Archive | May, 2011

Indonesia Terpilih Sebagai Negara Ramah untuk Bisnis di Dunia

Posted on 28 May 2011 by

Indonesia, AS, Kanada, India dan Australia termasuk diantara negara-negara yang memiliki budaya terbaik di dunia bagi orang-orang yang memulai bisnis baru. Demikian menurut hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh BBC World Service di 24 negara.

 

SEBALIKNYA , Kolombia, Mesir, Turki, Italia dan Rusia memiliki kultur yang kurang maju dalam inovasi dan kewirausahaan.  Survei tersebut dilaksanakan oleh GlobeScan/PIPA dengan 24.000 responden itu, menanyakan kepada mereka tentang bagaimana perasaan mereka kalau mau memulai bisnis di negara mereka.

Yang ditanyakan termasuk apakah negara mereka menghargai kreativitas, inovasi, kewirausahaan, dan apakah ide-ide bagus bisa mudah diterapkan.

Berdasarkan jawaban atas keempat pertanyaan itu, Indonesia menempati urutan teratas sebagai negara yang paling ramah wirausaha di dunia, unggul tipis dari Amerika Serikat.

Jajak pendapat ini juga mendapati bahwa Indonesia paling menghargai inovasi dan kreativitas, disusul Amerika dan Cina.

Jajak pendapat menemukan bahwa mayoritas orang di 23 dari 24 negara yang disurvei merasa bahwa mereka akan menghadapi masalah berat untuk memulai bisnis.

Dalam hal ini, Brazil muncul sebagai negara yang paling rendah skornya. Di negara ini, 84% sepakat bahwa memulai bisnis sangat berat.

Dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia –yaitu AS dan Cina– disebut sebagai negara yang paling disukai dalam hal inovasi dan kreativitas. Di kedua negara ini, 75 persen mengatakan negara mereka menghargai inovasi dan kreativitas. Tetapi, Indonesia lagi-lagi berada di posisi teratas dengan angka 85 persen.

Di posisi bawah, 65 persen orang Turki dan 61 persen orang Rusia merasa inovasi dan kreativitas tidak dihargai di negara mereka.

Temuan-temuan ini disimpulkan dari survei terhadap 24.537 orang dewasa di 24 negara, yang dilakukan untuk BBC World Service oleh perusahan jajak pendapat internasional GlobeScan bersama Program on International Policy Attitude (PIPA) di Universitas Maryland di Amerika Serikat.

Survei dilaksanakan antara Juni sampai September 2010. Direktur GlobeScan, Doug Miller, mengatakan jawaban-jawaban responden dalam jajak pendapat ini akan mencerminkan kinerja ekonomi negara mereka masing-masing.

Perbedaan besar dalam kultur kewirausahaan diantara negara-negara yang sedang tumbuh akan berdampak terhadap kinerja perekonomian mereka dalam rentang waktu, kata Miller.

“Sebagai contoh,” katanya, “sangat menarik untuk melihat apakah pikiran positif orang Indonesia akan membuat mereka lebih maju dari Brazil yang relatif merasa kurang bersemangat.”

Hasil-hasil jajak pendapat ini menunjukkan bahwa meskipun banyak orang mengatakan berat memulai bisnis, mayoritas (52persen) merasa orang-orang yang memiliki ide bagus di negara mereka biasanya bisa mempratikkannya.

Lagi-lagi Indonesia termasuk diantara yang paling positif, yaitu 79 persen atau hampir empat diantara lima orang merasakan seperti itu. Sebagai perbandingan, di Turki hanya 19 persen dan di Rusia hanya 23 persen yang merasa bisa mewujudkan gagasan mereka.

Dalam menjawab pertanyaan apakah mereka memiliki ide untuk memulai bisnis sendiri, masyarakat di negara-negara berkembang lebih mungkin menjawab positif dibandingkan orang-orang di negara-negara maju.

Soal ide memuali bisnis, lebih 70 persen orang di Nigeria, Kenya, Ekuador dan Ghana mengatakan mereka mempunyai gagasan sedangkan orang di Eropa (Jerman, Inggris, Italia dan Prancis) berkisar antara 29 persen sampai 42 persen.

Sumber:http://monitorindonesia.com/2011/05/indonesia-terpilih-sebagai-negara-ramah-untuk-bisnis-di-dunia/


Comments (0)

KISAH SUKSES FOREX INDONESIA [Bagian 1]

Posted on 21 May 2011 by

Profesi idaman karena keasyikan main uang. Rupiah terpuruk, perekonomian gonjang-ganjing, dan negara di ambang kebangkrutan. Ekonom bersuara, tak ketinggalan pula para anggota DPR. Pengamat baru bermunculan. Makin bingunglah orang. Uraian siapakah yang jadi pegangan? Tak ada yang bisa memberikan gambaran soal pasar uang dengan lebih jelas selain para pemain valas,” kata Theo Francisco Toemion (42), pengamat pasar uang sekaligus pemain valas, meski kini lebih banyak membagi pengetahuan soal dunia yang telah belasan tahun ditekuninya itu kepada orang lain.

Theo Francisco Toemion, “Apa pun jalan yang ditempuh pemerintah, waktu pemulihannya sangat lama,” katanya. Ada perbedaan antara pandangan para pakar dengan Theo F. Thoemion sehubungan dengan krisis ekonomi yang memburuk sejak kuartal terakhir tahun lalu. Pihak pertama lebih melihat krisis berpangkal pada lemahnya sistem perbankan, kebocoran anggaran, buruknya pengawasan, monopoli, kolusi, korupsi, nepotisme, dan ekonomi biaya tinggi. Sedangkan Theo lebih melihat ulah spekulan di pasar uang sebagai sebab paling dominan. Sisi-sisi negatif penyebab keroposnya fondasi ekonomi itulah yang menyebabkan krisis tak segera bisa diatasi. Kalau Korea, Thailand, Filipina, Singapura, dan Malaysia bisa pulih dalam hitungan bulan, negara kita jauh lebih lama.

Sebagai pelaku pasar valas, Theo tahu betul, tanda-tanda bencana telah muncul sejak lama. Semuanya adalah permainan para fund manager atau pemain pasar valas, yang diwarnai keinginan untuk menguji ketangguhan otoritas moneter suatu negara. Ia tahu bagaimana pedagang besar valas – yang acap disebut spekulan – semacam George Soros memainkan peran dalam Yendaka, melambungnya nilai tukar Yen terhadap AS $, pada 1994. Ia juga mencatat, permainan para spekulan di Eropa memaksa pembahasan mata uang tunggal Eropa (Euromoney) lebih diintensifkan pada 1996. Selewat masa itu, para spekulan memang menurunkan aktivitas. Tapi lewat media massa Theo memperingatkan, “Hati-hati, bukan mustahil mereka akan mengalihkan perhatian ke Asia,” begitu antara lain tulisnya saat itu. “Mereka menunggu kesempatan bermain mata uang menarik, exotic currencies seperti Won, Bath, Peso, Ringgit, atau Rupiah. Jangan lupa, Indonesia negara kaya. Karena itulah mereka membidik kawasan ini, bukan ke Afrika, misalnya.”

