“Saya Tidak Punya uang pak !!! ……dan tidak punya modal untuk menjalankan bisnis property yang menghasilkan pak !!!”
Demikian salah satu dari sekian banyak email yang saya terima.
“Saya masih seorang pegawai rendahan pak , tidak punya modal untuk berbisnis , tidak bisa ikut karena saya masih banyak hutang pak , saya sedang dikejar2 debt collector pak , saya sudah banyak belajar ilmu tentang property, tapi belum sukses2”
Dan masih banyak email senada lainnya, yang biasanya di akhir email terkadang terselip permintaan tolong agar mereka bisa keluar dari jeratan2 tersebut dengan cara ingin belajar di kelas Property Cash Machine .
Saya selalu berterus terang bahwa, bahkan di kelaspun saya selalu tekankan secara khusus bahwa Property Cash Machine sistem yang saya lakukan dan ajarkan, bukanlah “get rich quick scheme program“ alias bukan “program kaya mendadak“ dan saya tidak bisa membantu teman2 sekalian yang terjebak dalam masalah yang disebutkan diatas selama mereka masih fokus terhadap masalah-masalah mereka tersebut.
Dengan kendala-kendala seperti itu , tentu ada hal-hal yang harus kita lakukan di awal.
Oh ya apa itu ?
Anda benar-benar mau melakukannya ?
Yakin mau melakukannya ?
Oke baiklah…
Pertama tama STOP berfokus terhadap masalah yang saat ini menimpa anda.
Alasan utama saya saat pertama kali menyelenggarakan workshop Property Cash Machine di bulan Maret 2008 adalah karena keprihatinan saya melihat dan mendengar banyak kasus yang sama seperti hal yang di atas saya sebutkan. Yang jika saya amati disebabkan karena ketidak tahuan, karena kesembronoan, karena kepedean, karena belajar yang setengah tengah sudah langsung action.
Kalau sudah telanjur terjerumus, tetap hadapi, walau sambil terseok seok sekalipun, dan ubah fokus pada solusi, fokus pada bisnisnya bukan pada masalah atau hutangnya, fokus pada jalan keluar yang selalu ada.
Biasanya kebanyakan orang yang menghadapi masalah seperti ini, pada umumnya mereka mengeluh, menggerutu, menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain, menyalahkan nasib, dll….. akibatnya adalah mereka bukannya melihat jalan keluar yang ada didepan mata, tapi semua jalan seakan akan terlihat buntu. Mengapa mereka tidak melihat jalan keluar? Karena fokus pada masalahnya, karena itu stop fokus pada masalahnya.
Kemudian langkah kedua adalah : Lakukan action sekecil apapun, fokus pada saat ini, apapun yg dilakukan saat itu. (Rubah fokus dari masalah, ke solusi)
Nah langkah berikutnya yang ketiga, adalah : mulailah belajar untuk menyisihkan pendapatan , berapapun yang disisihkan, bukan masalah besar kecilnya, tapi ini adalah latihan disiplin dalam mengatur keuangan, kebiasaan yang akan melatih pikiran bawah sadar untuk disiplin dan sekaligus sebagai langkah awal menuju kesuksesan selanjutnya.
Kadang kebanyakan orang selalu beralasan bahwa karena pendapatan mereka sedemikian kecilnya boro2 nabung untuk makan saja sulit karena pengeluaran yang besar.
Kembali lagi saya jelaskan, ini bukan masalah besar kecilnya ,tapi ini adalah untuk menimbulkan kebiasaan positif yang baru, tabung, sisihkan berapapun penghasilan anda, walau awalnya hanya 1000 rupiah sekalipun. “BerInvestasilah untuk menjadi KAYA, bukan menjadi kaya baru berinvestasi”
Lalu biasanya timbul pertanyaan berikutnya lagi…
“Lah pak , modal saya kan tidak ada , bagaimana saya bisa menjalankan bisnis property ?
Saya modalnya kecil , apa bisa pak menjalankannya ?”
