K9 Web Protection, Free Internal Filter and Parental Control Software
- Squid Proxy Server on Linux, menggunakan Access Control List untuk memproteksi Situs-Situs Yang ingin kita blokir
- DNS (Domain Name System) NAWALA Telkom, Sebuah sistem DNS untuk memblokir situs-situs pornografi di Internet
Syahdan, beberapa contoh upaya-upaya tersebut untuk melakukan proteksi pornografi yang coba kita lakukan, namun seiring gelombang perkembangan alamat-alamat situs pornografi yang luar biasa cepat (baca:pornografi top rank di Internet), ibarat percepatan penyakit yang berkembang biak tidak seimbang atau tidak diimbangi dengan kemampuan sistem imun yang (obat) yang ada, sehingga kadang upaya itu tidak maksimal walaupun tentunya menguranginya dengan signifikan. Sehingga pada kesimpulan akhir : ada sebuah SISTEM FILTER PROTECTIONS yang SANGAT AMPUH yang AKAN MAMPU MELAKUKAN 100 % FUNGSI FILTERISASI adalah ……….. ya SUPER FILTER ITU ADA DALAM DIRI ………. diri siapa? diri kita sebagai Orang Tua, diri kita sebagai Guru / Pendidik (dengan menjadi teladan tidak hanya menunjukkan contoh tapi menjadi contoh), dan diri kita sebagai anak / siswa.
KUNCI SUKSESBeberapa kunci sukses dari SISTEM FILTER yang AMPUH itu adalah :
- Pendekatan diri kita kepada TUHAN YANG MAHA ESA dengan sebenar-benarnya, dengan cara Selalu MEMATUHI SEMUA PERINTAH TUHAN dan MENJAUHI SEGALA LARANGAN-NYA sesuai dengan aturan agama yang kita anut.
- Sebagai orang tua dan pendidik kita harus selalu mengembangkan komunikasi (dialog) yang efektif kepada anak / anak didik kita, sehingga mereka merasa ada tempat untuk “curhat” apabila mereka membutuhkannya kepada kita
- Melakukan pengawasan dengan baik dengan cara yang tidak selalu “ketat” tetapi kadang “diawasi / dikontrol” dari jauh dengan cara memberikan pemahaman akan bahaya penyalahgunaan Internet dan melatih tanggung jawab dan memberikan kepercayaan kepada mereka.
Menurut penulis, 3 hal tersebut adalah SISTEM FILTER YANG PALING AMPUH 100 % yang terus kita lakukan seiring dengan TECHNICAL SYSTEM yang juga kita lakukan. Jadi keduanya harus berjalan seiring, sehingga akan menjadi FORMULA yang LUAR BIASA , saling menguatkan satu sama lain, yaitu Proteksi Non-Teknis (pertama) dan Proteksi Teknis (kedua).
PERNYATAAN PENULIS
Dengan ini penulis menyatakan benar-benar TIDAK melakukan PLAGIASI pada penulisan POSTING ini, dan apabila terbukti melakukan PLAGIASI pada POSTING ini dalam rangka mengikuti LOMBA BLOG WRITING ini maka penulis sanggup diberikan SANKSI sesuai ATURAN yang berlaku. Bahwa pada saat penulis mengikuti lomba ini, posting ini diikutkan pada 2 (dua) Event yang berbeda namun dengan STARTING waktu yang SAMA, sehingga menurut hemat penulis, Blog / Posting ini tidak terikat aturan/hukum bahwa Posting ini pernah dimuat sebelumnya.
Semoga bermanfaat
Penulis M.Yunianto Eko Purnomo,S.Kom Guru dan Praktisi Pendidikan
Studi: eBook Picu Anak Gemar Membaca

Jakarta – Sebuah studi penelitian menemukan dengan adanya perangkat buku digital (eBook) justru dapat memacu anak-anak untuk lebih banyak membaca buku.Penelitian yang dilakukan perusahaan media pendidikan Scholastic dan perusahaan konsultasi Harrison Group ini mengajak 1.000 anak beserta orangtuanya untuk ikut disurvei.Dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (1/10/2010), mereka meneliti perbedaan pandangan antara orangtua dan anak mengenai pemanfaatan teknologi yang berdampak dengan kurangnya waktu membaca.