Betapa tidak. Salah satu kawasan paling dinamis di dunia, dengan pertumbuhan ekonomi tiap negara rata-rata 7%/tahun, itu tak punya batasan berarti bagi lalu-lintas devisa. Otoritas moneternya juga belum teruji. Kalau dalam persaingan di Amerika, Eropa, dan Jepang para spekulan sering kalah, siapa tahu di kawasan ini. Maka bermainlah mereka.

Pertengahan tahun lalu, saat pemerintah memperlebar pita intervensi, mereka menangkap sinyal “tantangan” itu, dan terpacu gairah untuk bermain dengan Rupiah. Ketika Oktober 1997 duet Soedradjat Djiwandono – Mar’ie Muhammad memutuskan untuk melepas ambang intervensi, mereka pun mendobrak. Rupanya, keputusan historis untuk membiarkan Rupiah mengambang bebas itu tak didukung kondisi yang cukup. Nilai tukar dikuasai dan dimainkan, bahkan dalam seminggu bisa terdepresiasi sampai 50%. Utang membengkak, harga barang melonjak, produksi mandek, banyak perusahaan bangkrut. Inflasi membubung, dan perekonomian nyaris ambruk. Tak disangka, fondasi ekonomi kita demikian keropos.boleh ada berita buruk.

“Kalau Korea mengangkat Soros jadi penasihat ekonomi dan Thailand memberi konsesi bisnis pemintalan, hingga ia bisa melarang spekulan menyerbu kedua negara itu, apakah kita juga mau menggadaikan diri?”tanya Theo. Ada 4 faktor yang menurut Theo bisa jadi penentu naik turunnya kurs: fondasi ekonomi makro, carta/grafik berdasarkan rumus, faktor teknis-psikologis, dan ulah para spekulan. Soal fondasi ekonomi, menurut Theo, pasar telah mendapat bukti rentannya perekonomian kita. Carta atau grafik pun sudah dibuat saat kita menempuh rezim devisa terkontrol; misalnya dengan mematok depresiasi tahunan 3 – 4%. Sedangkan faktor psikologis sangat berhubungan dengan ulah spekulan, apa lagi dalam rezim devisa bebas. “Sekali pasar memperoleh bukti mata uang suatu negara bisa didikte, mereka mendikte terus.”

Pendiktean harga, yang terjadi setelah ada dorongan psikologis, berawal dari berita-berita politik yang berpotensi “dimainkan”. Theo menunjuk contoh, seluruh dunia tahu Indonesia pra-11 Maret 1998 menghadapi suksesi. Maka berita tentang Presiden Soeharto dan situasi sosial politik menjadi bahan permainan spekulan. Keadaan sakit, yang dalam bahasa Inggris bisa dirumuskan dalam beberapa kata, mulai dari He’s sick, He’s ill, sampai He’s seriously ill, mengakibatkan beraneka nilai kurs.

Memang benar. Menurut catatan Theo, grafik penurunan itu berlangsung sejak bank sentral ketahuan tak punya nyali sehingga menyebabkan Rupiah turun dari Rp 3.000,- ke Rp 3.800,- terhadap AS $. Angka turun lagi ke Rp 4.400,- karena Pak Harto istirahat. Kemudian menjadi Rp 4.800,- karena imbas krisis Korea, turun ke Rp 5.600,- karena Pak Harto batal ke Malaysia, dan dari Rp 6.200,- ke Rp 9.000,- karena pencalonan B.J. Habibie sebagai wakil presiden. Kurs membaik setelah penandatanganan nota kesepakatan dengan IMF 15 Januari, namun turun lagi setelah terjadi beberapa kerusuhan dan demonstrasi.

Kenyataan itu membuktikan, dalam rezim devisa bebas segala berita dan peristiwa baik menjadi syarat utama. Dalam berbagai kesempatan Theo mengingatkan, membiarkan Rupiah mengambang bebas sama dengan bunuh diri tanpa dibarengi perbaikan di segala sektor yang akhirnya melahirkan berita buruk. Percuma ada janji segala macam reformasi, penghapusan monopoli dan oligopoli, tetapi tak ada wujudnya.

Dapat dimengerti, naik-turunnya nilai Rupiah tak lagi ditentukan oleh hukum ekonomi, keseimbangan antara penawaran dan permintaan. “Tak ada teori yang bisa menjelaskan hal ini,” kata Theo. “Saat masyarakat makin tahu persoalan, omongan para ekonom sering diabaikan. Pemain seperti saya yang diperhatikan.”

Lantas, berapa kurs AS $ yang wajar? “Ambil nilai terakhir sebelum krisis Rp 2.400,-. Ditambah 80%-lah, sekitar Rp 4.320,-.” Penjelasannya, dalam 10 tahun terakhir perbedaan suku bunga antara AS $ dan Rupiah sekitar 10%. Suku bunga AS $ 5% dan suku bunga Rupiah 15%. Selisihnya 10%, dan dalam 10 tahun menjadi 100%. Sementara depresiasi per tahun, katakanlah 4%. Jadi dalam 10 tahun menjadi 40%. “Nah, selisih antara perbedaan suku bunga dan depresiasi dalam 10 tahun, 100% – 40% = 60%. Tak usah dipatok 60%; beri kemungkinan sampai 80% untuk ditambahkan pada kurs terakhir. Jadi 180% dari Rp 2.400,- = Rp 4.320.”

Theo bersama keluarga. Tapi sekali lagi kenyataan membuktikan, segala teori dan hukum ekonomi tak berlaku bagi kurs yang liar karena permainan.

Kalau Kita Konsisten, Pasar Akan Respek
Dunia perdagangan valas dewasa ini bagaikan dikontrol para fund manager besar yang disebut big boys. Menurut Theo, jumlah big boys yang tercatat saat ini 2.500 orang. Akumulasi modal mereka sekitar AS $ 1.300 miliar, dan dalam keadaan terpaksa bisa mendapat pinjaman hingga 10 kali lipatnya. Jumlah ini sungguh raksasa, sebab cadangan devisa negara-negara kaya yang tergabung dalam OECD pun kalau digabung tak lebih dari AS $ 700 miliar. Maka bisa dibayangkan betapa konyolnya gagasan untuk melawan spekulan dengan cadangan devisa hanya AS $ 20 miliar, misalnya.

Dari 2.500 big boys itu terbawa serta ribuan orang lain sebagai mitra atau pelaksana. Sudah menjadi kebiasaan, pengambilan posisi para pelaksana ditentukan oleh tokoh besar. Jika Soros, misalnya, mengambil posisi Rp 9.000,- untuk 1 AS $, yang lain pasti mengikuti. Jika esoknya Soros menjual dengan harga Rp 9.500,-, yang lain pun pasti ikut. Semua serempak, dan begitulah nilai mata uang dimainkan.

Kalau mata uang suatu negara dipatok pada nilai tetap, spekulan memang tidak lagi bisa main. Hanya saja, menurut Theo, konsekuensinya ada dalam perekonomian negara yang bersangkutan. Bagi Theo, reformasi ekonomi apa pun yang dipilih pemerintah tak penting benar, asal bisa mengatasi segenap konsekuensinya. Misalnya, pelepasan batas intervensi mensyaratkan perbaikan ekonomi total, sedangkan pematokan nilai uang mensyaratkan cadangan devisa yang cukup dan perbankan yang sehat.

