Archive | Motivasi

Google Alihkan 100 Ribu UKM ke Online

Posted on 31 January 2012 by

Potensi perkembangan internet di Indonesia kian besar. Namun sayangnya, belum banyak kalangan pengusaha yang memaksimalkan fasilitas online. Untuk itu, Google Asia Tenggara meluncurkan program ‘Bisnis Lokal Go Online’, www.bisnisgoonline.co.id.

Tujuan mereka adalah agar usaha kecil menengah (UKM), yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir berjumlah 75 ribu unit, beralih ke bisnis online.

“Saat ini, dari statistik, UKM di Indonesia yang menggunakan Internet sebagai jalur pengembangan bisnis masih kecil,” kata Julian Persaud, Managing Director Google Southeast Asia, di Jakarta, Rabu 11 Januari 2012. “Dari 17 juta UKM di sini, hanya 75 ribu yang memiliki website,” ucapnya.

Salah satu problem yang menghambat bisnis go online, menurut Persaud, adalah anggapan investasi yang masih rumit dan mahal. “Untuk itu, Google memberikan website, domain, dan hosting gratis selama satu tahun kepada 100 ribu UKM yang mendaftar pertama kali,” ucapnya.

Tahun berikutnya, Persaud menambahkan, UKM tersebut akan mendapatkan potongan harga dengan dikenai biaya hanya sebesar US$12 per tahun.

Pada program ini, Google juga memberikan saran dan edukasi gratis yang berkerlanjutan. Pengusaha juga mendapatkan fasilitas gratis iklan online bahkan terdaftar di Google Maps.

“Kami melihat potensi pertumbuhan besar bagi UKM di sini. Untuk itu kami berharap program ini bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Indonesia,” lanjut Persaud.

Saat ini, di Indonesia terdapat setidaknya 40 juta pengguna internet dan 130 juta pelanggan telepon genggam. Sebagian besar dari pelanggan tersebut menggunakan komputer dan ponsel untuk mencari informasi lokal secara online.

Pada program ini, Google menggandeng Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan UKM, PANDI, KADIN, APTIKOM, Melsa, Multiply.com, dan Bakrie Connectivity. (art)

Sumber: VIVAnews

Comments (0)

Belajar Memimpin dari Bread for Friends

Posted on 13 January 2012 by

 

Judul Buku : Bread for Friends; 50 Cerita Inspiratif agar hidup Makin Progresif
Penulis : Lintong Simaremare
Penerbit : Jogja Bangkit Publisher
Terbit : Cetakan I, 2011    Cetakan II, 2011
Halaman : 192 halaman
Kursi kepresidenan periode 2014—2019 mulai diperbincangkan. Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah dua periode menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia mengaku tidak akan mencalonkan keluarganya dalam pemilu nanti. Beberapa saat yang lalu, Taufik Kemas juga melarang Megawati Soekarno Putri mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia. Namun, kedua pernyataan tersebut bisa berbalik 180 derajat pada saat menjelang pemilu nanti.

Seperti dimaklumi, setiap manusia adalah pemimpin; pemimpin untuk diri sendiri, keluarga, maupun pemimpin untuk sebuah bangsa. Jiwa kepemimpinan terpatri pada setiap orang. Hal ini juga sempat dibaca oleh Lintong Simaremare dalam bukunya Bread for Friends; 50 Cerita Inspiratif agar Hidup Makin Progresif.

Sebelum saya membahas kepemimpinan ala Lintong …. Continue Reading

Comments (0)

Jangan Makan Makanan Ini disaat Tahun Baru !! Bahaya !!!

Posted on 31 December 2011 by

blog-apa-aja.blogspot.com

Sebentar lagi kita akan menyambut tahun baru yang diharapkan akan membawa harapan. Perubahan baik dan rejeki berlimpah diharapkan oleh tiap orang. Sebagian orang percaya menghindari beberapa makanan akan menjauhkan dari nasib buruk.

Ada banyak mitos tentang tahun baru, salah satunya adalah makanan yang dianggap membawa sial jika disantap saat pergantian tahun. Karena 1 Januari adalah hari pertama di tahun yang baru, apa yang kita kerjakan di hari itu akan mempengaruhi nasib kita selama 12 bulan ke depan.

Apa saja makanan dan perilaku makan yang perlu dijauhi saat tahun baru?

1. Unggas
Unggas memiliki sayap, jadi jika makan daging unggas seperti ayam dan kalkun di awal tahun, nasib baik bisa terbang jauh. Unggas juga memiliki kebiasaan menggaruk-garuk tanah ke arah belakang. Hal ini dikaitkan dengan penyesalan dan merenungi masa lalu, sehingga kita sulit bergerak maju. Unggas juga sering mengais kotorannya sendiri. Beberapa orang percaya bahwa ini perlambang kemiskinan sepanjang tahun. Continue Reading

Comments (0)

Pebisnis itu Sikap Mental bukan Pekerjaan

Posted on 18 December 2011 by

Hari-hari terakhir, wacana tentang wirausaha, menjadi pebisnis, membuka usaha sendiri mulai sering kita dengar. Seminar-seminar bagaimana menjadi pebisnis profesional dan handal juga dibuka dimana-mana dengan peserta ratusan bahkan ribuan orang. Seharusnya kemudian muncul banyak bisnis-bisnis baru minimal separuh dari jumlah peserta seminar kan? Tapi kenapa yang muncul hanya segitu-gitu saja? Peningkatannya tidak signifikan? Padahal kran dukungan modal, ilmu bahkan mentor-mentor bisnis bertebaran.

Jawabnya cuma satu… SIKAP MENTAL

Banyak yang menganggap, menjadi wirausahawan itu adalah pekerjaan. Membuka usaha adalah pekerjaan. Berbisnis adalah pekerjaan. Padahal sejatinya, bisnis itu adalah sikap mental. Mental wirausahawan, mental petarung, mental pemberani.
Mental Pengusaha Continue Reading

Comments (0)

Peluang itu Tak Terbatas !!!

Posted on 07 December 2011 by

Pernah dengar kata-kata ini: “Peluang itu datangnya hanya sekali, jangan lewatkan kesempatan selagi ada”. Saya yakin pernah. Redaksinya mungkin beda tapi intinya mengatakan bahwa peluang atau kesempatan itu hanya sekali datang. Biasanya kata-kata ini diucapkan oleh pemasar asuransi, investasi dan MLM hehehe… Walaupun saya pernah jadi ketiganya, tapi alhamdulillah saya gak pernah bilang seperti itu :D

Menurut saya, peluang itu datangnya bukan cuma sekali, bahkan berkali-kali. Malah lebih extrim lagi saya bisa katakan kalau peluang itu datang setiap detik. Selama ini saya belum pernah ketemu orang yang gak punya peluang usaha. Yang ada adalah orang yang bingung karena banyak peluang dimana-mana hehehe… Rasanya tiap hari dapatlah saya curhatan lewat email tentang bingungnya memilih peluang usaha.

Nah, kalau peluang usaha itu tak terbatas, trus kenapa masih banyak aja orang nganggur di dunia ini? Kenapa banyak orang yang bingung mau kerja apa? Saya menemukan jawaban yang mudah-mudahan bisa menampar kita.

KITA YANG MENUTUP PELUANG ITU SENDIRI

Bayangkan anda masuk ke sebuah rumah dengan 1000 pintu. Dan dibalik 1000 pintu itu ada kamar dengan fasilitas yang berbeda-beda. Semua kamar punya kelebihan dan kekurangan. Anda hanya punya 1 badan sehingga hanya bisa pilih 1 pintu saja. Anda pilih pintu mana?

Seperti itulah peluang usaha. Banyak pintu usaha terbuka lebar lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya. Tapi sayang kita bersikap bloon dengan menutup pintu-pintu itu hanya gara-gara di dalamnya ada kekurangan. Kita terus cari kamar yang tak ada kekurangan sama sekali. Kita cari peluang usaha yang tak ada resikonya. Kita mau usaha yang tinggal pilih, duduk santai, duit datang, keringat gak keluar, gak perlu belajar, pokoknya tinggal pilih gitu aja.

Padahal, kita milih tidur aja ada resikonya. Kita nggak milih ada resikonya. Kalau nggak mau resiko ya jangan hidup. Hidup tuh beresiko. Mustinya dulu pas lahir langsung masuk lagi aja. Ente udah nongol di dunia ini berarti udah siap nanggung resiko. Tuh jutaan sel sperma yang sama-sama keluar bersama kita mati semua, tinggal kita aja yang hidup.

Ada ribuan bayi meninggal sebelum lahir dan kita berhasil selamat. Kita ini udah menghadapi banyak resiko dan tetap survive. Trus sekarang ada resiko yang kemungkinan ruginya paling 1-2 juta, kenapa jadi takut?

Kalau bisnis di dunia nyata mungkin besarlah resikonya. Karena saya pernah bikin cafe kecil-kecilan aja modalnya bisa sampai 40 juta, belum operasional di bulan-bulan awal. Dan alhamdulillah 6 bulan cafenya bangkrut wkwkwk…

Nah, kalau di dunia maya, berapa sih ruginya. Anggaplah anda beli hosting yang mewah sekelas hostgator dan bayar langsung setahun (sekitar 1,1 juta). Trus anda beli domain seharga 85.500. Misalnya nih misalnya domain yang anda beli itu salah beli sehingga traffik gak kunjung datang, anda cuma rugi 85.500 aja kok. Itupun kalau diterjang backlink terus bisa jadi PR 2-3 dan masih bisa dijual lagi nanti. Hostingnya kan masih bisa dipakai.

Bahkan saya berani jamin, gak mungkin anda gak balik modal dalam setahun kalau serius di bisnis online. Lha modalnya aja cuma segitu kok. Makanya saya heran kalau ada yang pengen bisnis online tapi gak mau beli domain dan hosting. Padahal udah terbukti kalau pakai domain dan hosting sendiri itu lebih terpercaya, lebih berdedikasi dan yang pasti lebih cepet kerjanya. Kalaupun ada yang gak berhasil balik modal dalam setahun, coba ditanya lagi, beneran gak dia kerjanya. Jangan-jangan cuma beli aja, diurus 2-3 pekan abis itu ditinggal setahun.

Saya sendiri punya lebih dari 30 domain dan semuanya sudah menghasilkan walaupun cuma cukup buat beli domain dan hosting aja. Tapi gpp, domain itu saya buang tahun depan kalau hasilnya tidak memuaskan. Lihat bagaimana saya bekerja. Modal 85.500 saya upayakan minimal dapat 100.000 setelah itu sisanya keuntungan. Kalau setahun dapatnya kurang dari sejuta ya udah buang aja dan beli lagi hehehe.. Toh sama aja kan pengeluarannya.

Jadi, jangan takut ambil peluang. Pilih saja, fokus dan tekuni. Insya Allah anda akan ketemu deh jalan suksesnya. Jalan sukses itu bukan dicari dengan membaca dan belajar aja, tapi dengan mempraktekkannya. Tiap orang punya jalan yang berbeda-beda, jadi tetap harus dilalui apapun resikonya.

Sumber :

http://lutviavandi.com/peluang-itu-tak-terbatas.html

Comments (0)

Kisah Saputra, Loper Koran yang Jadi Juara di Markas Milan

Posted on 11 November 2011 by

detikSport/Irwan Nugroho

Jakarta – Prestasi memang tidak memandang apakah seseorang berasal dari keluarga kaya atau miskin. Saputra (14), seorang remaja yang sehari-harinya menyambi sebagai loper koran, lolos seleksi tim Indonesian All Star. Bersama rekan-rekan satu tim, ia berhasil mempertahankan gelar juara Intesa Sanpaolo Cup 2011.

Saputra dkk menggondol piala Intesa Sanpaolo Cup 2011 yang digelar oleh klub termasyur di Italia, AC Milan. Intesa Sanpaolo Cup sendiri merupakan turnamen tahunan yang menyedot perhatian di Milan Junior Camp Day. Di final 5 November lalu, para remaja asuhan pelatih Bambang Waskito itu menundukkan tim gabungan Venezuela-Brasil dengan skor 2-0.

Sementara dalam ujicoba dengan para pemain junior AC Milan Soccer Academy yang dihelat setelah kejuaraan selesai, tim Indonesian All Star juga menang 3-2. Tim Indonesian All Star merupakan tim pertama yang mengalahkan tim junior AC Milan yang dilatih dengan ketat.

Saputra pun merasa bangga bisa mempersembahkan hasil tersebut. Stiker tim Indonesian All Star ini menceritakan, kekompakan tim menjadi faktor penentu kemenangan. Selain kompak, timnya mempunyai semangat yang luar biasa sehingga mampu menggunguli 25 negara peserta turnamen sepak bola lainnya.

“Tim Indonesia sangat kompak dan terus banyak sekali motivasi. Kalau mau pas di lapangan semangat semua,” kata Saputra, yang ditemui di sela-sela pertemuan tim Indonesian All Star dengan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2011).

Saputra adalah remaja kelahiran Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), 6 November 1997. Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Sejak kelas empat SD, Saputra sudah harus bekerja membantu orangtuanya yang beralamat di Jl Bendungan Lrg, Rawa Laut RT 03 RW 01 No 180/199, Palembang.