Pesan saya adalah “Jangan pernah menjadikan alasan dana atau modal yang kecil bahkan nol alias kosong sebagai penghambat anda untuk memulai bisnis atau investasi property. Saya sendiri selama ini tidak pernah menjadikan keterbatasan saya sebagai alasan, justru dengan keterbatasan saya itulah, yang memicu saya untuk melakukan proses berpikir kreatif, sehingga timbullah Property Cash Machine system – sebagai strategi saya untuk melakukan bisnis dan investasi properti TANPA MODAL.”
Telah banyak dari alumni-alumni workshop Property Cash machine yang akhirnya bisa mewujudkan impian mereka dengan mempraktikkan apa yang saya ajarkan.
Dibawah ini ada beberapa beberapa komentar yang saya terima dari teman teman alumni… yang saya anggap akan lebih membuat teman teman terinspirasi……..
Gunawan said:
Saalaaam Sukses Luuuaaar Biaasaa P.Joe. Tehnik Visualisasi yang diajarkan di seminar PCM P.Joe memang luuuaaar biaaasaa,terbukti Ilmu tsb Saya praktekkan langsung setelah selesai mengikuti Seminar PCM P.Joe.Saya Visualisasikan sudah membeli Rumah. Terus Saya Visualisasikan,Saya Sekeluarga membersihkan Rumah Impian tsb, setelah selesai, Saya sekeluarga bercanda ria diruang tamu sambil ngopi dengan kue favorit saya.Tehnik Visualisasi tsb terbukti Sakti Mandraguna, karena hanya dalam kurun waktu 3 bulan,Saya berhasil membeli Rumah Impian tsb. Karena itu, Praktekan Ilmu yang kita dapat di seminar NOW OR NEVER.Kata pepatah “Pesimis mengarah pada kelemahan,Optimis mengarah pada Kekuatan” Salam Sukses buat P.Joe & Keluarga beserta Team PCMnya, terima kasih.
Gunawan(PCM 23)
Adi said:
Sukses selalu pak Joe… Sy sugeng riyadi, alumni PCM angk 25 (3-4 Des ’10). Alhamdulillah, hari Senin tgl 2 Mei 2011 kemarin saya sudah berhasil membeli 1 property yg kebetulan berbentuk rmh kos 22 kmr senilai 700jt. Ini berkat ilmu yg sy pelajari selama workshop. Terima kasih atas ilmunya pak Joe…
Rudiyanto said:
Saya juga mau sedikit sharing tentang pengalaman saya. Kondisi saya sekarang terjerat dengan bad debt, sampai sekarang pun saya masih belum bisa melunasinya. Terlalu banyak mencoba berbagai bidang usaha, tanpa BELAJAR terlebih dahulu, membuat saya mempunyai bad debt.
Ilmu pak Joe mengajarkan bagaimana mengelola hutang menjadi good debt, bukan bad debt seperti yang saya lakukan di masa lalu. Setelah mengikuti workshop, mental saya ditempa lagi untuk mempunyai keyakinan bahwa saya bisa berinvestasi di bidang properti walaupun saya masih dalam keadaan ada bad debt.
Donald Trump, mbahnya investor properti di Amerika pun, pernah punya bad debt pribadi yang besarnya sampai ratusan juta dollar. Namun karena pengalamannya, dia berhasil melunasi semuanya dengan baik. Dan sekarang masih berhutang untuk memperbanyak jumlah investasinya di properti. Jika dia berhenti action dan hanya memerenungi nasib saja, saya yakin kita semua tidak akan pernah mendengar nama besarnya lagi sekarang.
Sharing saya yang lain, jangan menyerah dengan kondisi kita yang sedang dalam kesusahan apapun. Lebih baik kita maju terus untuk hidup yang lebih baik. Saya yakin dengan adanya bimbingan dari pak Joe, niscaya kita bisa mengelola hutang menjadi good debt dalam berinvestasi properti.
Salam sukses,
Rudiyanto
Semoga artikel ini membantu mengingatkan Anda semua untuk selalu fokus pada solusi bukan pada masalahnya. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk merubah kehidupan kita menjadi lebih baik. Salam sukses selalu untuk Anda!!
Sumber :>
http://klikdisini.com/PCM-Class















