“Tak bisa pula dilepaskan faktor keberanian bank sentral. Kepada siapa pun yang mau memaksakan kehendak, bank sentral tak boleh setengah hati. Kalau perlu habis-habisan berintervensi. Jika ini terus berlanjut, dan dunia membuktikan konsistensi kita, pasar pun akan segan,” kata Theo. “Betapa pun kuat dan nafsunya spekulan, kalau menghadapi otoritas moneter yang teguh dan konsisten, mereka juga berpikir untuk main-main. Seperti pernah dialami Hongkong, para spekulan menghentikan serbuan karena tahu Inggris berada di belakangnya. Tak seorang pun ragu ketangguhan sistem keuangan Inggris.”

Kasus Indonesia, menurut Theo, adalah bukti kesekian dari pelecehan para big boy terhadap otoritas moneter. Permainan selisih kurs antara Rupiah – AS $ jauh lebih mudah ketimbang permainan selisih kurs Yen – AS $ atau Mark Jerman – AS $ yang didukung otoritas moneter sangat berwibawa, dan karenanya disebut hard currencies. Akibatnya sangat mudah diterka, bahkan oleh ibu-ibu rumah tangga, pihak yang acap disalahkan karena dikira ikut-ikutan berspekulasi. Masalahnya, menurut Theo, selain tuduhan itu tak benar karena jumlahnya tak seberapa dibandingan dengan aktivitas pasar uang, pemikiran para ibu sangat simpel. Jika dulu mudah menghitung depresiasi, 3 – 4% setahun, siapa sangka tiba-tiba depresiasi bisa 20% dalam sehari? Kalau punya simpanan Rupiah dan berbunga, katakanlah 40%, pada akhir tahun tak akan mencapai jumlah jika didolarkan. Pada akhirnya memang tak ada pihak yang bisa disalahkan kalau terjadi perburuan mata uang asing, karena negara menganut rezim devisa bebas.

(bersambung)

Anda ingin mendapatkan materi / artikel seperti ini? Segera bergabung  DI SINI

Sumber :

Belajar-Forex.Net

 


Comments (0)

Pay Per Lead Rp.20.000 – maks 31 Mei 2011-(Update bener2 dibayar!)

Posted on 20 May 2011 by

Transfer ke-2

 

Transfer ke-1

Sebenarnya saya agak terlambat mengetahui ada sebuah situs Paid To Survey yang sedang melangsungkan promosi besar-besaran. Bagaimana tidak? Situs Paid To Survey itu menawarkan 200 points setara dengan Rp 20.000 untuk setiap referral aktif yang anda ajak bergabung. Promosi tersebut hanya berlaku dari 1 Mei 2011 – 31 Mei 2011. Maka dari itu kita perlu memanfaatkan moment penting ini untuk meraup uang gratis. Nama Paid To Survey yang saya maskud adalah iPanel.

Tentang iPanel

iPanel Online Market Research Co., Ltd, didirikan pada tahun 2004 di Shanghai China, adalah pemasok panel penelitian pasar yang profesional. iPanel sudah memiliki beberapa cabang di beberapa negara yaitu di HongKong, Taiwan, Japan, Singapore, Korea, India, Thailand, Malaysia, Australia, New Zealand, Philippines, Vietnam, dan ada juga di Indonesia dengan target survei penduduk Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia.

Selain itu iPanel juga merupakan anggota dari Esomar yang merupakan organisasi dunia yang menangani Market Research, maka informasi yang anda berikan akan dirahasiakan sepenuhnya dan hanya akan digunakan untuk kepentingan survei iPanel. Jadi merupakan Paid To Survey yang sangat kredibel dan sudah terbukti membayar membernya. Jadi iPanel bukan paid to survey scam karena telah membayar banyak membernya. Silahkan saja googling untuk mencari bukti pembayarannya.

Nah kembali ke topik kita, Pay Per Lead Rp 20.000 dari iPanel.
Untuk bisa mendapatkan uang gratis pay per lead ini, anda perlu menjadi member aktif dari iPanel.

Berikut Caranya :
  • Silahkan klik disini untuk daftar gratis di iPanel ( klik “Skip Ad” )
  • Masukkan data-data anda dengan benar karena ini akan berpengaruh pada banyaknya survey yang akan anda terima dan kemudian klik “Submit”
  • Klik link Aktivasi yang dikirim ke email anda.( cek juga di folder spam karena kadang suka nyasar disana )
  • Setelah itu login ke member area iPanel dengan memasukkan email dan password anda.
  • Setelah login anda akan mendapatkan bonus pendaftaran 10 poin.
  • Lengkapi data anda dengan klik tab “Data Saya” kemudian di “Informasi harus di isi untuk tukar angka bonus”, di bagian ini isikan data-data yang masih kosong teruma pada bagian pembayaran yang menggunakan PayPal.
  • Karena anda baru mendaftar, mungkin saja belum ada survei di menu “survei saya”. ikuti survei yang ada di menusurvei interaktif dengan begitu akun anda sudah aktif dan siap mengumpulkan point-pointnya.
  • Survei interaktif adalah survei mini/singkat dan poinnya kecil dibandingkan dari survei utama/undangan, tapi lumayanlah buat nambahin poin.
  • Cara mengikuti surrvei interaktif ini anda harus login dulu setelah masuk ke “halaman utama saya” klik menu “home” di bagian paling atas (dekat selamat datang), setelah muncul halaman depan, klik menu “survei interaktif” pada kanan atas, maka akan terlihat daftar survei silahkan klik nama survei untuk memulai (note : pilih judul survei dgn text warna merah dapat bonus poin, judul survei dgn text hitam itu survei dari anggota, tidak dapat bonus poin).
  • Setelah menyelesaikan survei kita akan mendapat poin yang jumlahnya bervariasi (1 – 1600 poin/survei) tergantung panjang survei tsb.
  • Dapatkan link referral untuk dipromosi di “menyarankan teman” dan mendapatkan Rp 20.000 per lead.
  • Minimal Poin yang bisa ditukarkan dengan uang  : 220 poin = Rp 20.000,  520 poin = Rp 50.000, 1020 poin = Rp 100.000
  • Pembayaran melalui Paypal.

Klik Disini untuk Buruan Gabung Sekarang Juga
Promosi berakhir HANYA sampai tanggal 31 Mei 2011

 

UPDATE-UPDATE-UPDATE

Jam 00:30 Tanggal 21 Mei 2011

 

 



Comments (0)

Inilah Orang Orang Terpintar Asal Indonesia

Posted on 19 May 2011 by

1. March Boedihardjo

HONG KONG – Bocah Indonesia, March Boedihardjo, mencatatkan diri sebagai mahasiswa termuda di Universitas Baptist Hong Kong (HKBU).

March akan memiliki gelar sarjana sains ilmu matematika sekaligus master filosofi matematika.
Karena keistimewaannya itu, perguruan tinggi tersebut menyusun kurikulum khusus untuknya dengan jangka waktu penyelesaian lima tahun(dari 2007).

Ketika ditanya tentang cara beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru, March mengaku tidak pernah cemas berhadapan dengan teman sekelas yang lebih tua darinya. ”Ketika saya di Oxford, semua rekan sekelas saya berusia di atas 18 Tahun dan kami kerap mendiskusikan tugas-tugas matematika,’’ kisahnya.
March memang menempuh pendidikan menengah di Inggris. Hebatnya, dia masuk dalam kelas akselerasi, sehingga hanya perlu waktu dua Tahun menjalani pendidikan setingkat SMA itu.
Hasilnya, dia mendapat dua nilai A untuk pelajaran matematika dan B untuk statistik.
Dia juga berhasil menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya bisa diikuti sepuluh persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-level. Dia lulus dengan predikat memuaskan. Dalam sejarah AEA, hanya seperempat peserta AEA yang bisa mendapat status tersebut.