Untuk membantu perekonomian keluarga, remaja berambut cepak ini tak sungkan menjadi loper koran. Saban pagi, sebelum berangkat ke sekolah, ia menyetor koran ke lapak-lapak dan pelanggan. Setiap hari, uang Rp 15-20 ribu dikantonginya dari berjualan koran. Uang hasil jerih payahnya itu sebagian ia pergunakan untuk jajan dan sebagian lagi diberikan kepada ibunya yang cuma buruh cuci rumah tangga.

“Aku loper koran dari kelas 4 SD sampai kelas 3 SMP. Tapi kelas 3 ini sekolah pagi, jadi cukup untuk langganan bulanan atau di tempat sekolah. Guru-guru kadang beli sama aku,” ucap Saputra.

Sebagaimana anak seusianya di Palembang, Saputra juga gemar olah raga sepakbola. Ia mulai menenekuni sepakbola sejak usia 5 tahun. Beranjak sedikit dari umur belianya tersebut, ia masuk ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Sportivitas di Palembang. Sayang, gara-gara tidak punya uang, Saputra tidak bisa meneruskan latihan di SSB tersebut.

Pada prosesnya, kenang Saputra, ia memperoleh beasiswa sekolah sepak bola dari PT Pusri. Selama 3 tahun ini, ia giat berlatih di Pusri tiga kali seminggu. Namun, di tengah kesibukan untuk latihan rutin Saputra tetap melakukan pekerjaannya sebagai loper koran. Bahkan, dari aktivitasnya sebagai loper koran tersebut ia mengenal banyak pemain Sriwijaya FC dari dekat.

“Aku kebetulan jualan koran juga di mess-nya. Ya, masih sampai sekarang. Biasa ke kamar Arif Suyono, Supardi Nasir, Firman Utina. Jualan koran pagi, tapi kadang nunggu pemain selesai bangun tidur itu lama. Jadi, ya, sudah kumasukin di bawah pintu, siang baru ambil uangnya,” tutur Saputra.

Ke Italia

Saputra tentu ingin meraih meraih prestasi seperti para pemain favoritnya di Sriwijaya FC tersebut. Kesempatan itu pun akhirnya tiba. Tanggal 28 Oktober 2011 lalu, ia mendengar ada penyaringan pemain untuk Indonesian All Star yang akan berlaga di Italia. Bersama temannya, Saputra pun mengikuti seleksi tersebut.

Dengan bekal uang pinjaman Rp 2.000, ia berangkat ke lokasi seleksi di Palembang. Uang itu dibelikan pempek untuk sarapan. Saputra berhasil lolos masuk 250 besar di seleksi pertama. Dan, pada hari berikutnya, tanggal 29 Oktober ia terpilih dalam 60 besar untuk menjalani seleksi di Bali.

“Seterusnya tanggal 29 hari Minggu nggak ada uang, sarapan mie saja sama teh. Udah pas itu saya bangga setelah sore-sore terpilih bisa seleksi 60 di bali. Orangtuaku juga bangga sekali,” ucap Saputra.

Karena berteman akrab dengan pemain Sriwijaya FC, Saputra pun menelepon Supardi untuk mengabarkan keberhasilannya menembus 60 besar. “Pas mau ke Bali itu aku telepon Bang Supardi. ‘Bang aku lolos. Ada nggak saran buat aku biar nggak cepet puas?’ Dari situ aku ada rasa bangga sama dia,” kata Saputra.

Di Bali, Saputra kian memuluskan langkah ke Jakarta. Dalam seleksi di Jakarta, ia berhasil masuk ke 18 besar tim yang diberangkatkan ke Italia atas dukungan PT Pertamina (Persero). Menurut Saputra, resepnya untuk berhasil adalah tidak pernah menyerah atau pasrah kepada keadaan.

“Pokoknya jangan nyerah, deh. Ekonomi itu bukan segalanya hal untuk meraih mimpi atau prestasi. Berani untuk bermimpi dan jangan pernah takut. Semua itu pasti ada jalan,” kata Saputra bijak.

Mengenai rencana masa depan, Saputra mengaku ingin menjadi pemain sepakbola nasional yang handal. Sedangkan dalam waktu dekat ini, ia akan kembali ke Palembang untuk bersekolah dan berlatih lagi di Pusri. Tetap jualan koran?

“Masih-lah. Dari mana aku bisa jajan sekolah sama buat kasih orang tua?” katanya sambil tersenyum.

Comments (0)

4 Tanda Bahaya Besar Indonesia !!!

Posted on 25 September 2011 by

SUMBER ASLI : http://beliindonesia.com/lisartikel2.php?no=42

4 Tanda Bahaya Besar Indonesia

Jogjakarta, 13/08/2011. Jika ada orang yang mengatakan Indonesia hari ini dalam keadaan baik-baik saja, maka ada dua kemungkinan yang terjadi pada orang itu. Pertama, orang itu tidak memahami apa yang sedang terjadi sebagai akibat dari kekurangan informasi atau ketumpulan mata hati. Kedua, orang itu sedang berbohong dengan menyembunyikan keadaan yang sesungguhnya. Caranya dengan mengatakan bahwa Indonesia dalam keadaan sehat dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5,6 % dan pengangguran semakin menurun. Faktanya Indonesia dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan dan dalam bahaya besar. Ketika berbicara di depan Pimpinan Aisyah Se-Jawa, di Jogjakarta Sabtu siang, Presiden IIBF, Ir.H.Heppy Trenggono, M.Kom, mengungkapkan saat ini Indonesia dalam situasi yang sangat berbahaya sebagai sebuah bangsa. Menurut nya ada 4 tanda bahaya besar Indonesia saat ini.

Pertama, Meluasnya kemiskinan, pengangguran dan kehidupan yang mahal. Angka kemiskinan hari ini bisa naik atau turun tergantung siapa yang membuat dan menentukan indikatornya. Mengacu kepada angka yang dikeluarkan pemerintah, orang yang berpenghasilan Rp. 211.000/ bulan sudah tidak tergolong miskin lagi. Artinya orang yang pendapatan per harinya Rp. 7.000 sudah keluar dari sebutan orang miskin. Namun sesungguhnya kemiskinan hari ini tidak hanya ada pada anak-anak bangsa yang hidup di bawah kolong jembatan atau tempat kumuh lainnya, tetapi sudah merangsek ke institusi penyelenggara negara (Red:makanya juga Korupsi Makin mengGila !). Listrik dan BBM menjadi sesuatu yang dilematis, dinaikkan salah tidak dinaikkan juga salah. Jika dinaikkan rakyat yang tidak bisa membayar dan jika tidak dinaikkan pemerintah tidak punya anggaran untuk subsidi. Otonomi kampus adalah bentuk lain dari ketiadaan anggaran untuk pendidikan. Sehingga perguruan tinggi dipaksa untuk mencari biaya sendiri dan yang paling gampang adalah dengan membebankan pada mahasiswa sehingga biaya pendidikan hampir mustahil bisa dijangkau oleh anak-anak petani, nelayan dan pedagang kecil. Angkatan bersenjata sulit untuk untuk pengadaan alutsista baru dan hanya mampu membeli alat bekas dari negara lain. Mengapa? Negara tidak memiliki dana cukup untuk membiayainya. Pengangguran tidak hanya menimpa masayarakat kelas bawah tetapi juga sudah menjangkau mereka yang berpendidikan tinggi dengan jumlah yang sangat fantastis. “Angka 40 juta jiwa yang menganggur hari ini artinya hampir dua kali lipat jumlah penduduk benua Australia. Dan ini adalah masalah besar jika terus dibiarkan tanpa ada jalan keluarnya,” kata Heppy. Heppy mengatakan sangat ironi ketika banyaknya anak-anak negeri ini ke luar negeri menjadi penghidupan sementara orang asing berbondong-bondong ke negeri ini mendapatkan keuntungan. “Ini pasti ada sesuatu yang salah dengan negeri kita ini,” kata Heppy. Di tengah kemiskinan dan pengangguran yang menimpa anak negeri ini, kehidupan sehari-hari menjadi sangat mahal. Masyarakat digiring menjadi sangat konsumtif dan hidup dalam gaya hidup yang sangat tinggi. ” Hari ini hampir tidak ada pabrik yang tumbuh, yang ada adalah mal-mal yang terus berdiri setiap hari,” ungkap Heppy. Harga barang-barang kebutuhan sangat tinggi karena harga dan pasar tidak dikendalikan. Bahkan Indonesia sudah tidak berkuasa lagi atas pasarnya sendiri.

Kedua, jatuhnya produktivitas bangsa. Pertumbuhan infra struktur seperti; jalan, pelabuhan, rel kereta api, industri dan lain-lain tidak menunjukkan angka yang berarti. Untuk melintasi pantai utara pulau Jawa kita masih menggunakan jalan yang dibuat Daendles dua abad yang lalu. Panjang rel kereta api dari hari ke hari makin menyusut. Pabrik-pabrik banyak yang mati dan sentra-sentra industri kini sudah banyak yang tutup. Untuk memenuhi kebutuhannya bangsa ini mengandalkan produk import dengan membuka pasarnya lebar-lebar melalui perjanjian pasar bebas. Yang diimport tidak hanya produk teknologi, tekstil, tetapi juga produk pertanian seperti garam, cabe, beras, daging ayam, sapi, jagung, bawang merah dan lain-lain. “Indonesia definitely telah menjadi bangsa konsumen,” ungkap Heppy. Dengan menempati ranking kedua sebagai bangsa terkonsumtif di dunia Indonesia menjadi negara konsumen sempurna. Karena ternyata Singapura yang menempatkan ranking pertama, 60% yang belanja ke sana adalah orang Indonesia. “Bagaimana kita akan membangun kesejahteraan jika kita sudah menjadi negara konsumen. Sebab kesejahteraan sebuah negara sampai hari ini masih diukur dari seberapa besar produk domestiknya bukan jumlah yang dikonsumsinya,” kata Heppy sedih. Indonesia yang sebelumnya sudah swasembada pangan hari ini sangat tinggi tingkat ketergantungannya. Sebelumnya sempat menjadi produsen pesawat hari ini telah menjadi pembeli pesawat terbesar.

Ketiga, meredupnya pembangunan karakter. Bangsa-bangsa besar yang ada di dalam sejarah dan hari ini adalah bangsa yang memiliki karakter unggul. Kejatuhan bangsa-bangsa itu selalu diawali dari karuntuhan karakternya. Di Indonesia hari ini, pembangunan karakter atau character building hanya sebatas seminar dan pelengkap pidato tetapi tidak di lapangan dan masyarakat. Meredupnya pembangunan karakter membuat bangsa ini lupa dengan jati dirinya, tidak memiliki keyakinan diri sebagai bangsa besar dan jaya seperti bangsa lain serta tidak memiliki nilai-nilai yang jelas untuk dibela. “Hampir semua komponen bangsa ini sudah tidak lagi membangun karakter tetapi terseret pada pembangunan brand atau citra,” jelas Heppy. Orang yang membangun brand, kata Heppy, didrive oleh target sementara membangun karakter didrive oleh purpose. Brand bahasanya promotion, karakter yang terjadi adalah conversation. Maka dalam brand adalah What He say dan dalam karakter what He do. Brand berorientasi pada transaksi sedangkan karakter berorientasi pada solusi. Heppy menegeaskan, membangun karakter bangsa itu adalah tugas pokok seorang pemimpin. Masalahnya bagaimana mau membangun karakter jika pemimpinnya sendiri sibuk membangun brand atau mereknya sendiri. “Jika kita tidak dengan sadar membangun karakter unggul bangsa, maka dalam waktu yang sama secara tidak sadar pula kita membangun karakter buruk bangsa,” kata Heppy. Sejarah, menurut Heppy harus dilihat sebagai pelajaran untuk kita menata masa depan. Jangan sampai kita mengulang sejarah bangsa lain yang runtuh karena kemerosotan karakter bangsanya.