Sekitar 40% orangtua percaya bahwa waktu yang digunakan untuk online pada perangkat mobile akan mengurangi waktu untuk membaca buku atau kegiatan fisik lainnya. sementara 33% lainnya mengaku waktu bersama keluarga menjadi berkurang ketika mereka sedang terpaku di dunia maya.Kebalikan dari pendapat orangtua tadi, studi tersebut justru menemukan bahwa anak-anak semakin terpacu untuk membaca buku dengan menggunakan perangkat teknologi. Sebanyak 57%, anak-anak mengaku lebih menyenangi membaca buku digital.
“Banyak dari anak-anak yang kita temui berusaha untuk menghabiskan waktu dengan membaca buku yang menyenangkan dengan buku digital,” tutur Francie Alexander selaku kepala akademik Scholastic.”Teknologi dalam buku digital tersebut tidak hanya membantu mereka menjadi lebih pandai membaca namun juga membantu mempersiapkan mereka untuk membaca teks yang lebih sulit lagi di sekolah maupun di perguruan tinggi,” tutupnya.
Sumber: http://www.detikinet.com/read/2010/10/01/083059/1452791/398/studi-ebook-picu-anak-gemar-membaca
Anak Zaman Sekarang Eksis di Internet Sejak Dalam Rahim

Jakarta – Tahukah Anda? Sebelum lahir ke dunia nyata, anak-anak zaman sekarang sudah lebih dulu eksis di dunia maya. Hal ini sudah lumrah terjadi mengingat banyak para orangtua saat ini yang gemar mendokumentasikan kehidupan mereka, termasuk foto bayi dalam rahim di situs jejaring sosial.
AVG menyurvei para ibu di sembilan negara yakni, Amerika Serikat (AS), Kanada, Inggris, Prancis, Italia, Spanyol, Jepang, Australia dan Selandia Baru. Dari survei itu, ditemukan bahwa hampir seperempat anak di negara-negara itu telah memulai kehidupan digital sebelum lahir ke dunia. Ditandai dengan saat dimana orangtua mereka mengunggah scan foto sonogram pra kelahiran di jejaring sosial.
Persentase tertinggi dipegang oleh anak-anak di AS, sebesar 92 persen. “Tentunya ini menarik. Orang-orang berusia 30 tahun memiliki jejak online yang paling banyak dimulai sejak 10 hingga 15 tahun lalu. Sedangkan sebagian besar anak-anak zaman sekarang sudah punya cukup banyak dokumentasi online kehidupan mereka saat menginjak usia dua tahun,” kata CEO AVG CEO JR Smith.
Meski demikian, Smith mengingatkan para orangtua agar mempertimbangkan apa yang akan mereka posting. Menurutnya, ini sama dengan menciptakan sejarah digital seorang manusia yang akan terus mengikuti sepanjang hidup mereka.
“Jejak apa yang ingin Anda mulai dalam kehidupan putra putri Anda? Pikirkan juga apa yang akan anak-anak Anda pikirkan tentang informasi yang diposting saat mereka dewasa nanti,” ujarnya, dikutip detikINET dari PC World, Jumat (08/10/2010).
Tak lupa, Smith juga mengingatkan akan pentingnya pengaturan privasi di jejaring sosial dan profil lainnya. Jika tidak, foto bayi atau informasi spesifik yang dibagi tak hanya bisa diakses oleh keluarga dan kerabat saja, tetapi juga kepada seluruh penghuni dunia online.
( rns / ash )
Sumber:http://www.detikinet.com/read/2010/10/08/132643/1459034/398/anak-zaman-sekarang-eksis-di-internet-sejak-dalam-rahim
NAWALA Smart Porn Protector
Nawala Nusantara adalah sebuah layanan yang bebas digunakan oleh pengguna internet yang membutuhkan saringan situs negatif. Nawala Nusantara akan membantu menapis jenis situs-situs negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, Nawala Nusantara juga akan menapis situs Internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya.
Salah satu unsur yang paling berperan dalam Pengembangan Nawala adalah mereka yang ikut mendukung Nawala. Dukungan kepada Nawala dapat diberikan dalam berbagai bentuk: mulai dari menggunakan DNS Nawala, memberikan masukan situs yang tidak tersaring, ikut serta menyebarluaskan penggunaan DNS Nawala hingga turut memberikan donasi bagi keberlangsungan layanan ini. Dukungan juga bisa dengan menuliskan Artikel, membuat petunjuk penggunaan dan berbagi tips dan trik menggunakan DNS Nawala yang bisa di kirimkan ke kami melalui info@nawala.org tulisan anda akan di edit sebelumnya oleh Tim Nawala agar layak tampil.