2. Prof Nelson Tansu, PhD- Pakar Teknologi Nano (Photonya yang Tengah)

Pria kelahiran 20 Oktober 1977 ini adalah seorang jenius. Ia adalah pakar teknologi nano. Fokusnya adalah bidang eksperimen mengenai semikonduktor berstruktur nano.

blog-apa-aja.blogspot.com

Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan Sinar Laser dengan listrik superhemat. Sementara Sinar Laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt.

Penemuan-penemuannya bisa membuat lebih murah banyak hal. Tak mengherankan bila pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika.

Amerika pasti menyambutnya dengan tangan terbuka. “Apakah tragedi orang tuanya membikin Nelson benci terhadap Indonesia dan membuatnya ingin beralih kewarganegaraan?” “Tidak. Hati Saya tetap melekat dengan Indonesia,” katanya kepada Tempo. Nelson bercerita, sampai kini ia getol merekrut mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia masih memiliki ambisi untuk balik ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia.

Jawaban Nelson mengharukan. Nelson adalah aset kita.

3. Muhammad Arief Budiman : MERAH-Putih DI SAINT LOUIS

Saint Louis, Missouri, Amerika Serikat… 

Di sebuah ruang kerja di kompleks Orion Genomic, salah satu perusahaan riset bioteknologi terkemuka di negeri itu, seorang lelaki Jawa berwajah “dagadu”—sebab senyum tak pernah lepas dari bibirnya—kerap terlihat sedang salat.

blog-apa-aja.blogspot.com

anak pekerja pabrik tekstil GKBI itu sekarang menjadi motor riset utama di Orion. Jabatannya: Kepala Library Technologies Group. Menurut BusinessWeek, ia merupakan satu dari enam eksekutif kunci perusahaan genetika itu.

Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gen, pembawa sifat pada makhluk hidup. Peran ilmu ini bakal makin sentral di masa depan: dalam peperangan melawan penyakit, rehabilitasi lingkungan, hingga menjawab kebutu*an pangan dunia.

Arief tak hanya terpandang di perusahaannya. Namanya juga moncer di antara sejawatnya di negara yang menjadi pusat pengembangan ilmu tersebut: menjadi anggota American Society for Plant Biologists dan—ini lebih bergengsi baginya karena ia ahli genetika tanaman—American Association for Cancer Research.

Asosiasi peneliti kanker bukan perkumpulan ilmuwan biasa. Dokter bertitel PhD pun belum tentu bisa “membeli” kartu anggota asosiasi ini. Agar seseorang bisa menjadi anggota asosiasi ini, ia harus aktif meneliti penyakit kanker pada manusia. Ia juga harus membawa surat rekomendasi dari profesor yang lebih dulu aktif dalam riset itu serta tahu persis riset dan kontribusi orang itu di bidang kanker. Arief mendapatkan kartu itu karena, “Meskipun latar belakang saya adalah peneliti genome tanaman, saya banyak melakukan riset genetika mengenai kanker manusia,” ujarnya.

4. Prof Dr. Khoirul Anwar : TERINSPIRASI KISAH FIRAUN
Dia kini menjadi ilmuwan top di Jepang.

Wong ndeso asal Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu memegang dua paten penting di bidang telekomunikasi. Dunia mengaguminya.
Para ilmuwan dunia berkhidmat ketika pada paten pertamanya Khoirul, bersama koleganya, merombak pakem soal efisiensi alat komunikasi seperti telepon seluler.

blog-apa-aja.blogspot.com

Prof Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.Dunia memujinya.
Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007.

Pada paten kedua, lagi-lagi Khoirul menawarkan sesuatu yang tak lazim. Untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi, dia menghilangkan sama sekali guard interval (GI). “Itu mustahil dilakukan,” begitu kata teman-teman penelitinya. Tanpa interval atau jarak, frekuensi akan bertabrakan tak keruan. Persis seperti di kelas saat semua orang bicara kencang secara bersamaan.

Dua penelitian istimewa itu mungkin tak lahir bila dulu Khoirul kecil tak terobsesi pada bangkai burung, balsam yang menusuk hidung, serta mumi Firaun. Bocah kecil itu begitu terinspirasi oleh kisah Firaun, yang badannya tetap utuh sampai sekarang. Dia pun ingin meniru melakukan teknologi “balsam” terhadap seekor burung kesayangannya yang telah mati. “Saya menggunakan balsam gosok yang ada di rumah,” kata anak kedua dari pasangan Sudjianto (almarhum) dengan Siti Patmi itu.

Khoirul berharap, dengan percobaannya itu, badan burung tersebut bisa awet dan mengeras. Dengan semangat, ia pun melumuri seluruh tubuh burung tersebut dengan balsam gosok. Sayangnya, hari demi hari berjalan, kata anak petani ini, “Teknologi balsam itu tidak pernah berhasil.”

Penelitian yang gagal total itu rupanya meletikkan gairah meneliti yang luar biasa pada Khoirul. Itulah yang mengantarkan alumnus Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung tersebut kini menjadi asisten profesor di JAIST, Jepang.

5. Dr Warsito P. Taruno : AKU PULANG, AKU BERJUANG, AKU MENANG

blog-apa-aja.blogspot.com

Dr Warsito P. Taruno, pendiri dan pemilik Edwar Technology.
Belasan Tahun belajar di luar negeri. Tanpa bantuan pemerintah, penelitian mereka berhasil di Tanah Air.

Robot itu bernama Sona CT x001. robot yang dibekali dua lengan itu sedang memindai tabung gas sepanjang 2 meter. Di bagian atas robot, layar laptop menampilkan grafik hasil pemindaian. Selasa dua pekan lalu itu, Sona—buatan Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology—sedang diuji coba. Alat ini sudah dipesan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta.

Perusahaan migas Petronas, kata Warsito, tertarik kepada alat buatannya. Kini mereka masih dalam tahap negosiasi harga dengan perusahaan raksasa milik pemerintah Malaysia tersebut. Selain Sona, Edwar Technology mendapat pesanan dari Departemen Energi Amerika Serikat. Nilai pesanan lumayan besar, US$ 1 juta atau sekitar Rp 10 miliar.
Bahkan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun memakai teknologi pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) temuan Warsito.

ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. Teknologi ECVT bermula dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, Tahun 1991. Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu “melihat” tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak tembus cahaya).

6. Sonja dan Shanti Sungkono: SI KEMBAR PENAKLUK BERLIN

Penampilan mereka memukau publik musisi klasik, dari Eropa hingga Amerika. Diganjar berbagai penghargaan internasional bergengsi.
Kepiawaian jari-jari mereka menari di atas tuts pianolah yang dikagumi penikmat musik klasik, baik di Jerman maupun di kota-kota besar lain di mancanegara.

blog-apa-aja.blogspot.com

Prestasi mereka pun patut dibanggakan. Mereka meraih Jerry Coppola Prize dalam lomba duet piano di Miami, Amerika Serikat, pada 1999. Dua Tahun berturutturut, 2001 dan 2002, mereka menyabet Prize Winners Juergen Sellheim Foundation di Hannover, Jerman. Lalu pada 2002 menjadi juara ketiga Torneo Internazionale di Musica di Italia. Terakhir, mereka menggondol Prize Winners pada National Piano Duo Competition di Saarbrucken, Jerman, pada 2003.