Keempat, kembalinya dominasi asing. “Indonesia tidak akan pernah menjadi bangsa besar dan jaya jika yang berkuasa di Indonesia bukan orang Indonesia sendiri,” ungkap Heppy. Dominasi asing telah membuat Indonesia terjajah selama 350 tahun. Padahal saat itu hanya ada satu bangsa kecil bernama Belanda yang memiliki sebuah perusahaan bernama VOC yang mencari bahan-bahan mentah untuk kepentingan industrinya. Satu perusahaan cukup membuat Indonesia terjajah, sementara hari ini ada ribuan VOC-VOC modern yang ada di Indonesia dengan kepentingan yang kurang lebih sama dengan VOC nya Belanda dulu. Bedanya, kata Heppy dulu mereka menjajah tanah air kita, hari ini mereka menguasai kehidupan. Banjirnya produk asing di pasar dalam negeri Indonesia adalah bentuk dominasi asing yang paling kentara. Akibatnya anak-anak negeri ini sulit berusaha di negeri sendiri karena kuatnya dominasi asing. Pengusaha, pedagang, nelayan dan petani kita dibiarkan bertarung sendiri dan kehidupannya tidak dibela oleh negara. Justru sebaliknya kebijakan-kebijakan yang ada lebih memihak asing daripada anak bangsa sendiri. Kasus import sapi, cabe, bawang, dan lain-lain, pembiaran terhadap kapal-kapal asing menjarah lautan Indonesia terjadi karena kita tidak tahu apa yang kita bela. Kuatnya dominasi asing saat ini membuat Indonesia kehilangan kedaulatan dari berbagai sisi. Bangsa ini sudah tidak kuasa menentukan nasibnya sendiri. (AA)

Comment Artikel

 

Sumber
Isi Comment
erman , 2011-08-18
Separah itukah Indonesia ?
Hadi , 2011-08-18
separah itukah indonesiaku ? Masih bisakah kita benahi? Mdh2an para pengelola negeri ini menyadarinya.
nugroho , 2011-08-18
Masya Allah. Semoga Allah memberikan kita kemudahan, kesabaran, dan kebarokahan. Amin.
dyah nawang palupi , 2011-08-18
Kulihat ibu pertiwi…sedang bersusah hati…Air matanya berlinang…bla…blaa…bla…Ya Robb…Ya Robb…Ya Robb…
adi , 2011-08-19
jangan menuntut pemerintah melakukan perubahan tapi berubahlah mulai dari diri kita sendiri…
maftuh , 2011-08-19
saya sangat setuju dengan ungkapan perbedaan antara brand dan karakter di atas, semoga para pemimpin kita membaca ulasan ini, karena yang saya lihat hingga saat ini beliau beliau hanya membangun brand-nya, dan hampir (maaf) tidak mempunyai maupun membangun karakter.
fransiscus ario , 2011-08-19
ibarat tikus mati dalam lumbung yang penuh padi … sungguh tragis nasib bangsa n negara ini, para elite negeri hanya sibuk memperkaya diri dan mempekuat jabatan …. eksekutif, legislatif an yudikatif sama saja …
hans , 2011-08-24
Benar apa yg kita rasakan, kita jadi bgs yg bingung dan dibingungkan terus apa yg harus kita kerjakan
joy , 2011-08-24
kemakmuran belum di dapat dengan bangsa ini. yang kaya makin kaya, yang miskin bertambah parah dengan bangsa ini.
akhid qomarudin , 2011-08-24
jika para pemimpin negeri ini senafas dgn pak trenggono alangkah indahnya negeriku, alangkah makmurnya negeriku… semoga panjenengan selalu diberi jalan kebaikan untuk merubah negeri ini. saya siap dukung digaris depan dan belakang bapak.saya sbg pelaku usaha kecil sgt merasakan apa yg diungkapkan pak trenggono. saya angkat topi setinggi-tingginya untuk panjenengan…mksh
widodo , 2011-08-25
memang benar kata P Heppy. Barusan saya discue dikit dg peternak sapi. Semenjak kran import sapi dari australis dibuka lagi, peternak tersebut tiap bulan jual 2 ekor sapi untuk maintenance. Dulu harga sapi ukuran besar 14 juta, sekarang paling tinggi 6 jt. Tragiss
KUSYONO , 2011-08-25
NKRI YANG KITA CINTAI AKAN DIBAWAH KEMANA ?KALAU PEJABATNYA JUGA BANYAK YANG MALING.TIDAK ADA HATI NURANI UNTUK RAKYAT YANG MISKIN.
toni , 2011-08-25
mari kita bersama beli kebutuhan pokok dipasar tradisional, sekolahkan anak kita d Negeri / Swastamilik saudara kita bukan milik asing / turunan asing…jg pernah mau diinjak2 oleh ora asing
MAHRUS HADI , 2011-08-26
semua elemen bangsa harus berjuang memperbaiki bangsa ini dengan berjuang memperbaiki diri sendiri dan juga orang lain. dan bagi bagi pemegang kebijakan buatlah! kebijakan yang bisa membuat bangsa ini punya harga diri
anton , 2011-08-26
membaca artikel di atas,,sungguh merinding sekali,,sebegitu parahnya negriku ini,,sepertinya begitu mudahnya pihak asing menguasai hasil bumi kita tanpa kita bisa berbuat apa-apa.,pemerintah yg seharusnya tegas malah kelihatanya hanya tutup mata saja,kalau begini terus bagiamana dengan nasib anak cucu kita kelak..??semoga semua elemen bangsa ini bisa saling bekerjasama memperbaiki negri ini,
hadi siswanto , 2011-08-27
makanya kita jangan hanya bisa bicara,ayo bersatu untuk mengumpulkan kekuatan,kalo kekuatan kita sudah besar ayo kita beli indonesia agar kita kita bisa menanam kembali bibit yang baru dan lebih memihak kepada bangsa bukan pada diri masing-masing
trianto,rumbia , 2011-08-28
Subhanallah walhamdulillah wala illahailallahu Allohu Akbar la khaula wala kuata illabillahil aliyil adhim…… seterusnya tobatan nasuha….. smoga kita sadar untuk mengangkat harga diri bangsa tercinta ini dgn tawaqal…….
cah karanganyar , 2011-09-08
pergerakan dari akar rumput memang butuh perjuangan dan hasilnya ga akan langsung tampak. semoga para pejuang beli indonesia dapat istiqomah.

Comments (0)

“Seandainya Saya Tahu Beli Indonesia Dari Dulu …”

Posted on 18 August 2011 by

“Seandainya Saya Tahu Beli Indonesia Dari Dulu …”

Birokrat senior itu beranjak dari kursinya maju ke depan meraih mic yang diberikan panitia. Dia merupakan salah satu dari sejumlah tokoh dan pengusaha senior Jawa Tengah yang hadir pada acara ramah-tamah di hotel Semesta Semarang, malam itu. Dia akan memberi tanggapan terhadap presentasi Beli Indonesia yang baru saja disampaikan oleh Presiden IIBF, Ir.H.Heppy Trenggono, MKom. Dalam pengantarnya dia menceritakan tentang perjalanan kariernya mulai dari seorang akademisi, wakil gubernur bahkan sempat menjadi penjabat Gubernur Jawa Tengah ketika Mardiyanto, Gubernur Jawa Tengah ketika itu ditarik ke pusat sebagai Mendagri. “Saya ini selama 2 tahun adalah pengajar kepemimpinan untuk jajaran eselon dua di seuruh Indonesia. Materinya tentang Good government dalam menyambut ACFTA, ya semacam persiapan atau prakondisi birokrasi Indonesia untuk menghadapi pasar bebas,” kata Ali Mufidz, Birokrat senior itu. Menurutnya, setelah mendengar penjelasan tentang Beli Indonesia tadi ada rasa sesal dalam dirinya karena dulu mengira pasar bebas itu banyak keuntungannya untuk Indonesia. Namun ternyata sebaliknya, lebih banyak mudhorat daripada manfaatnya.

Saat itu, kata mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah ini, tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan, dan semua orang mengira itulah yang harus terjadi dan baik untuk kita lakukan. “Seandainya saya tahu Beli Indonesia ini dari dulu, maka pasti saya tidak akan mengajarkan seperti apa-apa yang ajarkan dulu,” kata Ali Mufidz dengan nada sesal. Ali menilai bahwa Beli Indonesia sebagai social movement atau gerakan kerakyatan untuk mengembalikan jati diri kita sebagai bangsa. Maka, katanya, gerakan ini harus kita dukung sebab percuma saja pemerintah membangun ekonomi tetapi produk kita tidak ada yang terjual. Produk tidak laku maka pabrik akan mati. Pabrik mati, lapangan pekerjaan semakin sempit, sementara setiap tahun perguruan tinggi mengeluarkan ratusan ribu sarjana-sarjana baru yang perlu tempat untuk mereka bekerja. Karena lapar itu tidak bisa menunggu. Jika tidak tersedia lapanga kerja akan memicu keresahan social. “Maka daripada kita ribut-ribut menyampaikan ke pusat lebih baik kita dorong gerakan ini menjadi gerakan besar untuk membuat perubahan di dalam diri bangsa ini,” kata Ali bersemangat.

Dalam keadaan semua orang bingung harus berbuat apa untuk bisa keluar dari masalah yang ada di Indonesia saat ini, Ali menyebut sekarang sebagai moment yang tepat untuk mendorong gerakan Beli Indonesia. “Wis wayahe,” katanya dalam bahasa Jawa. “Pak Heppy, karena njenengan sudah memulainya maka bapaklah yang harus di depan untuk membawa gerakan ini, ” kata Ali sambil menoleh ke arah Heppy Trenggono yang menjawab dengan anggukan kecil. Ali kemudian meminta kepada semua tokoh dan pengusaha yang hadir dalam ruangan itu untuk ikut dan mendukung gerakan Beli Indonesia ini. Dengan yakin Ali mengatakan bahwa Beli Indonesia adalah sebuah jawaban atas keresahan yang dirasakan oleh semua lapisan msayrakat hari ini. Orang tahu masalahnya tetapi tidak tahu harus berbuat apa, bagaimana dan darimana memulainya. Baginya Ali, mendukung gerakan ini sebagai penebusan terhadap apa yang dia lakukan dimasa lampau.

Selain Ali Mufidz yang berkesempatan memberi respon terhadap presentasi Beli Indonesia adalah dua orang pengusaha senior kota Semarang, Joko Wahyudi dan Hasan Thoha. Dalam tanggapannya Joko Wahyudi menggarisbawahi tentang beberapa data yang disampaikan dalam presentasi itu. “Saya ini seorang pengusaha yang juga bermain di farmasi tapi kalah dengan produk-produk dari luar negeri. 100% apa yang disampaikan Pak Heppy tadi benar adanya. 92% pasar farmasi itu dikuasai asing. Maka tidak ada cara lain untuk merebut kembali pasar kita kecuali dengan mendukung gerakan ini,” kata pengusaha berambut putih ini. Ketua Apindo Jawa Tengah ini juga meminta agar gerakan ini terus dikampanyekan kepada seluruh rakyat Indonesia karena saat ini masyarakat kita terlena dengan apa yang ada di depan mata yang biasa mereka lihat di media atau di papan reklame, tanpa ada yang memberi tahu apa yang seharusnya mereka lakukan untuk diri dan bangsanya. “Pak Heppy, saya mendukung penuh gerakan ini dan saya siap untuk di belakang anda,” kata Joko sambil mengepalkan tangannya.

Sementara Hasan Thoha Putra mengingatkan semua pihak agar terus menjaga gerakan ini dengan niat bersih dan ikhlas. Karena menurutnya, banyak gerakan yang muncul hanya sesaat dan kemudian hilang karena tidak ada keihklasan didalamnya. “Saya pribadi akan menjaga Pak Heppy dan timnya dengan cara selalu mengkritik jika ada penyimpangan. Saya tidak ingin melemahkan beliau dengan pujian-pujian karena banyak orang akan semakin kuat dengan kritik tetapi hanya sedikit yang bisa bertahan dengan pujian,” kata Hasan dengan serius. Hasan juga meminta agar gerakan ini dijalankan dengan istiqomah.

Pertemuan para tokoh dan Pengusaha Semarang ini digagas oleh Pengurus IIBF Wilayah Jawa Tengah sebagai bagian dari rangkaian Pra Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia di Solo 22-26 Juni 2011. Selain pengusaha dan birokrat, hadir beberapa pejabat perbankan di Semarang. Acara berkakhir pukul 22.30 wib dengan satu komitmen untuk mendukung Gerakan Beli Indonesia. (AA)

Sumber : http://beliindonesia.com/lisartikel2.php?no=27

Comments (0)

Putus Asa = GAGAL

Posted on 15 July 2011 by

JANGAN PUTUS ASA ! Ada satu kalimat di Al-Quran yang selalu menancap di otak saya. Bukan cuma artinya tapi bahasa Arab-nya juga mudah dimengerti dan dihafal-kan oleh orang Jawa Walaa Taiasu atau Janganlah Berputus Asa Bahasa arab itu kalau diucapkan dalam bahasa Jawa maka artinya “Aduh Beol Anjing”. Yah, putus asa bisa diibaratkan ketemua sama kotoran anjing. Anjingnya aja najis apalagi kotorannya. Kalau pakai ilmu utak-atik gatuk yang menghubung-hubungkan antara Taiasu bahasa arab dan bahasa jawa, maka bisa dibuat kesimpulan bahwa orang yang putus aja itu ibarat kotoran anjing wkwkwk…

Maaf kalau kasar ya bacanya, tapi memang seperti itulah. Biar mengena coba pas anda ketemu orang yang sedang putus asa lalu anda katakan, “Walaa Taiasu!”. Walaupun maksud kita jangan putus asa, tapi kalau dia orang jawa itu sama aja mengatakan dia kotoran anjing hehehe…

Orang yang putus asa itu sudah gagal. Ibarat bayi dia nggak mau jalan lagi setelah jatuh. Trus kapan bisa jalannya? Justru sebenarnya kita perlu melakukan kesalahan dan kegagalan berkali-kali untuk menemukan jalan yang benar dan paling efektif.

Jika anda hadir di suatu acara dimana disana ada acara KISAH SUKSES, maka sebenarnya apa yang anda dapatkan? Benarkah mereka bercerita soal kesuksesan-kesuksesan? Maaf, yang ada justru mereka bercerita kegagalan-kegagalan yang mereka temui, tapi mereka bangkit dari kegagalan itu dan mencapai kesuksesan. Akan konyol kan kalau ada kisah sukses seperti ini:

Saudara-saudara, inilah kisah sukses saya. Saat ini saya punya mobil mewah 5 buah, rumah mewah ada 10 dan 40 rumah kecil saya kontrakkan di beberapa kota. Pabrik saya ada 6 dan semua menghasilkan penghasilan bersih 1 trilyun per bulannya. Saudara, saya kalau makan ndak mau di warung pinggir jalan, tapi di restoran mewah. Sekali makan aja bisa habis 5 juta. Istri nggak suka ke Mall karena dia lebih suka shopping ke luar negeri. Ya paling deket Itali lah. Untuk hobby saya lebih suka main golf dan nonton F1 di tribun VVIP.