Jika anda atau lembaga anda ingin memberikan donasi kepada kami, silahkan menghubungi kami di info@nawala.org
Selamat Menggunakan layanan kami dan jika ada saran, usulan, dan kritikan alamatkan ke info@nawala.org
Salam,
Tim Nawala
http://nawala.org
Kenali Gejala Anak Kecanduan Internet

Jakarta – Dari 1.500 anak yang disurvei perusahaan Assocham India di 10 kota besar India, 52% anak berusia delapan hingga 11 tahun berada dalam kategori penggunaan internet secara berlebihan.
Dari jumlah itu, seperti dikutip detikINET dari Hindustan Times, Senin (27/9/2010), lebih dari separuh responden anak-anak mengaku menghabiskan lebih dari lima jam dalam sehari untuk berselancar di dunia maya.
Umumnya, aktivitas online yang dilakukan anak-anak tersebut masih positif, seperti untuk mengerjakan tugas dari sekolah, email, real-time chatting, serta untuk membuka situs jejaring sosial.
Selain itu ditemukan pula bahwa jumlah anak laki-laki yang kecanduan internet lebih banyak dari jumlah anak perempuan yang suka berinternet.
“Tren ini muncul terutama di kawasan perkotaan di mana biasanya kedua orangtua mereka bekerja,” kata sekretaris Assocham, DS Rawat.
Namun efek samping dari kebiasaan ber-internet berlebihan bagi anak-anak kelompok usia 8-18 tahun, bisa berakibat susah tidur (insomnia), kurang peka terhadap lingkungan, dan bahkan terancam obesitas (kelebihan berat badan). Berdasarkan simpulan dari survei itu juga, kurangnya pengawasan di rumah dan perasaan rendah diri ternyata menjadi salah satu pemicu anak-anak menjadi pecandu internet.
( feb / rou )
Sumber:http://www.detikinet.com/read/2010/09/27/110500/1449221/398/kenali-gejala-anak-kecanduan-internet
Anak-Anak Paling Rentan Diteror Cyber Bullying

Jakarta – Para orangtua diwanti-wanti untuk lebih memperhatikan kebiasaan berinternet buah hati mereka. Pasalnya, anak-anak merupakan kelompok pengguna internet yang paling rentan mengalami tindak kekerasan di dunia maya alias cyber bullying.
Sebuah studi yang dilakukan International Norton Online Living mengungkap, terjadi peningkatan pesat jumlah korban cyber bullying di kalangan usia sekolah.
Dalam riset yang dilansir Sydney Morning Herald dan dikutip detikINET, Senin (04/10/2010), anak-anak banyak yang mendaftar menjadi anggota Facebook tanpa sepengetahuan orangtua. Ahli psikologi anak mengatakan, mereka umumnya berbohong mengenai usia mereka karena Facebook mengharuskan usia penggunanya harus di atas 13 tahun.
Penasihat keamanan internet Robyn Treyvaud berujar, anak-anak sangat naif tentang dampak berbagi informasi pribadi di jejaring sosial dan mereka mudah
terpengaruh oleh anak yang lebih dewasa dari mereka ketika berbicara mengenai Facebook.
“Anak berusia 10 tahun tak ingin berlaku seperti anak-anak seumurnya saat di dunia online. Mereka ingin terlihat keren seperti anak berusia 18 tahun,” kata Treyvaud.
Ditambahkan Treyvaud, bukti-bukti kasus cyber bullying memperlihatkan ancaman terbesar yang bisa menimpa anak-anak justru datang dari kelompok main mereka sendiri, bukan dari orang asing yang baru mereka kenal di online.
International Norton Online Living menemukan sekitar 62 persen anak usia delapan hingga 17 tahun pernah mengalami pengalaman berinternet yang sangat buruk. Di antaranya mengakses konten tak pantas, tindak cyber bullying, memberikan informasi pribadi dan mengirim virus komputer.
( rns / ash )
Anak-Anak Coba Akses Situs Porno Setiap Jam

Jakarta – Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap hal-hal baru. Untuk urusan internet, mereka rupanya kerap penasaran mencoba mengakses situs porno.
Sebuah laporan yang dirilis Kaspersky menyebutkan, kategori pornografi dalam produk sistem Parental Control Kaspersky Lab meningkat lebih dari empat juta kali sehari. Parental Control merupakan salah satu tool dari Kaspersky yang memungkinkan para orangtua membatasi waktu penggunaan internet bagi putra putri mereka.