Album pertama mereka, Works for Two Pianos, dirilis pada 2002. Dua Tahun berselang, Sonja-Shanti menelurkan album kedua bertajuk 20th Century Piano Duets Collection. Kedua album berformat CD itu di bawah label NCA Jerman. Peredaran album kedua lebih luas dari yang pertama.

Selain di Jerman, album tersebut beredar di Prancis, Italia, Austria, Swedia, Jepang, dan Amerika. Kedua album itu juga mendapat apresiasi yang cukup antusias dari sejumlah media musik klasik di Eropa. Selain itu, kedua album tersebut masuk arsip Perpustakaan Musik Naxos—produser musik klasik dunia yang menyimpan sekitar 36 ribu album.

7. Johny Setiawan, Ph.D – PENEMU PLANET PERTAMA dan BINTANG MUDA

Johny Setiawan membuat mata dunia tercengang dengan penemuan planet pertama yang mengelilingi bintang Baru TW Hydrae. 

PENEMUAN itu sangat spektakuler karena dari 270 planet di luar tata surya yang telah ditemukan astronom dalam 12 Tahun terakhir, tak satu pun planet yang muncul dari bintang muda.

blog-apa-aja.blogspot.com

Johny yang memimpin tim peneliti di Max Planck Institute for Astronomy (MPIA), Heidelberg, Jerman itu menemukan planet pertama yang disebut TW Hydrae b dan bintang Baru TW Hydrae dengan menggunakan teleskop spektrograf F EROS sepanjang 2,2 meter di La Silla Observatory, Chile.

Dengan penemuan tim yang dipimpin Johny tersebut, peneliti dapat membuat kesimpulan penting tentang waktu pembentukan planet.Sejumlah pertanyaan pelik yang selama ini dihadapi peneliti, seperti bagaimana dan di mana sistem planet terbentuk?

Bagaimana arsitektur planet? Seberapa lama proses pembentukannya? Bagaimana posisi planet-planet seperti bumi di Galaksi Bima Sakti? Akan segera terjawab. Johny menyadari pentingnya penemuannya tersebut.

”Secara khusus saya bekerja di sejumlah proyek seperti ESPRI (Pencarian Planet dengan PRIMA/ Phase-Referenced Imaging and Micro-arcsecond Astrometry). Di sini saya menyeleksi dan mengamati karakteristik bintangbintang untuk program pencarian planet,”ungkapnya. Sejak 2003, Johny memimpin penelitian di observasi bintang dan planet ESO La Silla.
”Ini merupakan penemuan paling luar biasa dan spektakuler dalam studi planet-planet di luar tata surya.

Untuk pertama kali, kita telah menemukan langsung bahwa planet-planet terbentuk dalam lingkaran cakram. Penemuan TW Hydrae b membuka jalan untuk mengaitkan evaluasi lingkaran cakram dengan proses pembentukan dan migrasi planet,” papar Thomas Henning, direktur Planet and Star Formation Department di MPIA.

8. DR. Azhari Sastranegara – AHLI BENTURAN DARI MAJENE
Fujisawa-shi, Kanagawa, Jepang..

Doctor of engineering dari Tokyo Institute of Technology, Jepang, itu bergabung dengan produsen bearing dan komponen otomotif tersebut sejak April 2005. Awalnya ia berkarier sebagai research engineer di NSK Research and Development Center. “Tema penelitian saya cukup beragam, berkisar pada analisis struktur dan bahan terhadap benturan,” ujar Azhari.

blog-apa-aja.blogspot.com

Salah satu riset pria kelahiran Majene, Sulawesi Barat, itu adalah tentang desain kemudi kendaraan yang aman. Dalam penelitian itu, tugasnya melakukan perhitungan apakah rancangan kemudi yang diajukan oleh bagian desain sudah memenuhi syarat keamanan ketika terjadi tabrakan. Dari aneka penelitian itu, Azhari dan timnya di NSK menghasilkan enam paten yang kini terdaftar di Japan Patent Office.

NSK ternyata juga bukan tempat kerja pertamanya. Sebelumnya, Azhari—yang meraih gelar doktor dengan disertasi berjudul “Effect of Transverse Impact on Energy Absorption of Column”—sempat menjadi asisten dosen di Tokyo Institute of Technology. Di kampus itu pula Azhari merampungkan pendidikan dari S-1 sampai S-3 (Ph.D).

Dia belajar di kampus itu setelah lulus dari SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah, pada 1994. Modalnya: beasiswa Mitsui Bussan Indonesia Scholarship, Pada program S-3 (Ph.D), ia kembali mendapatkan beasiswa—kali ini dari Moritani Scholarship dan Tsuji Asia Scholarship.

Setelah memperoleh gelar doktor/Ph.D, Azhari sempat ingin kembali ke Tanah Air. Namun, ia tak mendapatkan tempat untuk mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya.
Untuk ikut memajukan Indonesia, ia punya cara lain.

Sumber :  http://www.eprayogia.co.cc/2011/03/inilah-orang-orang-terpintar-asal.html


Comments (0)