Itu kisah sukses kan? 100% sukses dan nggak ada sedihnya sama sekali. Tapi kalau ada yang cerita kisah sukses gitu, saya jamin pesertanya akan mual-mual hehehe..

Nah, saat anda mengalami kegagalan, maka ingatlah kata-kata saya ini Walaa Taiasu !! Bangkitlah segera atau anda akan benar-benar menjadi tai asu. Orang nginjek aja nggak sudi.

Sumber : http://lutviavandi.com/putus-asa-gagal.html

 

Comments (0)

Mengapa yang Kaya Semakin Kaya

Posted on 10 July 2011 by

Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus, dan yang miskin bablas miskin ? Kenapa orang kaya semakin kaya ?, karena begitu orang kaya penghasilannya bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan). Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas, sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.

Kenapa orang miskin bablas miskin ?

Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.

Contoh :

Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar, beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.

Silahkan dijawab dengan kejujuran masing-masing dibawah ini  :

Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab, Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?

Sumber :

http://www.tdwclub.com/bb/

Comments (0)

Indonesia Berjamaah

Posted on 23 June 2011 by

Assalamu’alaikum wr.wb

Kita rindu pemimpin yang berseru…

“Wahai rakyatku, masyarakatku…Mari kita sholat berjamaah, kembali ke masjid. Benerin yang wajib, hidupin yang sunnah. Rapihin sholat 5 waktunya, tepat waktu, berjamaah lengkap dengan qobliyah, ba’diyahnya, untuk memulai perubahan yang benar, dan mendatangkan Pertolongan Allah”.

Kita rindu pemimpin yang ngaku nyerah dihadapan Kuasa Allah yang tak terbatas…

lalu mengajak rakyatnya sama-sama bersimupuh dihadapan Sang Khalik yang juga punya berjuta-juta cara untuk membuat rakyat Indonesia bangkit, jaya, sejahtera, dalam Ridho-Nya.

Lewat shalat malam, menegakkan qiyamullail buat persoalan hidup, kesulitan & kejayaan. Bekerja keras & cerdas di siang harinya, jagoan mohon ampun & munajat di malam harinya.

Kita rindu pemimpin yang menyeru rakyatnya mengeluarkan zakat yang benar, bersedekah yang banyak & bersih dari yang haram, dekat dengan Al Qur’an & As Sunnah.

Serta saling do’a & mendo’akan.

Kita rindu pemimpin negeri yang tidak mempersiapkan dirinya buat suksesi masa mendatang. Kecuali konsentrasi saja berbuat sebaik-baiknya buat negerinya, bangsanya, agamanya. Bersisian dengan rakyatnya menjaga kejujuran, kerja keras, kedisiplinan, & dan menjaga segenap perasaan rakyatnya.

Kita rindu pemimpin yang bisa membawa rakyatnya bukan hanya sejajar dengan bangsa-bangsa di dunia, bermartabat & di perhitungkan di kancah internasional, yang DEHEMnya saja udah disegani dunia & bisa membawa rakyatnya dapat ampunan, kasih sayang & Ridho Allah SWT.

Di tangan Allah semua jawaban buat seluruh persoalan bangsa ini, buat persoalan negeri ini.

Farji’ii ilaa robbiki roodhiyatam mardhiyyah… Maka kembalilah kepada Allah Tuhanmu dalam keadaan ridho & diridhoi.

Dan…Kerinduan itu ga usah ditunggu, dan jangan ditunggu. Tapi diikhtiarkan. Salah satunya adalah dengan menjadikan diri kita pemimpin. Karena sesungguhnya semua kita adalah pemimpin. Dan dari setiap insan Indonesia yang beginilah yang akan melahirkan pemimpin yang kita rindukan bersama.

Wassalamu’alaikum wr.wb

Salam Yusuf Mansur.
Indonesia Berjamaah
Masjid Al Azhar
Jum’at, 24 Juni 2011
Pukul 16.30 s/d 20.00
Maghrib – Isya berjamaah.
Perubahan dimulai dari kembali ke masjid

Coming soon masjid-masjid di Indonesia.

Comments (0)

Inilah Orang Orang Terpintar Asal Indonesia

Posted on 19 May 2011 by

1. March Boedihardjo

HONG KONG – Bocah Indonesia, March Boedihardjo, mencatatkan diri sebagai mahasiswa termuda di Universitas Baptist Hong Kong (HKBU).

March akan memiliki gelar sarjana sains ilmu matematika sekaligus master filosofi matematika.
Karena keistimewaannya itu, perguruan tinggi tersebut menyusun kurikulum khusus untuknya dengan jangka waktu penyelesaian lima tahun(dari 2007).

Ketika ditanya tentang cara beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru, March mengaku tidak pernah cemas berhadapan dengan teman sekelas yang lebih tua darinya. ”Ketika saya di Oxford, semua rekan sekelas saya berusia di atas 18 Tahun dan kami kerap mendiskusikan tugas-tugas matematika,’’ kisahnya.
March memang menempuh pendidikan menengah di Inggris. Hebatnya, dia masuk dalam kelas akselerasi, sehingga hanya perlu waktu dua Tahun menjalani pendidikan setingkat SMA itu.
Hasilnya, dia mendapat dua nilai A untuk pelajaran matematika dan B untuk statistik.
Dia juga berhasil menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya bisa diikuti sepuluh persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-level. Dia lulus dengan predikat memuaskan. Dalam sejarah AEA, hanya seperempat peserta AEA yang bisa mendapat status tersebut.

2. Prof Nelson Tansu, PhD- Pakar Teknologi Nano (Photonya yang Tengah)

Pria kelahiran 20 Oktober 1977 ini adalah seorang jenius. Ia adalah pakar teknologi nano. Fokusnya adalah bidang eksperimen mengenai semikonduktor berstruktur nano.

blog-apa-aja.blogspot.com

Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan Sinar Laser dengan listrik superhemat. Sementara Sinar Laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt.

Penemuan-penemuannya bisa membuat lebih murah banyak hal. Tak mengherankan bila pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika.

Amerika pasti menyambutnya dengan tangan terbuka. “Apakah tragedi orang tuanya membikin Nelson benci terhadap Indonesia dan membuatnya ingin beralih kewarganegaraan?” “Tidak. Hati Saya tetap melekat dengan Indonesia,” katanya kepada Tempo. Nelson bercerita, sampai kini ia getol merekrut mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia masih memiliki ambisi untuk balik ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia.

Jawaban Nelson mengharukan. Nelson adalah aset kita.

3. Muhammad Arief Budiman : MERAH-Putih DI SAINT LOUIS

Saint Louis, Missouri, Amerika Serikat… 

Di sebuah ruang kerja di kompleks Orion Genomic, salah satu perusahaan riset bioteknologi terkemuka di negeri itu, seorang lelaki Jawa berwajah “dagadu”—sebab senyum tak pernah lepas dari bibirnya—kerap terlihat sedang salat.

blog-apa-aja.blogspot.com

anak pekerja pabrik tekstil GKBI itu sekarang menjadi motor riset utama di Orion. Jabatannya: Kepala Library Technologies Group. Menurut BusinessWeek, ia merupakan satu dari enam eksekutif kunci perusahaan genetika itu.

Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gen, pembawa sifat pada makhluk hidup. Peran ilmu ini bakal makin sentral di masa depan: dalam peperangan melawan penyakit, rehabilitasi lingkungan, hingga menjawab kebutu*an pangan dunia.

Arief tak hanya terpandang di perusahaannya. Namanya juga moncer di antara sejawatnya di negara yang menjadi pusat pengembangan ilmu tersebut: menjadi anggota American Society for Plant Biologists dan—ini lebih bergengsi baginya karena ia ahli genetika tanaman—American Association for Cancer Research.

Asosiasi peneliti kanker bukan perkumpulan ilmuwan biasa. Dokter bertitel PhD pun belum tentu bisa “membeli” kartu anggota asosiasi ini. Agar seseorang bisa menjadi anggota asosiasi ini, ia harus aktif meneliti penyakit kanker pada manusia. Ia juga harus membawa surat rekomendasi dari profesor yang lebih dulu aktif dalam riset itu serta tahu persis riset dan kontribusi orang itu di bidang kanker. Arief mendapatkan kartu itu karena, “Meskipun latar belakang saya adalah peneliti genome tanaman, saya banyak melakukan riset genetika mengenai kanker manusia,” ujarnya.

4. Prof Dr. Khoirul Anwar : TERINSPIRASI KISAH FIRAUN
Dia kini menjadi ilmuwan top di Jepang.

Wong ndeso asal Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu memegang dua paten penting di bidang telekomunikasi. Dunia mengaguminya.
Para ilmuwan dunia berkhidmat ketika pada paten pertamanya Khoirul, bersama koleganya, merombak pakem soal efisiensi alat komunikasi seperti telepon seluler.

blog-apa-aja.blogspot.com

Prof Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.Dunia memujinya.
Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007.

Pada paten kedua, lagi-lagi Khoirul menawarkan sesuatu yang tak lazim. Untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi, dia menghilangkan sama sekali guard interval (GI). “Itu mustahil dilakukan,” begitu kata teman-teman penelitinya. Tanpa interval atau jarak, frekuensi akan bertabrakan tak keruan. Persis seperti di kelas saat semua orang bicara kencang secara bersamaan.

Dua penelitian istimewa itu mungkin tak lahir bila dulu Khoirul kecil tak terobsesi pada bangkai burung, balsam yang menusuk hidung, serta mumi Firaun. Bocah kecil itu begitu terinspirasi oleh kisah Firaun, yang badannya tetap utuh sampai sekarang. Dia pun ingin meniru melakukan teknologi “balsam” terhadap seekor burung kesayangannya yang telah mati. “Saya menggunakan balsam gosok yang ada di rumah,” kata anak kedua dari pasangan Sudjianto (almarhum) dengan Siti Patmi itu.

Khoirul berharap, dengan percobaannya itu, badan burung tersebut bisa awet dan mengeras. Dengan semangat, ia pun melumuri seluruh tubuh burung tersebut dengan balsam gosok. Sayangnya, hari demi hari berjalan, kata anak petani ini, “Teknologi balsam itu tidak pernah berhasil.”

Penelitian yang gagal total itu rupanya meletikkan gairah meneliti yang luar biasa pada Khoirul. Itulah yang mengantarkan alumnus Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung tersebut kini menjadi asisten profesor di JAIST, Jepang.

5. Dr Warsito P. Taruno : AKU PULANG, AKU BERJUANG, AKU MENANG

blog-apa-aja.blogspot.com

Dr Warsito P. Taruno, pendiri dan pemilik Edwar Technology.
Belasan Tahun belajar di luar negeri. Tanpa bantuan pemerintah, penelitian mereka berhasil di Tanah Air.

Robot itu bernama Sona CT x001. robot yang dibekali dua lengan itu sedang memindai tabung gas sepanjang 2 meter. Di bagian atas robot, layar laptop menampilkan grafik hasil pemindaian. Selasa dua pekan lalu itu, Sona—buatan Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology—sedang diuji coba. Alat ini sudah dipesan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta.

Perusahaan migas Petronas, kata Warsito, tertarik kepada alat buatannya. Kini mereka masih dalam tahap negosiasi harga dengan perusahaan raksasa milik pemerintah Malaysia tersebut. Selain Sona, Edwar Technology mendapat pesanan dari Departemen Energi Amerika Serikat. Nilai pesanan lumayan besar, US$ 1 juta atau sekitar Rp 10 miliar.
Bahkan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun memakai teknologi pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) temuan Warsito.

ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. Teknologi ECVT bermula dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, Tahun 1991. Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu “melihat” tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak tembus cahaya).

6. Sonja dan Shanti Sungkono: SI KEMBAR PENAKLUK BERLIN

Penampilan mereka memukau publik musisi klasik, dari Eropa hingga Amerika. Diganjar berbagai penghargaan internasional bergengsi.
Kepiawaian jari-jari mereka menari di atas tuts pianolah yang dikagumi penikmat musik klasik, baik di Jerman maupun di kota-kota besar lain di mancanegara.

blog-apa-aja.blogspot.com

Prestasi mereka pun patut dibanggakan. Mereka meraih Jerry Coppola Prize dalam lomba duet piano di Miami, Amerika Serikat, pada 1999. Dua Tahun berturutturut, 2001 dan 2002, mereka menyabet Prize Winners Juergen Sellheim Foundation di Hannover, Jerman. Lalu pada 2002 menjadi juara ketiga Torneo Internazionale di Musica di Italia. Terakhir, mereka menggondol Prize Winners pada National Piano Duo Competition di Saarbrucken, Jerman, pada 2003.

Album pertama mereka, Works for Two Pianos, dirilis pada 2002. Dua Tahun berselang, Sonja-Shanti menelurkan album kedua bertajuk 20th Century Piano Duets Collection. Kedua album berformat CD itu di bawah label NCA Jerman. Peredaran album kedua lebih luas dari yang pertama.

Selain di Jerman, album tersebut beredar di Prancis, Italia, Austria, Swedia, Jepang, dan Amerika. Kedua album itu juga mendapat apresiasi yang cukup antusias dari sejumlah media musik klasik di Eropa. Selain itu, kedua album tersebut masuk arsip Perpustakaan Musik Naxos—produser musik klasik dunia yang menyimpan sekitar 36 ribu album.

7. Johny Setiawan, Ph.D – PENEMU PLANET PERTAMA dan BINTANG MUDA

Johny Setiawan membuat mata dunia tercengang dengan penemuan planet pertama yang mengelilingi bintang Baru TW Hydrae. 