Dengan kata lain, tercatat ada lebih dari 160.000 kali upaya mengakses situs konten dewasa oleh anak-anak setiap jamnya. Hal ini ditegaskan oleh data yang dikumpulkan dari seluruh dunia menggunakan teknologi Security Network Kaspersky.
Dilansir situs Kaspersky dan dikutip detikINET, Selasa (12/10/2010), dalam laporannya Kaspersky menyertakan grafik yang disusun Web Content Analysis Group di Kaspersky Lab. Dalam grafik, terlihat bahwa sebagian besar upaya mengakses situs porno terjadi saat petang menjelang malam dengan puncak aktivitasnya pada pukul 23.00.
Dengan Parental Control, para orangtua juga bisa memblokir kemampuan unduh file berisi konten tak pantas dari internet, mengatur akses ke program dan situs yang lebih spesifik, termasuk log layanan pesan instan anak-anak mereka, komunikasi jaringan sosial pada MSN serta dan situs serupa lainnya. ( rns / ash )
Sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/10/12/154104/1462556/398/anak-anak-coba-akses-situs-porno-setiap-jam/?i991101105
BSE (Buku Sekolah Elektronik)
http://www.bse.depdiknas.go.id/
LATAR BELAKANG
Buku merupakan salah satu sarana penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu permasalahan perbukuan dalam era otonomi daerah dewasa ini adalah ketersediaan buku yang memenuhi standar nasional pendidikan dengan harga murah yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Untuk mengatasi hal tersebut, Departemen Pendidikan Nasional telah membeli hak cipta buku teks pelajaran dari penulis/penerbit. Selanjutnya buku-buku tersebut disajikan dalam bentuk buku elektronik(e-book) dengan nama Buku Sekolah Elektronik (BSE).
VISI DAN MISI
Menyediakan buku sekolah yang memenuhi standar, bermutu, murah dan mudah diperoleh.
TUJUAN
- Menyediakan sumber belajar alternatif bagi siswa.
- Merangsang siswa untuk berpikir kreatif dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi.
- Memberi peluang kebebasan untuk menggandakan, mencetak, memfotocopy, mengalihmediakan, dan/atau memperdagangkan BSE tanpa prosedur perijinan, dan bebas biaya royalti sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan Menteri.
- Memberi peluang bisnis bagi siapa saja untuk menggandakan dan memperdagangkan dengan proyeksi keuntungan 15% sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan Menteri.
SASARAN
BSE ditujukan untuk siswa, guru, dan seluruh masyarakat Indonesia.
PENGGANDAAN BSE UNTUK DIPERDAGANGKAN.
BSE,baik dalam bentuk buku maupun rekaman cakram (CD/DVD) dapat digandakan dan diperdagangkan dengan ketentuan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional dan memenuhi syarat serta ketentuan yang berlaku.
Temukan Batunya
————————————————-
Judul : Temukan Batunya
Seri : Inspirasi
————————————————-
Pada suatu sore yang tenang. Datanglah
seorang pengusaha kota yang sukses dengan
mengendarai mobil BMW seri 7 menelusuri
Jalan berdebu di sebuah desa.
Lalu berhentilah BWM seri 7 itu di halaman
sebuah gubuk reot sangat sederhana sekali
deh pokoknya lol. lalu sesosok laki-laki
berdasi dengan PDA yang ditenteng di tangan
kirinya keluar dari mobil itu.
Dan, kemudian Sepasang suami istri keluar
dari dalam gubuk itu dan menyambut kehadirannya
dengan penuh keramahan.
Ternyata dua lelaki itu adalah sahabat
karib yang telah lama tidak bertemu.
Besok Sekolah Lagi ….
Setelah libur lebaran Idul Fitri 1431 H yang berlangsung dari tanggal 4 – 17 September 2010 (13 hari), besok
Para Siswa mulai tingkat Pra-Sekolah (PG-TK) – SD – SMP – SMA / SMK akan kembali belajar di sekolah. Satu hal yang menjadi catatan penting bagi saya sebagai seorang guru / pendidik (Red: jangan hanya menjadi “pengajar”), pada liburan lumayan panjang kali ini, saya memberikan tugas khusus kepada para siswa saya (Multimedia kelas XI) untuk mengerjakan Sertifikasi Online secara GRATIS yang diselenggarakan oleh BAMBOOMEDIA,
Sertifikasi gratis ini adalah sebagai pengganti Ulangan Online materi Jarkom yang saya rencanakan sebelumnya, namun karena sesuatu hal, saya ganti