Jangan mau jadi orang GAJIAN —> Kalo Bisa hehehe

Posted on 19 May 2011 by

Sampai saat ini, konsep Kiyoshaki tentang pentingnya orang memasuki dunia bisnis masih dijadikan sumber inspirasi. Jutaan orang berhasil dirubah mindset-nya untuk segera meninggalkan dunia emplyoee (karyawan) menuju business owner.Jangan terlalu lama jadi orang gajian. Menjadi orang gajian (pekerja/karyawan) di samping penghasilannya terbatas, tetapi juga kebebasannya terbatas: jadi budak uang (kalau tidak kerja tidak dibayar). Tidak hanya jadi budak uang, tetapi budak waktu (hari-harinya)dibelenggu oleh tumpukkan pekerjaan sehingga nyaris tidak ada waktu untuk pengembangan dirinya maupun untuk keluarga. Padahal, semua itu dapat diatasi dengan mudah bila kita mau sedikit merubah mindset dalam melihat uang. Bukan kita yang bekerja untuk uang, tapi uanglah yang bekerja untuk kita melalui investasi (usaha).Menjadi seorang karyawan, lanjut Kiyoshaki, artinya ia hidup dan bekerja untuk orang lain (pengusaha).Apa lagi kalau yang bersangkutan terlibat hutang kantor untuk keperluan konsumtif, keringat dan bahkan darah digadaikan pada majikan. Berbeda dengan kalau menjadi pengusaha, ia mampu menghidupi orang lain, mampu mengendalikan orang lain sesuai dengankemauannya.
Sedikit berbeda dengan Kiyoshaki, beberapa mentor Entrepreneur University mengungkapkan alasan mengapa mereka berani keluar dari tempat kerjanya dan segera memulai bisnis. Bukan hanya karena panggilan jiwa, tetapi mereka melihat dunia kerja (swasta dan pemerintah) bak penjara yang kurang sehat yang pengap lingkungan. Betapa tidak, hari-hari kerja selalu tidak lepas dari gosip, sikut-menyikut, kadang teman jadi lawan hanya karena jabatan. Payahnya lagi, bukannya belajar untuk mengukir prestasi tapi waktu demi waktu nyaris habis untukngrumpi, kalau tidak mempergunjing temannya, ya ganti pimpinannya. Kebiasaan hidup yang demikian adalah cara “cerdas” untuk memperbodoh diri.Menurut hemat saya, orang yang secara totalitas untuk tetap bertahan sebagai karyawan (swasta atau peerintah) tanpa ada usaha sampingan bisnis, suatu saat nanti (pada saat pensiun) akan mengalami tantangan hidup kritis. Tanpa persiapan sejak masih bekerja untuk membuka bisnis, masa pensiun bukannya masa yang menyenangkan seperti yang dibayangkan semula. Masa pensiun adalah masa kelam yang mengerikan. Saya melihat banyak orang pensiunan yang mengalami depresi, terkena post power syndrom, dan tanpa gairah hidup alias layu (cepat tua sekali). Berbeda dengan mereka yang sejak semula sudah mempersiapkan masa pensiunnya untuk bisnis, tetap terlihat segar dan energik, hidup penuh gairah di masa tua.Anda perlu berpikir ulang bila totalitas hidupnya hanya untuk perusahaan/kantor. Untuk berpikir ulang (khususnya karywan kelas bawah) bila waktu senggangnya hanya habis untuk memanjakan diri.Pertanyaan kritis yang perlu diajukan adalah :apakah perusahaan/kantor Anda tengah memperiapkan Anda secara sistematis untuk masa pensiun?Atau perusahaan Anda hanya mengekspoitasi hidup Anda sehingga Anda merasa “dipenjara” oleh pekerjaan lalu dicampakan begitu saja ketika usia pensiun? Bila itu terjadi, kita pantas bersedih.
Di usia pensiun mestinya tinggal menikmati hidup malah kesengsaraan yang terjadi: “dicampakan” dengan alasan sudah tidak produktif lagi. Maka agar yang demikian tidak terjadi, membangun sendiri kerajaan bisnis sejak dini jauh lebih rasional,kalau tidak ingin terlunta-lunta hidupnya di masa tua (pensiun).Sampai di sini perlu saya ingatkan lagi apa yang dikatakan oleh Kiyosahaki di atas bahwa dunia kerja adalah dunia hidup untuk orang lain. Yang bekerja di perusahaan swasta,hidupnya diabdikan untuk sang majikan: gaji dan pola hidup ditentukan oleh sang majikan;yang bekerja di pemerintahan (PNS, pegawai negeri sipil) juga mengalami nasib yang sama: hidup untuk mengabdi, setelah tua silakan “kembali” ke rumah alias pensiun.Jabatan struktural di swasta dan di pemerintahan memang menjanjikan. Paling tidak gajinyadari segi pendapatan dan fasilitas. Tetapi perlu diingat bahwa semua itu bukan milik Anda.Jabatan dan fasilitasnya yang diterima adalah milik Pemilik Perusahaan itu sendiri bila Anda bekerja di swasta; dan milik publik bila Anda bekerja di pemerintahan. Apa artinya? Artinya bahwa jabatan yang Anda kejar dengan segala daya upaya itu sesungguhnya adalah milik orang lain. Pesan yang terkandung didalamnya adalah nasib Anda ditentukan oleh pemilik perusahaan, sehinga kalau dipandang tidak cocok lagi, atau tidak produktif lagi Anda diberhentikan (pensiun). Dan segera diganti oleh orang lain. Alangkah tragisnya hidup ini bila setelah bekerja keras, akhirnya hanya untuk orang lain.Berbeda dengan bila Anda bangun usaha sendiri. Katakanlah mulai hari ini Anda memulai bisnis, maka mulai hari ini juga Anda sedang membangun sebuah “kerajaan” bisnis sendiri.Segala modal, pikiran, tenaga dan waktu Anda curahkan untuk diri Anda sendiri, demi kerajaan (impian) Anda sendiri. Bila berhasil nanti, semua jerih payah akan Anda nikmati sampai anak cucu. Tidak ada yang berani memberhentikan Anda, tak Ada yang berani mencampakkan Anda, kecuali kehendak Tuhan.Bila karir di perusahaan/pemerintah ada batas-batasnya, kenapa kita tidak bangun bisnis sendiri? Bangun bisnis ibarat bangun “kerjaan” sendiri.
Waidi, Pengelola EU Purwokerto, Trainer dan Penulis buku-buku NLP: “The Art of Reengineering Your Mind for Success” (best seller), dan buku “Jangan Mau Seumur-umur
Dibodohi Diri Sendiri”, dosen Entrepneurship UNSOED.
Sumber : http://www.dian-beingbetter.blogspot.com/

Comments (0)

Kais Dollar Mudah di Amazon dengan Youtube Marketing

Posted on 16 May 2011 by

Hari ini saya iseng-iseng buka Amazon.Com  khususnya Affiliatenya, sejak saya praktekkan ProdukGratis dari M.Misbah lewat ProdukGratis.Com yaitu sejak 1 Maret 2011, saat itu saya dapat email dari ProdukGratis.Com bahwa saya bisa menggunakanPanduan Gratis Youtube Marketing dari PG.Com, saya langsung praktekkan membuat 1 (SATU) VIDEO YOUTUBE MARKETING untuk Amazon sesuai dengan Panduan itu,

Ternyata hehehehe hari ini iseng-iseng saya buka di Member Area Amazon Affiliate eh ternyata WALAU HAMPIR 1,5 BULAN YANG LALU saya buat Video Marketing Youtube untuk Amazon cuma 1 (SATU) THOK, TERNYATA ADA Penjualan lewat Video Marketing yang saya buat “TIDAK NIAT” itu (karena sama sekali tidak saya iklan di Adword ,iklan gratis dll [hanya Youtube saja :) , Alhamdulillah ada penjualan 1 Produk yang saya buat Video Marketingnya …. Lha kalau saya buat 10 Video Youtube x @ $1.12  bisa = $11  , padahal produk yg lain fee nya bisa bermacam-macam besarannya pasti HASIL nya lumayan ya …..heheheheh jadi niat lagi nich …. Silakan Klik Gambar dibawah ini untuk TAMPILAN  yang LEBIH BESAR

Anda tertarik ? Silakan Klik DISINI untuk Mempraktekkannya seperti saya GRATIS…..TIS


Comments (0)

Forex Trading with Marketiva

Posted on 13 May 2011 by

BELAJAR TRADING FOREX dan INDEX DALAM WAKTU KURANG DARI 15 MENIT LANGSUNG BISA TRADING DAN MENDAPAT TUNTUNAN LANGSUNG DARI AHLI FOREX DI SELURUH DUNIA DALAM BAHASA INDONESIA. DIJAMIN BISA TRADING DAN MENDAPAT PROFIT DALAM WAKTU SINGKAT.Pemula Ayook …..

Teman-teman semuanya,

Pertama kali saya mengenal Forex, terbayang di benak bahwa forex sesuatu yang mengerikan, bisa membuat anda jatuh miskin seketika dan seperti judi. YA, BENAR. Itu benar adanya…. Namun setelah saya berkecimpung di Forex selama beberapa tahun, saya menyesal mengapa tidak bergabung di Marketiva terlebih dahulu daripada teman-teman yang lain.