PENEMUAN itu sangat spektakuler karena dari 270 planet di luar tata surya yang telah ditemukan astronom dalam 12 Tahun terakhir, tak satu pun planet yang muncul dari bintang muda.

blog-apa-aja.blogspot.com

Johny yang memimpin tim peneliti di Max Planck Institute for Astronomy (MPIA), Heidelberg, Jerman itu menemukan planet pertama yang disebut TW Hydrae b dan bintang Baru TW Hydrae dengan menggunakan teleskop spektrograf F EROS sepanjang 2,2 meter di La Silla Observatory, Chile.

Dengan penemuan tim yang dipimpin Johny tersebut, peneliti dapat membuat kesimpulan penting tentang waktu pembentukan planet.Sejumlah pertanyaan pelik yang selama ini dihadapi peneliti, seperti bagaimana dan di mana sistem planet terbentuk?

Bagaimana arsitektur planet? Seberapa lama proses pembentukannya? Bagaimana posisi planet-planet seperti bumi di Galaksi Bima Sakti? Akan segera terjawab. Johny menyadari pentingnya penemuannya tersebut.

”Secara khusus saya bekerja di sejumlah proyek seperti ESPRI (Pencarian Planet dengan PRIMA/ Phase-Referenced Imaging and Micro-arcsecond Astrometry). Di sini saya menyeleksi dan mengamati karakteristik bintangbintang untuk program pencarian planet,”ungkapnya. Sejak 2003, Johny memimpin penelitian di observasi bintang dan planet ESO La Silla.
”Ini merupakan penemuan paling luar biasa dan spektakuler dalam studi planet-planet di luar tata surya.

Untuk pertama kali, kita telah menemukan langsung bahwa planet-planet terbentuk dalam lingkaran cakram. Penemuan TW Hydrae b membuka jalan untuk mengaitkan evaluasi lingkaran cakram dengan proses pembentukan dan migrasi planet,” papar Thomas Henning, direktur Planet and Star Formation Department di MPIA.

8. DR. Azhari Sastranegara – AHLI BENTURAN DARI MAJENE
Fujisawa-shi, Kanagawa, Jepang..

Doctor of engineering dari Tokyo Institute of Technology, Jepang, itu bergabung dengan produsen bearing dan komponen otomotif tersebut sejak April 2005. Awalnya ia berkarier sebagai research engineer di NSK Research and Development Center. “Tema penelitian saya cukup beragam, berkisar pada analisis struktur dan bahan terhadap benturan,” ujar Azhari.

blog-apa-aja.blogspot.com

Salah satu riset pria kelahiran Majene, Sulawesi Barat, itu adalah tentang desain kemudi kendaraan yang aman. Dalam penelitian itu, tugasnya melakukan perhitungan apakah rancangan kemudi yang diajukan oleh bagian desain sudah memenuhi syarat keamanan ketika terjadi tabrakan. Dari aneka penelitian itu, Azhari dan timnya di NSK menghasilkan enam paten yang kini terdaftar di Japan Patent Office.

NSK ternyata juga bukan tempat kerja pertamanya. Sebelumnya, Azhari—yang meraih gelar doktor dengan disertasi berjudul “Effect of Transverse Impact on Energy Absorption of Column”—sempat menjadi asisten dosen di Tokyo Institute of Technology. Di kampus itu pula Azhari merampungkan pendidikan dari S-1 sampai S-3 (Ph.D).

Dia belajar di kampus itu setelah lulus dari SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah, pada 1994. Modalnya: beasiswa Mitsui Bussan Indonesia Scholarship, Pada program S-3 (Ph.D), ia kembali mendapatkan beasiswa—kali ini dari Moritani Scholarship dan Tsuji Asia Scholarship.

Setelah memperoleh gelar doktor/Ph.D, Azhari sempat ingin kembali ke Tanah Air. Namun, ia tak mendapatkan tempat untuk mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya.
Untuk ikut memajukan Indonesia, ia punya cara lain.

Sumber :  http://www.eprayogia.co.cc/2011/03/inilah-orang-orang-terpintar-asal.html

Comments (0)

Jangan mau jadi orang GAJIAN —> Kalo Bisa hehehe

Posted on 19 May 2011 by

Sampai saat ini, konsep Kiyoshaki tentang pentingnya orang memasuki dunia bisnis masih dijadikan sumber inspirasi. Jutaan orang berhasil dirubah mindset-nya untuk segera meninggalkan dunia emplyoee (karyawan) menuju business owner.Jangan terlalu lama jadi orang gajian. Menjadi orang gajian (pekerja/karyawan) di samping penghasilannya terbatas, tetapi juga kebebasannya terbatas: jadi budak uang (kalau tidak kerja tidak dibayar). Tidak hanya jadi budak uang, tetapi budak waktu (hari-harinya)dibelenggu oleh tumpukkan pekerjaan sehingga nyaris tidak ada waktu untuk pengembangan dirinya maupun untuk keluarga. Padahal, semua itu dapat diatasi dengan mudah bila kita mau sedikit merubah mindset dalam melihat uang. Bukan kita yang bekerja untuk uang, tapi uanglah yang bekerja untuk kita melalui investasi (usaha).Menjadi seorang karyawan, lanjut Kiyoshaki, artinya ia hidup dan bekerja untuk orang lain (pengusaha).Apa lagi kalau yang bersangkutan terlibat hutang kantor untuk keperluan konsumtif, keringat dan bahkan darah digadaikan pada majikan. Berbeda dengan kalau menjadi pengusaha, ia mampu menghidupi orang lain, mampu mengendalikan orang lain sesuai dengankemauannya.
Sedikit berbeda dengan Kiyoshaki, beberapa mentor Entrepreneur University mengungkapkan alasan mengapa mereka berani keluar dari tempat kerjanya dan segera memulai bisnis. Bukan hanya karena panggilan jiwa, tetapi mereka melihat dunia kerja (swasta dan pemerintah) bak penjara yang kurang sehat yang pengap lingkungan. Betapa tidak, hari-hari kerja selalu tidak lepas dari gosip, sikut-menyikut, kadang teman jadi lawan hanya karena jabatan. Payahnya lagi, bukannya belajar untuk mengukir prestasi tapi waktu demi waktu nyaris habis untukngrumpi, kalau tidak mempergunjing temannya, ya ganti pimpinannya. Kebiasaan hidup yang demikian adalah cara “cerdas” untuk memperbodoh diri.Menurut hemat saya, orang yang secara totalitas untuk tetap bertahan sebagai karyawan (swasta atau peerintah) tanpa ada usaha sampingan bisnis, suatu saat nanti (pada saat pensiun) akan mengalami tantangan hidup kritis. Tanpa persiapan sejak masih bekerja untuk membuka bisnis, masa pensiun bukannya masa yang menyenangkan seperti yang dibayangkan semula. Masa pensiun adalah masa kelam yang mengerikan. Saya melihat banyak orang pensiunan yang mengalami depresi, terkena post power syndrom, dan tanpa gairah hidup alias layu (cepat tua sekali). Berbeda dengan mereka yang sejak semula sudah mempersiapkan masa pensiunnya untuk bisnis, tetap terlihat segar dan energik, hidup penuh gairah di masa tua.Anda perlu berpikir ulang bila totalitas hidupnya hanya untuk perusahaan/kantor. Untuk berpikir ulang (khususnya karywan kelas bawah) bila waktu senggangnya hanya habis untuk memanjakan diri.Pertanyaan kritis yang perlu diajukan adalah :apakah perusahaan/kantor Anda tengah memperiapkan Anda secara sistematis untuk masa pensiun?Atau perusahaan Anda hanya mengekspoitasi hidup Anda sehingga Anda merasa “dipenjara” oleh pekerjaan lalu dicampakan begitu saja ketika usia pensiun? Bila itu terjadi, kita pantas bersedih.
Di usia pensiun mestinya tinggal menikmati hidup malah kesengsaraan yang terjadi: “dicampakan” dengan alasan sudah tidak produktif lagi. Maka agar yang demikian tidak terjadi, membangun sendiri kerajaan bisnis sejak dini jauh lebih rasional,kalau tidak ingin terlunta-lunta hidupnya di masa tua (pensiun).Sampai di sini perlu saya ingatkan lagi apa yang dikatakan oleh Kiyosahaki di atas bahwa dunia kerja adalah dunia hidup untuk orang lain. Yang bekerja di perusahaan swasta,hidupnya diabdikan untuk sang majikan: gaji dan pola hidup ditentukan oleh sang majikan;yang bekerja di pemerintahan (PNS, pegawai negeri sipil) juga mengalami nasib yang sama: hidup untuk mengabdi, setelah tua silakan “kembali” ke rumah alias pensiun.Jabatan struktural di swasta dan di pemerintahan memang menjanjikan. Paling tidak gajinyadari segi pendapatan dan fasilitas. Tetapi perlu diingat bahwa semua itu bukan milik Anda.Jabatan dan fasilitasnya yang diterima adalah milik Pemilik Perusahaan itu sendiri bila Anda bekerja di swasta; dan milik publik bila Anda bekerja di pemerintahan. Apa artinya? Artinya bahwa jabatan yang Anda kejar dengan segala daya upaya itu sesungguhnya adalah milik orang lain. Pesan yang terkandung didalamnya adalah nasib Anda ditentukan oleh pemilik perusahaan, sehinga kalau dipandang tidak cocok lagi, atau tidak produktif lagi Anda diberhentikan (pensiun). Dan segera diganti oleh orang lain. Alangkah tragisnya hidup ini bila setelah bekerja keras, akhirnya hanya untuk orang lain.Berbeda dengan bila Anda bangun usaha sendiri. Katakanlah mulai hari ini Anda memulai bisnis, maka mulai hari ini juga Anda sedang membangun sebuah “kerajaan” bisnis sendiri.Segala modal, pikiran, tenaga dan waktu Anda curahkan untuk diri Anda sendiri, demi kerajaan (impian) Anda sendiri. Bila berhasil nanti, semua jerih payah akan Anda nikmati sampai anak cucu. Tidak ada yang berani memberhentikan Anda, tak Ada yang berani mencampakkan Anda, kecuali kehendak Tuhan.Bila karir di perusahaan/pemerintah ada batas-batasnya, kenapa kita tidak bangun bisnis sendiri? Bangun bisnis ibarat bangun “kerjaan” sendiri.
Waidi, Pengelola EU Purwokerto, Trainer dan Penulis buku-buku NLP: “The Art of Reengineering Your Mind for Success” (best seller), dan buku “Jangan Mau Seumur-umur
Dibodohi Diri Sendiri”, dosen Entrepneurship UNSOED.
Sumber : http://www.dian-beingbetter.blogspot.com/

Comments (0)

Dahsyatnya SEDEKAH !

Posted on 07 May 2011 by

MUSIBAH BERUNTUN KARENA KURANG SEDEKAH !

Kisah Nyata

Divonis jantung, Dessi Zailina (37) cuek saja. Ia tidak terlalu serius oleh diagnosa dokter. Ia pun tetap melakukan aktifitas. Padahal saat divonis, ia sedang hamil enam bulan. Ia tetap keluar rumah, beraktifitas. Akibatnya fatal, Dessi mengalami sesak nafas. Terpaksa ia menemui dokter lagi. Dokter pun merekomendasi supaya ke Spesialis Jantung. “Jantung ibu bocor!” ujar dokter. Ia pun dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita, Jakarta.
Dessi bukannya nurut, malah minta pulang kampung ke Palembang, untuk ziarah ke orangtua suaminya, Mazrul Jamal (39). Bukannya naik pesawat, Dessi sama suami melalui jalan darat. Usai ziarah kubur, Dessi pun kembali sesak nafas. Pulang ke Jakarta, pembantu masih mudik. Makin capeklah Dessi. Tapi dasar bandel, Dessi masih mau mengantar anak piknik ke Bandung. Sebagai akibatnya, balik ke Jakarta, sampai di rumah Dessi langsung lumpuh. Kaki kirinya tidak bisa digerakkan. Ke kamar mandi pun Dessi harus merangkak. Suami yang sedang di luar ditelpon,” Mah, mungkin itu karena asam urat tinggi,” simpul suami. Yang benar, kata dokter, efek dari jantung bocor!
Merasa sudah gawat, Dessi minta dirawat inap di klinik. Saat itu, bulan Nopember. Menurut dokter kandungan, Dessi akan melahirkan Desember. Pada hari ke-empat di klinik, Dessi anfal, sesak nafas hebat. “Saya sudah bilang ke suami, saya sudah nggak kuat, saya nggak kuat,” tuturnya.
Esok paginya, Dessi batuk darah. Tanggal 27 Nopember 2007, Dessi baru nurut masuk Harapan Kita. Di UGD dokter kebingungan. Sudah keadaan hamil tua, jantung bocor lagi! Tim dokter memutuskan, janin harus dikeluarkan. Resikonya sangat mengerikan: kematian salah satu dari keduanya, atau kedua-duanya! “Alhamdulillah, resiko itu tidak sampai terjadi. Anak ke-empat saya lahir dengan bobot 2,2 kilo,” tutur Dessi yang tinggal di Komplek Delta Mas, Cikarang.
Derita belum usai. Dua minggu setelah melahirkan, Dessi harus operasi jantung. Untungnya operasi lancar. Tapi masa penyembuhannya, enam bulan. Biayanya? Hanya rumah tinggal tersisa. Mobil, tabungan, dan sebagainya amblas! “Pokoknya habis-habisan deh,” papar Dessi.
Masih belum cukup, selama Dessi dirawat, suami harus menunggu. Hasilnya, pegawai swasta itu pun dipecat. Perusahaan tidak mau tahu. Satu bulan absen, tidak ada toleransi: out! Apalagi ini bakal absen berbulan-bulan.
Apakah yang menyebabkan Dessi selamat menjalani proses yang menakutkan itu? Persalinan lancar, operasi jantung lancar? Dessi masih ingat anak yang sulung Aldi Perdana Ramadhan, saat itu masih kelas empat SD, mengingatkan bahwa apa yang terjadi pada ibunya karena satu hal: kurang sedekah. “Anak saya bilang, waktu itu saya masih terbaring lemah di RS, Mah mungkin Mamah kurang sedekah kali, Mah.” Saya agak tersentak, tapi saya menjawab, iya mungkin Mamah kurang sedekah.” Dessi akui saat itu tak terlalu serius menanggapi anaknya.
Tapi lama kelamaan, Dessi berpikir mungkin benar peringatan anaknya. “Mungkin memang kuncinya pada sedekah. Musibah beruntun ini karena saya dan suami kurang sedekah.” Ia pun menyampaikan hal itu ke suami. Alhamdulilah, suami tanggap. Ia pun segera memesan nasi kotak 130 buah. Nasi kotak itu dikirim ke panti asuhan milik temannya. Tak lupa, Dessi menulis surat untuk anak-anak yatim. “Saya minta didoakan supaya operasi jantung saya lancar.” Dan memang, operasi jantung Dessi lancar. Padahal ia baru melahirkan ‘paksa’ anaknya, yang harusnya lahir sebulan lagi itu.
Setelah semua tuntas, tuntas pula harta untuk biaya operasi. Suami pun kehilangan pekerjaan. Dengan sisa tabungan, Jamal buka bengkel.
Ada yang mengherankan. Berkali-kali Aldi anaknya mengingatkan supaya jangan lupa sedekah. Dessi dan Jamal pun tiap bulan antar beras 50-100 kilogram ke panti asuhan milik temannya. Hasilnya, “Usaha suami saya lancar.” Avanza dan tabungan yang habis, kini diganti Allah Swt dengan yang baru: BMW dan Grand Livina. “Kami memperoleh mobil itu Agustus 2008, walau nyicil mbayarnya,” tutur Dessi.
Akhirul kisah, Dessi bersama suami Umroh, via Biro Haji & Umroh Wisata Hati.
Kaget juga Ustadz Yusuf Mansyur mendengar kisah Dessi saat mereka ketemu di Madinah, 9 Juni 2009. “Subhanallah, Mah..ternyata ada yang lebih parah dari kita. Tapi mereka, dengan barakah sedekah, selamat dari kebangkrutan,” tutur Dessi mengingat kata-kata Ustadz Yusuf. Yang lebih surprise lagi bagi Ustadz Yusuf, peringatan Allah melalui mulut anak Dessi sendiri yang baru kelas empat SD.
Sejak saat itu, Dessi dan suaminya, rajin bersedekah. Anaknya, Aldi, juga tak pernah lupa mengingatkan jika mamah atau papanya lupa bersedekah. Di sekolah, Aldi memang diajarkan rutin bersedekah oleh gurunya. Misalnya, tiap Jumat ada Infak ke Surga, dalam bentuk sedekah beras atau uang. Bahkan ada kupon sedekah yang nilai per kupon Rp 5000. Kebiasaan sedekah ini, melekat erat di benak Aldi. Ibu Dessi dan suami, patut bersyukur pada Allah mempunyai anak sholeh macam Aldi, dan tak lupa berterimaksih kepada SD Fajar Hidayah, yang mendidik Aldi minded dengan amal sedekah itu. [ApikoJM]

 

DARI CLEANING SERVICE MENJADI SEKRETARIS DIREKSI (Kisah Nyata)

Warlim (31), mengaku tak menyangka jika kini bisa jadi Sekretaris Direksi Rumah Sakit Cinere, Depok, Jawa Barat. Maklumlah, lulusan SMP asal Sumedang, Jawa Barat, ini memulai kariernya 10 tahun lalu sebagai staf cleaning service. 

Apa rahasia suksesnya?
Sedekah! Paling tidak berupa senyum tulus kepada saudaranya. Bukankah Nabi Muhammad SAW telah berpesan, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah” (HR Imam Tirmidzi).

Senyum yang murah tersungging di bibirnya, menunjukkan pria ini tak pernah mengeluh dengan pekerjaannya. Rekan kerja dan atasannya pun melihatnya sebagai pekerja yang bertanggungjawab, loyal, dan bersemangat untuk belajar.

Warlim misalnya, turut menyedekahkan waktu luangnya untuk membantu penyelenggaraan kegiatan keagamaan di lingkungan rumah sakit. Kegiatan ini pula yang ikut mempengaruhi jalan hidupnya.

Suatu ketika, Warlim bertugas mengundang Ustadz Yusuf Mansur untuk memberi taushiyah di pengajian bulanan. Dari perkenalan dan menyimak pesan dakwah Ustadz inilah, Warlim semakin giat bersedekah. Meski tak besar, Warlim rutin menyisihkan sebagian gajinya untuk sedekah. Dia juga turut membantu menghimpun sedekah untuk disalurkan melalui PPPA Daarul Qur’an.

Keikhlasan dan kerajinan Warlim dalam bekerja sambil berdakwah, rupanya menarik perhatian pimpinan rumah sakit. Ia lalu mendapat beasiswa melanjutkan pendidikan SMU dan bahkan perguruan tinggi. Hingga kemudian ia layak dipromosikan jadi Sekretaris Direksi.

Tak hanya itu. Lewat amalan sedekah dan ibadah, keinginannya untuk memiliki rumah sendiri, terwujud. ”Semuanya tak lepas dari sedekah atasan dan teman-teman saya,” ungkap Warlim penuh syukur.

Ia kini menempati rumah sendiri di Parung, Bogor, bersama sang istri Iin Parlina dan kedua anak mereka, Indah Linawati dan Muhamad Nawaf Mahfud.(Lukman Hakim Zuhdi).

(sumber Buku DAHSYATNYA SEDEKAH)

 

MENGURAS KONTRAKAN, MENDAPAT GOR (GEDUNG OLAH RAGA) Kisah Nyata

“Gila!” Begitu cibiran yang hampir tiap hari menyengat telinga Dani Hermawan. Cibiran sadis tersebut diterimanya, setelah ia mengambil keputusan drastis yang sangat tidak masuk akal bagi rasio awam. 

Bagaimana tidak. Dani hanyalah seorang pekerja serabutan. Ia tinggal di rumah kontrakan di Bogor bersama seorang anak dan istri yang tengah mengandung anak kedua. Untuk makan sehari-haripun, Dani sekeluarga sangat terbantu oleh kebaikan mertuanya.

Nah, dalam kondisi begitu, Dani malah menguras isi kontrakannya. Bukannya untuk dijual buat makan dan beli susu anaknya, tapi justru disedekahkan.

Pencerahan sedekah Dani dapatkan, setelah nyawanya hampir melayang di ujung putus asa.
Semula, Dani Hermawan seorang supplier ayam yang cukup berjaya. Peternakannya luas, ayamnya ribuan. Mobil pengangkut ayam tiap hari keluar-masuk kandangnya. Uang setoran pun mengalir deras ke kantongnya.

Sampai kemudian, wabah flu burung menyerang. Puluhan demi puluhan ayam negeri Dani mati, sampai akhirnya ludes tak tersisa. Dani Hermawan bangkrut pada tahun 2007.

Tragisnya, hampir tidak ada sisa masa kejayaan usaha Dani. Uang yang melimpah justru membuatnya lalai untuk menyiagakan masa depan keluarga. Bahkan rumah pun mereka tak sempat punya. “Saya lalai, saya lalai,” kenang Dani sambil terisak.

Bersamaan dengan itu, Nia Kurniawati istrinya pun di-PHK dari tempat kerjanya.
Untuk melanjutkan hidup sekeluarga, Dani lalu kerja serabutan sambil “mantab” (makan tabungan) yang sedikit tersisa. Beruntung dia memiliki mertua yang baik, sehingga kebutuhan dapurnya kemudian tertalangi. Walaupun, sebagai kepala keluarga yang pernah jaya, pria ini sungguh tak enak hati hidup dalam naungan mertua.

Perasaan bersalah, malu, sekaligus khawatir, menumpuk di dada, membuat Dani Hermawan stress. Apalagi anak mereka yang kedua jelang lahir. Duit dari mana buat biayanya? Uang dari mana untuk membeli susunya? Lalu buat sekolahnya nanti bagiamana?

Masya Allah, tak kuasa menahan stress, bisikan setan pun diikutinya. Satu malam, Dani ngeloyor ke rel kereta api tak jauh dari rumahnya. Sampai di sana, dia lalu nekad membaringkan diri menyilangi salah satu rel.

Ketika kupingnya menangkap deru kereta Jabotabek dari arah Jakarta, Dani segera memejamkan mata rapat-rapat. “Sebentar lagi penderitaanku akan berakhir,” batinnya, walau dibarengi rasa takut.

Wes ewes ewes, bablas keretanya. “Lho, aku kok masih hidup,” Dani kaget ketika membuka mata. Olala, ternyata kereta api lewat melalui rel satunya.

Dani lalu memejamkan mata lagi, berharap kereta berikutnya segera lewat dan melindas tubuhnya.
Tapi, tunggu punya tunggu, si kereta tak datang jua. Sementara, Dani harus bersilat melawan gerombolan nyamuk yang mengerubutinya. Plak, plok, plaak.

Tak tahan dingin dan nyamuk, akhirnya Dani urung bunuh diri. Dengan langkah lunglai, pulang dia ke kontrakannya.

Suatu malam berikutnya, giliran bisikan malaikat yang dia ikuti. Saat iseng menyetel TV Banten, tiba-tiba Dani terpaku pada taushiyah Ustadz Yusuf Mansur. Sang Ustadz tengah menguraikan sedekah sebagai solusi problema kehidupan.

“Sedekah akan cepat bunyi bila ditunaikan dalam keadaan kita kepepet, lagi butuh, atau sangat menyayangi harta yang akan kita sedekahkan,” kata Ustadz, yang menancap betul di benak Dani.
Besoknya, dengan getol Dani mulai memburu dan melahap taushiyah Ustadz melalui radio dan televisi, juga VCD.

Melihat hobby baru suaminya, semula Nia sinis. “Aa’, yang pasti-pasti aja deh. Uang itu ya didapat dari kerja, bukan sedekah,” kata Nia yang waktu itu masih belum berbusana muslimah.
“O iya, ini juga pasti Dik. Tinggal kita yakin apa enggak,” Dani mencoba sabar. Ia maklum, dalam kondisi seperti ini istrinya jadi sensi.

Namun satu sore, Dani memergoki istrinya tengah menyimak VCD The Miracle. Tampak Nia manggut-manggut, merasa mendapat pencerahan.

“Iya ya A’, kita sedekahkan yang kita punya yuk,” katanya, disambut senyum Dani.
Tak tega rasanya Darmawan Setiadi, saat menjemput sedekah Dani di kontrakannya. Di bawah tatapan melompong putri Dani, Darmawan dan tim PPPA Daarul Qur’an mengangkut kulkas, televisi, tape, sampai ke handphone satu-satunya milik tuan rumah. Semua barang itu bakal dijual di PPPA Shop, hasilnya untuk membiayai program pembibitan penghafal Qur’an.

“Mas Dani, bagaimana kalau hape-nya tidak usah ikut disedekahkan. Mas Dani kan sangat memerlukannya,” bisik Darmawan kepada Dani.

“Oh, tidak Mas. Saya memang sudah meniatkan untuk disedekahkan bersama barang-barang lainnya. Doakan saja agar Allah memberi balasan yang terbaik buat kami,” jawab Dani mantap. Apa boleh buat. Sambil menahan tangis haru, Darmawan membawa semua barang sedekahan Dani. Tak ayal, kontrakan Dani langsung kosong melompong. Yang tersisa hanyalah almari kayu tua yang sudah tidak layak untuk disedekahkan sekalipun.

Almari itu bagian tengahnya bolong, tadinya untuk wadah TV. Setelah TV-nya diangkut, Az Zahra anak sulung Dani nyeletuk, “Yah, sekarang kita nonton tipinya bohong-bohongan ya?”
Dani menjawab dengan mengusap sayang kepala putranya. “Tenang, Nak, Allah Maha Kaya dan Maha Mengetahui,” katanya, ditingkahi senyum tulus sang istri.

Setelah itu, Dani dan Nia Kurniawati, menggetolkan riyadhoh. Mereka dawamkan amalan wajib, ditambah amalan sunnah Nabi seperti sholat tahajjaud, dhuha, dan puasa Senin-Kamis.

Saking rindunya pada Rasulullah SAW, Dani bahkan mulai membiasakan diri mengenakan baju gamis. Namun, mantan pengusaha peternakan ayam yang kini hobby-nya ke masjid itu, malah disalahpahami. Bahkan sebagian orang menganggapnya kurang waras.

“Dik, mengapa mereka tega mengataiku gila. Apakah orang tidak boleh berubah jadi baik,” keluh Dani Hermawan pada istrinya. “Sabarlah A’, insya Allah, Allah akan menunjukkan jalan,” Nia menghibur suaminya.