Di Marketiva Indonesia, saya menerima banyak bantuan dari para ahli forex yang membantu trading dalam bahasa Indonesia. YA… Benar… Dalam Bahasa Indonesia. Semua keterbatasan bahasa bisa dihilangkan karena saya bergabung di sini.

Apa itu Forex Trading ?

FOREX TRADING (Valas Trading) adalah perdagangan mata uang asing atau biasa disebut valuta asing. Perdagangan mata uang asing (valuta asing) merupakan pasar terbesar di dunia diukur berdasarkan nilai total transaksi. Hasil survei BIS (Bank International for Settlement – bank sentralnya bank-bank sentral seluruh dunia) yang dilakukan pada akhir tahun 2004, menemukan fakta bahwa nilai transaksi perdagangan valuta asing mencapai USD 1,900miliar per hari. Dengan demikian, prospek investasi di perdagangan forex adalah sangat bagus dilihat dari segi liquiditas.

Forex trading (valas trading/perdagangan valuta asing) saat ini sudah sangat mudah untuk dilakukan oleh siapapun dan dari manapun. Dengan modal komputer yang tersambung ke internet, kita sudah bisa melakukan forex trading (valas trading) secara online baik dari rumah, kantor, warnet, dan darimana saja yang penting ada fasilitas sambungan internet. Dengan mendaftar di Marketiva, Anda tidak perlu lagi memikirkan modal untuk melakukan forex trading (valas trading), begitu daftar langsung bisa langsung trading karena Anda mendapatkan bonus selamat datang $5 real money untuk live trading dan $10,000 virtual money untuk simulasi dengan kondisi pasar yang sesungguhnya. Belajar secara online forex trading (valas trading) dengan metoda belajar sambil praktek akan membuat Anda lebih cepat memahami segala hal tentang forex trading (valas trading).

Anda mungkin berpikir, mengapa anda harus trading forex di Marketiva Indonesia?

Well, Menurut Robert T. Kiyosaki, sebenarnya ada 4 tipe manusia berdasarkan ekonomi :

  • Employee
  • Self Business
  • Business
  • Investor
  • Employee : Jenis ini adalah pekerja. Mereka akan bekerja yang hidup dari gaji yang diberikan atasannya. Mereka tidak punya waktu dan tentunya juga uang
  • Self Business : jenis ini adalah pekerja untuk dirinya sendiri. Memang disini anda mempunyai banyak uang, namun anda tidak mempunyai banyak waktu. Uang yang anda peroleh tidak sempat anda nikmati karena tidak ada waktu.
  • Business : tipe ini adalah tipe orang yang telah bisa membuat passive income kepada dirinya sendiri dan bisa mendapatkan uang tanpa bekerja. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, ada kemungkinan bisnis pasang surut dan tak jarang bisa bangkrut. Belum lagi jika terjadi krisis, seluruh bisnis yang dibangun bertahun-tahun akan hancur dalam hitungan hari.
  • Investor : Tipe inilah yang menjadi tujuan kita. Robert T kiyosaki sangat menganjurkan anda untuk segera pindah kuadran ke kuadran ini untuk membuat diri anda mempunyai kebebasan finansial dan waktu. Di kuadran investor ini, anda bisa membuat uang anda bekerja untuk anda. Bukan lagi anda bekerja untuk uang.

“Marketiva Indonesia mengubah hidup saya, dulu hanya kerja kantoran dengan gaji pas-pas-an. Sekarang ini, saya bisa beli rumah dan kendaraan dengan uang tunai…”

“Belajar di Marketiva Indonesia sangat gampang dan mudah. Bukan hanya saya yang membuktikan hal ini. Sudah banyak yang bisa mengerti investasi dan melakukan “trading for living” sehari-hari “

Herman Budiman
Profesional Home Trader

 

“Pendapatan passive rata-rata 2000 – 3000 USD per bulan”

“Saya hanya satu diantara banyak trader yang sudah sukses di Marketiva Indonesia. Analisa sederhana seperti Analisa Teknikal, Analisa Fundamental cukup untuk membuat profit konstan setiap bulannya ”  

Sumantri Adi Putra
Freelance Trader


“Analisa Teknikal dan Analisa Fundamental sederhana di Forex bisa diterapkan disini. Semua diberikan informasi melalui platform trading sederhana dan profesional”

“Marketiva Indonesia mengajarkan Analisa Teknikal dan Analisa Fundamental. Sehingga menjadi lebih mudah mempelajari transaksi valas / forex. Bahkan tuntunan diberikan dalam bahasa indonesia, sehingga memudahkan proses pembelajaran forex dan trading forex menjadi lebih lebih cepat dan mudah”

Gunawan Wijaya
Personal Day Trader

 

“Gampang, Mudah, Sederhana, bisa dipelajari dalam waktu singkat dan hebatnya tanpa modal”

“Pertama kali masuk ke marketiva indonesia, saya diajari langsung oleh tim pengajar di supportnya. Dalam bahasa Indonesia, saya mempelajari dasar analisa teknikal trading forex dan dasar analisa fundamental.

Tidak ada kata menyesal ketika saya memutuskan untuk bergabung di Marketiva Indonesia.”

Steven Ponijan

“Bisa Belajar dengan Virtual Trading dahulu…”

“Tidak perlu modal awal untuk mulai trading. Saya diberikan modal $5 uang real dan $ 20 000 uang virtual. Keadaan trading sama persis antara live dan virtual.”

Budi Hendarwan
Trader freelance

 

“Deposit minimal hanya $1, gratis $5 dari perusahaan. Tampaknya mustahil. Setelah saya coba daftar, ternyata memang benar….”

“Belajar trading forex di awal dengan virtual money. Setelah cukup mahir, saya menggunakan uang real hadiah dari Marketiva Indonesia. Setelah itu, saya coba deposit $100. Akhirnya setelah mengambil resiko itu, sekarang ini, modal saya telah menjadi $1450. Saya sangat puas.

Tidak ada yang mengendalikan hidup saya sekarang. Hidup saya ada di tangan saya sendiri..”

M. Yunus
Part Time Trader

Keseluruhan testimonial di atas hanya beberapa dari sekian banyak testimonial yang telah kami terima. Kami tidak bisa memaksa anda untuk mengambil keputusan untuk memulai bisnis forex ini. Seluruh keputusan ada di tangan anda sendiri. Take Action Miracle happen….

Apa yang anda butuhkan ?

sangat mudah, anda hanya butuh 2 hal, yaitu :

  • KTP atau SIM atau Paspor sebagai dokumen identitas, dan
  • koneksi internet yang stabil

DAFTAR SEKARANG JUGA GRATIS, TANPA BIAYA !

Saya ingin belajar Forex Online Trading. Belajar langsung dari ahlinya. Saya hendak belajar analisa teknikal dan analisa fundamental melalui grafik-grafik yang dinamis, belajar REAL trading di marketiva Indonesia tanpa biaya sepeserpun.

Jangan tunda lagi, ….


Comments (0)

Kontan: Janji Laba Kebun Emas

Posted on 10 May 2011 by

Rulli Kusnandar tersenyum lebar tahun ini. Investor emas asal Bandung, Jawa barat ini bakal mendulang untung gede lantaran harga emas meroket.