Kabar tentang “keanehan” Dani, rupanya sampai juga ke seorang pengusaha yang masih tetangganya. Suatu malam, Dani dipanggil ke rumah si pengusaha. Setelah menyimak kisah singkat perjalanan hidup Dani, pengusaha itu berkata, “Hobby-mu apa Dan?”
“Badminton, Pak, tapi belakangan ini sudah jarang main lagi,” Dani tersenyum.
“Ya sudah, nanti kapan-kapan kita ketemu lagi.”
Saat dipanggil kembali, Dani kaget bukan kepalang. Pengusaha tersebut menjadikannya manajer Gedung Olah Raga (GOR) badminton di Jalan Soleh Iskandar, Bogor.

Selain menyewakan gedung badminton, Dani Hermawan juga mengajar kelas bulu tangkis. Dia pun melayani les privat olahraga yang sama. Ini menjadi kekuatan GOR yang dikelolanya.
“Awalnya, hanya satu klub yang menjadi pelanggan kami. Sekarang alhamdulillah, sampai harus antri kalau mau makai GOR kami,” kata Dani.

Kini, kehidupan Dani Hermawan dan istrinya bersama kedua buah hati mereka, Azzahra Putri Dani dan Juaneta Putri Dania, jauh lebih baik. Tanpa dipaksa sang suami, Nia Kurniawati sudah berbusana muslimah. Mereka sangat mensyukuri semuanya, meskipun belum memiliki rumah sendiri. (aya hasna)

(sumber buku dahsyatnya sedekah)

 

Sedekah Tak Terbukti “Uang Kembali !” (keyword=ikhlas!)

Suatu ketika di tahun 2006, dalam acara Islamic Book Fair di Gelora Bung Karno, ustadz Yusuf Mansur menantang jamaah. Usai sedikit memberi pengantar tentang kehebatan sedekah, Sang Ustadz berkata, “Silakan Bapak-bapak Ibu-ibu sisihkan uang untuk kami salurkan untuk kegiatan sosial.” Lalu ia bentangkan sorban di atas meja. “Perhatikanlah, sesudah Bapak dan Ibu bersedekah, apa yang terjadi. Kalau sekiranya, tidak terjadi apa-apa yang menunjukkan bahwa sedekah adalah amal ibadah yang luar biasa, bapak ibu silakan hubungi saya, uang akan saya ganti,” tantangnya.
“Tapi kalau ternyata sedekah bapak dan ibu terbukti dibalas dengan berbagai kebaikan berlipat, hubungi saya juga, lalu ceritakan kepada saya dan masyarakat agar gemar bersedekah.”
Para pengunjung itu pun satu persatu merogoh kantongnya. Di atas sorban Ustadz Yusuf Mansur pun terkumpul beberapa pecahan rupiah. Dari pecahan seribu sampai seratus ribu rupiah.
Di antara yang ikut menaruh uang sedekah di atas sorban adalah Amad Chumsoni (34). Pegawai sebuah perusahaan kontraktor itu meletakkan selembar uang limapuluh ribuan. “Saya penasaran ingin membuktikan tantangan Ustadz Yusuf Mansur,” ungkap Amad.
Seminggu ditunggu, dua minggu dinanti, tak ada kejadian istimewa.
Bulan kedua, sepertinya ada yang patut direnungkan oleh Amad.
Saat itu, istrinya hamil tua 8 bulan. Akibat ikut sinoman (membantu orang hajatan—red) acara walimahan orangtuanya, Marwita (34) istrinya, kelelahan. Takut berpengaruh terhadap janin, Amad melarikan istrinya ke rumah sakit, menjalani rawat inap. Beberapa hari saat istri masih dirawat, teman sekantor, kontak. “Pak, tolong, minta nomor rekeningmu.” Nomor rekening Amad tak berapa lama, bertambah 5 juta rupiah! Amad pun,” Apakah ini balasan dari Allah Swt atas sedekah 50 ribu saya tempo hari?” Entahlah, Amad hanya berucap syukur, karena pertolongan datang di saat yang sangat tepat.
Selang beberapa lama, Amad yang masih kuliah S2 itu ketemu temannya. “Mad, apa kamu nggak kepengin pergi naik haji?” Amad menjawab retoris,”Siapa sih orang yang tidak mau naik haji?”
Temannya lalu memberi saran, ”Kalau memang ada keinginan, lanjutkan dengan niat yang kuat untuk mewujudkan keinginan itu. Paling tidak dengan tindakan nyata. Misalnya dengan membuka rekening tabungan haji.” Amad berpikir sejenak,” Hhmm betul juga saran teman saya ini.”
Tak lama, Amad membuka rekening tabungan haji. Ia setor 900 ribu sebagai awalan. Istrinya juga ikut buka rekening haji. Setoran awal satu juta. Amad cerita ke teman-temannya, bahwa ia berencana naik haji. Seorang temannya mengingatkan, ”Hati-hati Pak Amad, kalau buka tabungan haji, nanti rezekimu jadi dasyat!”
Selain rezeki mungkin dasyat, tetapi godaannya juga cukup berat.
Tahun 2007, tabungan haji Amad dan istrinya sudah cukup. Waktu itu sudah terkumpul 54 juta rupiah. Cukuplah karena ONH memang Rp 27 juta saat itu. Diperkirakan kalau setor ONH 2007, maka ia bisa berangkat paling cepat 2009 atau 2010. Maklumlah waiting list calon jamaah haji Indonesia, bejibun.
Godaan itu pun datang. Tiba-tiba Amad berkeinginan membeli laptop. “Padahal saat itu saya sudah punya PC yang masih bagus,” katanya. Maka uang ONH cash on hand itu pun ditimang-timang. Apa sebagian mau dipakai dulu buat beli laptop atau gimana. Kan waktu hajinya, masih panjang.
Saat itu peringatan langsung datang. Di kantor, dua HP Amad hilang dicuri orang! “ Saya heran, selama ini HP saya taruh di meja kerja aman-aman saja, mengapa hari itu saya apes sekali?”
Amad pun kembali merenung. “Apa ada yang salah dengan pikiran dan tindakan saya selama ini?” Cukup lama Amad coba introspeksi diri. “Mungkin karena saya mencoba menyelewengkan uang tabungan haji untuk keperluan lain, yakni membeli laptop. Astaghfirullahal adziim,’’ Amad bersegera kembali ke niat semula, naik haji. Uangnya segera ia setor.
Sungguh aneh, tak berapa lama, kantor memberinya sebuah HP dan sejumlah uang. “Ini HP untuk menggantikan punyamu yang hilang, dan uang ini terserah mau beli HP lagi atau keperluan lain.”
Kemudahan berikut didapat Amad. Seyogyanya Amad dan istrinya berangkat 2009 atau 2010, tetapi di tahun 2008, mereka berdua sudah bisa terbang ke tanah suci.
Bahkan sebelum berangkat haji, Amad sempat ditugaskan kantor untuk ke Banjarmasin. Naik pesawatlah ia kesana. “Sepertinya saya dilatih untuk biasa naik pesawat, karena memang sebelumnya saya belum pernah naik pesawat terbang.”
Dihitung-hitung secara matematik, memang tidak bisa. Apakah semua itu karena sedekah yang ia berikan dulu. Tapi yang jelas, seusai naik haji, di rumah kontrakannya Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jaktim kedatangan tamu yang menawarkan rumah. Seorang teman yang butuh uang. Uang di kantong tak ada sepertiganya dari harga yang diminta temannya. Namun dengan bantuan pinjaman kantor dan keluarga, rumah seluas 49 meter persegi itu pun terbeli. “Alhamdulillah, Mas… saya akhirnya punya rumah sendiri, setelah sekian lama berstatus ‘kontraktor’,” ujar lelaki kelahiran Kutoarjo, Oktober 1975 ini setengah bergurau. [team daqu]

 

Ikuti Kisah-Kisah NYATA lainnya dari DAHSYATNYA SEDEKAH klik disini

Comments (0)

Jika Amal Tak Kunjung Berbalas

Posted on 04 May 2011 by

Sudah sedekah habis-habisan, sholat dhuha dan tahajud pol-polan bahkan masih dilengkapi juga dengan puasa sunnah senin kamis tanpa putus. Tapi mana buktinya? Mana katanya akan dibalas 10x lipat, 100x lipat bahkan 700x lipat?  Pernah mengalami seperti itu? Dalam ucapan mungkin tidak, tapi dalam hati mungkin iya. Saya sendiripun terkadang selintas pernah juga berpikiran begitu. Untungnya mengeluhnya kembali kepada Allah dan ndak cerita ke orang-orang (lha sekarang kok cerita? hehehe).

Berdasarkan pengalaman selama ini dan alhamdulillah ternyata cocok juga dengan cerita para pencinta sedekah lainnya, ternyata cara Allah membalas amal ibadah kita itu unik banget. Bahkan ketika tahu bagaimana itung-itungan balasan Allah, saya jadi nangis sendiri, gak pantas kayaknya kita masih mengeluh ketika amal kita tak kunjung berbalas.

Kata kuncinya cuma satu, saat anda menghitung balasan itu berdasarkan materi, atau saat anda menganggap yang dimaksud balasan itu hanya rupiah (atau dollar), maka hendaknya anda juga menilai semua pemberian Allah dengan uang juga.

Oke, kita coba hitung yuk berapa yang sudah kita berikan pada Allah. Misalnya kita sedekah 1 juta, ditambah sholah dhuha 4 rakaat selama sebulan ditambah tahajud+witir 11 rakaat selama sebulan dan puasa senin kamis selama sebulan (8 kali). Anggap aja nilai semua amal kita adalah 1 juta. Mau kan dibayar 1 juta untuk tiap rakaat sholat? Pasti mau! Dan untuk puasa sunnah kita dibayar 10 juta per puasa. Mau dong ya?

Oke, inilah hasilnya:

  1. Sedekah = 1 juta
  2. Dhuha 4x30x1 juta = 120 juta
  3. Tahajud 11x30x1 juta = 330 juta
  4. Puasa sunnah 8×10 juta = 80 juta
  5. TOTAL = 531 juta

Nah, kita sudah memberi Allah amal senilai 531 juta. Trus sesuai janji Allah, maka kita akan dapat 10x lipat instant!! benar ndak kita dapat 5,31 Milyar? Kita hitung yuk

  1. Biaya agar mata tetep bisa melihat sebulan (17,5 juta per operasi)
  2. Biaya oksigen selama sebulan (50.000/4 jam atau 6x30x50.000 = 9 juta)
  3. Biaya supaya darah tetep bisa jalan mulai dari jantung, muter sampai jantung lagi
  4. Biaya supaya darah tetep bersih (cuci darah 900.000 2x seminggu = 7,2 juta )
  5. Jaminan keselamatan di jalan selama sebulan
  6. Biaya agar otot tetap bekerja

List ini akan makin panjang kalau kita lebih teliti lagi merincinya. Dan saya yakin seandainya semua itu dinonfungsikan oleh Allah 5 menit saja, uang 500 juta yang kita punya takkan sanggup untuk membayarnya.

Tapi untunglah bukan seperti itu perhitungannya. Untungnya Allah ndak seperti kita yang suka hitung-hitungan dalam beramal. Protes saat jatah kita tak kunjung tiba. Allah tidak menuntut kita membayar semua nikmatnya ini. Dan kenyataannya, amal yang kita lakukan memang bukan untuk itu. Semua amal itu adalah agar Allah lebih memperhatikan kita sebagaimana seorang anak yang mencari perhatian ibunya. Semua amal itu untuk diri kita sendiri. Bahkan seandainya semua makhluk didunia ini menentang Allah, niscaya tak sedikit-pun berkurang kekuasaan-Nya.

Lha terus kenapa amal saya gak kunjung dibalas?

Ada beberapa skenario yang mungkin disiapkan Allah untuk kita. Pertama mungkin Allah sedang menguji kesungguhan kita dalam beribadah. Benarkah kita beribadah semata-mata hanya untuk-Nya. Ataukah kita hanya ibadah pas butuh saja? Jika kita dinilai sebagai ahli ibadah pas butuh saja, maka Allah sengaja menunda pemberiannya agar kita jadi ahli ibadah lebih lama sedikit :)

Skenario kedua, ibadah kita tak layak dibalas di dunia. Rasanya dunia ini terlalu kecil untuk menerima hadiah dari Allah. Maka balasan itu ditangguhkan-Nya hingga di hari akhirat kelak. Sementara itu, semua kebutuhan kita dipenuhi Allah dari arah yang tidak disangka-sangka. 10 juta yang kita harapkan telah dibalas Allah dalam bentuk kecil-kecil yang kita tak pernah menyadarinya.

Skenario ketiga adalah ibadah dibalas dengan yang jauh lebih besar. Saking besarnya sampai kita tak mampu melihatnya. Contohnya kita sedekah 10 juta, kita memang tidak mendapat rejeki nomplok 100 juta gitu aja, tapi anak kita tiba-tiba jadi baik, mau sholat. Anak yang biasanya nilainya pas-pasan jadi naik semua hingga 3 besar padahal ndak pernah belajar atau saat kita kesulitan ada aja jalan mudah untuk keluar dari kesulitan itu.

Nah, mari kita coba renungkan apa sih yang diinginkan Allah pada kita. Jangan pernah berhenti untuk berdoa. Kita sangat diijinkan untuk berdoa, meminta sesuatu dengan washilah amal ibadah kita. Tapi justru ketika amal itu tak kunjung berbalas, pada kenyataannya adalah kita sudah mendapatkan perhatian lebih-Nya.

Sumber : http://lutviavandi.com/jika-amal-tak-kunjung-berbalas.html

Comments (0)

Career Revolution – Cara Cepat Promosi Naik Pangkat dan Naik Gaji

Posted on 28 April 2011 by

Career Revolution, sungguh merupakan suatu impian bagi semua orang yang bekerja: Cepat Naik Pangkat dan Cepat Naik Gaji Besar.

Saya pribadi pernah bekerja delapan tahun di sebuah Bank Swasta Terbesar di Indonesia, dari tahun 1992-2000. Mulai masuk bekerja sebagai MDP (Management Development Program) atau Kader Pemimpin. Belajar terlebih dahulu selama 15 bulan. Setiap minggu ulangan, setiap 3 bulan ujian seperti ujian skripsi. Tidak lulus boleh mengulang sekali. kalau masih belum berhasil, akan dikeluarkan dari MDP.

Ternyata setelah lulus MDP, karir saya termasuk sangat cepat. Hanya dalam waktu 21 bulan setelah lulus MDP, saya diangkat menjadi Wakil Pemimpin Kantor Cabang Utama di Cabang kelas Wilayah (Cabang Besar). Sukses dua tahun sebagai Wakil, kemudian dipromosi menjadi Kepala Cabang Utama. Gaji juga mengalami lonjakan sangat besar, sekitar 1200% atau duabelas kali lipat dalam waktu 6,5 tahun berkarir. Dan pindah ke perusahaan baru dengan posisi Senior Vice President, dengan gaji 3 kali lipat dari yang sudah naik duabelas kali.

Ini rahasia nya:

  1. Bisa dipercaya.
  2. Punya nilai tambah.
  3. Berperilaku menyenangkan.
  4. Dikenal orang yang tepat dalam jumlah yang banyak.

Mari kita bahas satu persatu Rahasia di atas.

1. Bisa Dipercaya.

Tidak bisa dipercaya tidak ada karir! Selesai. Titik. Hal ini adalah syarat mutlak dalam berkarir. Kadang ujian bisa dipercaya atau tidak sangat tipis. Misal waktu saya menjadi wakil pemimpin, saya tidak tahu bahwa penggunaan telpon pribadi dimonitor oleh atasan saya. Untung saat itu setiap bulan saya minta print penggunaan telpon dengan kode password saya dan penggunaan interlokal pribadi saya keluarkan dan saya bayar pribadi. Saya baru tahu ketika wakil pemimpin yang lain marah-marah karena diminta membayar penggunaan telpon pribadi.

Juga anda tidak pernah tahu anda sedang di tes atau tidak oleh atasan anda. Contoh satu hari saya diminta oleh Wakil Presiden Direktur untuk mendatangi sebuah perusahaan, dan oleh pemilik perusahaan tersebut saya diberi amplop ucapan terima kasih dan tentu saja ini adalah hal terlarang di perusahaan saya, maka saya tolak. Eh sore harinya saya di telpon oleh Wapresdir yang merangkap Kepala Divisi HRD (sekaligus anak pemilik perusahaan!), diberi ucapan selamat bahwa saya lolos tes, dan siap untuk dipromosi jadi pemimpin cabang! Bisa terbayang bila saat itu saya tidak lolos tes. Tidak ada promosi. Tidak ada karir lagi. Masuk daftar black list. Tunjukkan anda bisa dipercaya dalam hal besar maupun hal kecil.

2. Punya Nilai Tambah.

Diakui atau tidak, sadar atau tidak, ketika kita berkarir, kita akan dibandingkan dengan rekan kita.

Usahakan kita punya nilai tambah lebih dari orang lain. Caranya: Ambil tanggung jawab lebih, kerja ekstra. Dan yang terbaik adalah jadi yang Terbaik di Bidang yang sedang dimonitor, atau kita buat atasan mengetahui bidang yang kita terbaik. Cara jadi yang terbaik;

a. Secara sadar kita menentukan bahwa kita mau jadi yang terbaik.

b. Alasan sangat kuat untuk menjadi yang terbaik, demi orang-orang yang kita cintai.

c. Belajar dari yang Terbaik.

Ketika berkarir saya mendapatkan prestasi Hasil Audit Terbaik di Indonesia, Pertumbuhan Pemegang Kartu ATM Terbesar, Pertumbuhan Kartu Kredit Terbesar, Tingkat Mati Mesin ATM Terendah Seluruh Indonesia dll. Semua tercapai karena melakukan tiga hal di atas.

3. Berperilaku Menyenangkan.

Berarti kita sopan santun sesuai dengan budaya perusahaan, inisiatif menyelesaikan masalah tanpa disuruh, semangat, antusias, positif. Dan sadar 3 T dalam berbicara. Timing, Teknik, dan Tempatnya.

4. Dikenal Orang yang Tepat dalam Jumlah yang Banyak.

Percuma kalau kita hebat hanya dikenal oleh office boy. Pastikan atasan yang kompeten menaikan gaji, serta mempromosikan kita tahu kelebihan anda. Satu hal lagi, pastikan yang tahu bukan hanya atasan kita langsung, juga atasan kita yang lain, bahkan atasan atau pemilik perusahaan lain. Ikut organisasi, perkumpulan, asosiasi. Berani tampil, jadi pengurus, jadi ketua. Dulu saya aktif di Asosiasi Management Indonesia, bahkan sempat menjadi Ketua Umum hampir satu periode di kota Malang dan satu periode di kota Jakarta. Dengan kita dikenal banyak orang maka selain kita lebih dihargai di dalam perusahaan, kita juga dihargai di luar perusahaan.


Akhir kata, semoga artikel ini memberi strategi serta motivasi sehingga karir anda terjadi revolusi, naik pangkat dan naik gaji dengan cepat!


Salam Dahsyat Selalu!


Tung Desem Waringin

Penulis Buku Rekor MURI Terlaris di Indonesia ”Financial Revolution” dan ”Marketing Revolution”

Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

carrer tdw (2), karir revolution tung desem waringin tdwclub (2), fortuner tdw (1)

Artikel Career Revolution – Cara Cepat Promosi Naik Pangkat dan Naik Gaji ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

Comments (0)

Sukses Bisnis Cara Rasulullah SAW

Posted on 17 April 2011 by

Apa Kabar ? Mudah-mudahan Anda sekeluarga senantiasa dalam kebaikan dan kesuksesan dalam lindungan-Nya

Hari ini saya ingin membagikan informasi yang mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda.

Sebuah ebook berjudul “Sukses Bisnis Rasulullah SAW” karya putra bangsa Dr. Muhammad Syafii Antonio bisa Anda dapatkan secara Bayar Gratis.

Silahkan download melalui fanspagenya :
http://facebook.com/antonio.tazkia

 

Bila formulir belum muncul silahkan refresh browser Anda atau tekan tombol F5, Bila kebetulan Anda sudah menjadi penggemar/fans silahkan klik link disebelah kiri bertuliskan “eBook gratis dan info Beasiswa”

Demikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi yang memerlukannya, dan abaikan bila informasi tidak bermanfaat bagi Anda.

Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan

Comments (0)

Budaya Bohong, Apakah Kita Akan Mengikutinya Juga?

Posted on 30 March 2011 by

Jika dalam artikel yang lalu saya pernah menuliskan agar kita mau mempelajari sesuatu sebelum mengikutinya, insya Allah 2 hari lagi akan ada budaya jelek yang entah kenapa harus diperingati juga setiap tahun. Itulah April Mop. Konon pada hari itu semua orang diijinkan untuk berbohong. Aneh… Dan dari pantauan timeline saya, ternyata orang-orang yang punya banyak fans malah dengan bodohnya ikut-ikutan baik secara sadar maupun tidak mengkampanyekan budaya aneh ini. Pertanyaannya kemudian apalagi pembelaan kita atas kebudayaan tak bermoral ini? Bohong bagaimanapun bentuknya adalah sebuah dosa. Bahkan dalam Islam hanya 3 kebohongan yang dimaafkan yaitu:

  1. Bohongnya suami pada istri untuk menyenangkan hatinya
  2. Bohongnya seseorang pada 2 orang yang sedang berselisih agar keduanya rukun kembali
  3. Bohong kepada musuh dalam peperangan

Kebohongan biasanya akan selalu membawa kebohongan yang lain untuk menutupi kebohongan yang pertama. Bahkan Rasulullah sendiri pernah berwasiat pada salah seorang dari suku badui agar jangan berbohong.

Diceritakan ada seorang badui ingin masuk Islam. Dia menemui Rasulullah dan mengatakan ingin masuk Islam tapi tak mampu meninggalkan minum khamar dan berzina. Lalu Rasulullah berkata kalau begitu jangan bohong.

Alhasil, badui ini justru tak pernah lagi minum khamar dan berzina karena takut berbohong kalau ditanya oleh Rasulullah. Sedangkan jika dia bicara jujur, hukum Islam siap menanti.

Begitu dahsyat efek dari kebohongan. Perceraian biasanya juga diawali dengan kebohongan. Korupsi juga dilandasi dengan kebohongan. Penipuan udah jelas buah dari kebohongan. Dan sekarang ada orang-orang yang mau bersatu padu ingin berbohong di bulan April. Jika anda ketemu pembohong lusa besok, tampar aja mulutnya biar terkenang selama hidupnya. Lalu katakan padanya juga “APRIL MOP!! Rasain lu”

Sumber : http://lutviavandi.com/budaya-bohong-apakah-kita-akan-mengikutinya-juga.html

Comments (0)

Strategi Memenangkan Kompetisi

Posted on 18 March 2011 by

https://lh5.googleusercontent.com/_9W8681AXnyo/TXskti0TI3I/AAAAAAAAATA/ZlNVWhC4EK8/kompetisi.jpgDalam bisnis, tidak lepas dari yang namanya kompetisi. Ada kompetisi yang sehat, ada pula yang tidak sehat.

Kompetisi yang sehat semisal dengan cara menjadi SAPI UNGU

Apakah itu ?

Kalau kita lihat biasanya sapi itu kan warnanya putih. Dari sekelompok sapi sejumlah 20 misalnya, kalau putih semua, susah kan membedakannya??? Tapi jika ada 1 sapi warnanya ungu, itu akan menyita perhatian kita. Betul tidak ?

Continue Reading

Comments Off

Pintar vs Bodoh ala Bob Sadino

Posted on 15 March 2011 by

Pintar vs Bodoh ala Bob Sadino

Terlalu Banyak Ide – Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya
Miskin Keberanian untuk memulai –Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.
Continue Reading

Comments Off

Advertise Here
Advertise Here


BONUS KUNJUNGAN


Ebook, Software dll GRATIS






Masukkan Data Anda dibawah ini !
Tenang Bro Data Aman !

eMail address:
First Name:

:. HOT NEWS .:

Get Adobe Flash player

FREE UPGRADE HOSTING UNLIMITED


GRATIS MINI MP3 PLAYER - MEMORY 8 GB


:. Kontak Saya .:





:. Twitter Update .:






:. TRANSLATOR .:


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Xtreme Tracking

eXTReMe Tracker


:. Sekilas Info ! .:

:. INVESTASI .:



Download GRATIS PDF dan 3 Video Kaya dari Properti TANPA MODAL


Dapatkan BONUS Senilai Ratusan Ribu Rupiah dari Buku Properti TANPA MODAL 60 Hari UNTUNG 1 MILIAR


KISAH NYATA: Ibu Rumah Tangga: Modal buku pinjaman, SUKSES BELI PROPERTI TANPA MODAL, malah dapat modal Rp. 150.000.000,-


Workshop Property Cash Machine



:. Partners of Investment.:





:. SERBA GRATIS .:

Wirausaha

Mobil Bekas

Kontak Jodoh

Pasang Iklan Rumah

Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

Download GRATIS PDF dan 3 Video Kaya dari Properti TANPA MODAL

Produk Gratis

Informasi penting:

Membeli Rumah Tanpa Modal

Masukkan nama & email anda di sini dan dapatkan informasi properti diatas, GRATIS!

Nama:

Email:

 

:. Zona Selamat .:



Rekening BCA

No. a/c 603-075-1351

a/n. Yay.Daarul Qur'an Nusantara

Program Pembibitan Penghafal Al Qur'an

Pimpinan Ust.Yusuf Mansur

Hanya Rp.20.000,- / bulan

Website TIKET KE SURGA:

http://www.pppa.or.id

"Setiap Transaksi Anda Rp.1000,- di Site ini

akan di-Shodaqoh-kan ke Yay.Darul Qur'an Nusantara"


DAHSYATNYA SEDEKAH KLIK DISINI

:. Toko Online Yunianto .:



Untuk Anda yang Mau Memiliki Toko Online Silakan Klik Pada Gambar di atas

:. LIVE Radio Streaming .:

RRI PROGRAMA-2 SEMARANG

Tertarik Punya Kaya' Gini Klik Disini !

:. Cek Kurs $$$, Emas dll .:

:. Advertensi .:

peluang usaha
Cara Pemula (sekali) untuk Membangun Website
Dapatkan DISCOUNT Rp.20.000,- Buruan Limited Time

Hosting Murah dan Powerfull - NameCheap.Com

Cukup dengan $0.01 / Rp.100,- di bulan Pertama, gunakan coupon : YUNIANTODOTCOM

Cafe Bisnis Online
Web hosting

:. Come From … .:



Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.