Ya, harga emas memang amat menyilaukan tahun ini. Hingga Kamis (10/12) lalu, harga si kuning kemilau di Divisi Comex, Bursa NYMEX telah menanjak 28,52% dari awal tahun. Awal Januari 2009 harga emas di bursa ini US$ 887,3 per ons troy. Kini harga komoditas yang sama sudah melambung ke US$ 1.140,40 per onstroy.

Cuma, Rulli bukan investor emas biasa. Ia memainkan jurus investasi emas yang berbeda dibandingkan dengan investor emas pada umumnya. Jurus ini menghasilkan keuntungan emas yang lebih berkilau ketimbang cara-cara investasi tradisonal.

Mantan Manager teknologi informasi pada salah satu perusahaan ini menyebut jurusnya sebagai “Berkebun Emas”. Metode yang dia temukan pada 2007 lalu itu melibatkan perbankan syariah dan Pegadaian. Cuma agar bisa memanen untung dari jurus ala Rulli ini, calon investor harus siap berinvestasi jangka panjang, paling tidak selama dua tahun sampai tiga tahun.

Rulli menyarankan, sebaiknya investor berinvestasi emas batangan berkadar 24 karat dengan tingkat kemurnian 99,99%. Pasalnya, dia menilai keabsahan kualitas dan kadar emas batangan sangat terjamin dengan adanya sertifikat.

Sebenarnya metode Rulli cukup sederhana. Kalau mau meniru dia, setelah membeli batang emas yang pertama anda harus menggadaikan emas itu ke bank syariah atau pegadaian. Tentu anda harus memilih tempat gadai yang memasang biaya gadai paling murah. Maklum setiap bank syariah atau pegadaian memiliki ketentuan dan biaya yang berbeda atas layanan gedai emas ini.

Menurut Rulli, tempat gadai yang seharusnya menjadi pilihan adalah bank syariah yang memberikan nilai gadai paling tinggi tapi mengenakan biaya sangat rendah. Nah hasil penelusuran Kontan, tempat gadai ideal untuk berkebun emas ini adalah Bank Jabar Banten Syariah.

Setelah menggadaikan emas tadi, anda akan mendapatkan dana segar dari bank. Dana tersebut harus anda pakai untuk membeli emas yang kedua ini juga harus anda gadaikan. Tentu anda harus merogoh kocek tambahan karena dana gadai dari bank hanya berkisar 60%-80% harga yang digadaikan. Langkah ini kudu anda lakukan berulang-ulang hingga merasa cukup.

Tapi ingat, anda tak boleh menggadaikan emas yang terakhir. Sebab emas terakhir ini kan menjadi modal anda untuk menebus satu demi satu emas yang anda gadaikan saat harga naik. Karena itu, Rulli menyebutnya sebagai kunci harta karun.

Kapan saat yang tepat bagi anda memanen kebunemas? Rulli menyarankan penjualan kunci harta karun dan emas-emas sebelumnya baru dilakukan setelah ada kenaikan harga minimal 30%

berkebun emas Laba Berkebun EmasKebun Emas di Tabloid Kontan

Tahan Inflasi
Melalui metode yang sederhana ini, menurut Rulli, dua pertiga modal investasi bersala dari bank. Setelah dua tahun atau tiga tahun, dia yakin nilai utang investor pada bank bakal menyusut seiring kenaikan harga emas. “Emas itu zero inflation dan harganya tidak pernah turun, tapi malah bisa naik 20% hingga 25% per tahun”, ujarnya.

Benarkah nilai emas tidak termakan oleh inflasi dan harganya terus naik? Mari kita cari buktinya. Pada bulan November 1999, harga sebuah sedan Honda Civic Ferio seri matik baru seharga Rp. 225 juta. Pada saat yang sama harga rata-rata emas produksi Logam Mulia sekitar Rp. 82.500 per gram. Itu berarti 10 tahu lalu harga satu unit Honda Civic Ferio setara dengan emas berbobot 2,72 kg.

Kini, denga patokan harga emas terbaru di Logam Mulia, emas seberat 2,72 kg itu setara dengan Rp. 1,05 miliar (1 gram = Rp. 386.500). Itu berarti dengan emas yang sama, saat ini anda bisa membeli hampir tiga New Honda Civic tipe 2,0 liter transmisi otomatis yang harganya Rp. 390 juta per unit.

Salah seorang investor yang telah mempraktekan metode Berkebun emas ini adalah Andy Wahyu Rizaldy. Pria asal Samarinda, Kalimantan Timur ini mengaku tertarik mengikuti langkah Rulli sejak bulan Maret lalu. “Modal awal saya emas 50 gram, sekarang sudah menjadi sekitar 2 kilogram”, ungkapnya bersemangat 45.

Semula Andy hanya menyimpan emasnya di bawah bantal. Namun setelah mengetahui metode ini dia langsung tertarik. “Saya pikir ini cara untuk mempercepat kepemilikan emas”, kata dia.

Dia pun menggadaikan harta berkilaunya itu di Bank Kaltim syariah. Setelah menggadaikan emas pertama, dia mulai melakukan cara Rulli. Cuma masalahnya andy tidak teratur membeli dan menggadaikanemas. Ini lantaran terkendala keterbatasan emas batangan di tempat tinggalnya. “Tahun depan saya berencana mengalokasikan dana hingga 20% dari pendapatan saya, minimal untuk membeli 10 gram emas setiap bulan,” bebernya. Andy mengaku belum pernah panen dari kebun emas itu.

Pengikut metode Rulli lain adalah Maria Susanti. Ibu rumahtangga ini mulai bercocok tanam emas pada akhir 2008 lalu. Maria menyemai bibit emasnya seberat 25 gram dan 50 gram di Bank Mega Syariah dan Bank Jabar Banten Syariah. Ketika itu, harga satu gram emas masih Rp. 280.000.

Sebulan lalu dia sudah memetik panen kebun emas. Emas koleksinya sudah bertambah hingga sebanyak 1 kg dengan harga Rp. 370.000. Dari panen ini, Maria kemudian mengalokasikannya untuk membeli sehektare tanah di Majalaya, Jawa barat dan properti lain. Hingga kini dia juga masih aktif Berkebun emas.

Tetap ada Risiko

Meskipun tampak menggiurkan, metode Rulli ini bukan tanpa risiko. Investor hanya bisa mengantongi untung kalau harga emas naik selama anda menggadaikan emas. Kalau terpaksa menjual koleksi emas di lemari gadai bank atau pegadaian ketika harganya turun, anda akan kehilangan potensi keuntungan, padahal telah mengeluarkan biaya gadai.

Karena itu, Rulli mengingatkan anda harus tahan menggadaikan emas ini dalam jangka panjang. “Ini memang bukan untuk spekulasi, “ tegas dia.

Data London Metal Exchange menunjukkan harga emas sepuluh tahun terakhir memang cenderung meningkat. Hanya pada bulan tertentu harga emas turun. Contohnya pada 16 Pebruari 2001 tercatat sebagai harga emas terendah, yakni sebesar US$ 256,7 per ons troy. Harga ini lebih rendah dari bulan-bulan sebelumnya.

Karena itu perencana keuangan Ligwina Poerwo Hananto mengatakan, investor yang tertarik mengikuti metode Berkebun emas ini harus benar-benar menimbang pengahasilan dan rasio likuiditas keuangan rumahtangga terlebih dahulu. Sebab, investor tak bisa asal main tebus emas di bank ketika sedang butuh dana tunai.

Agar bisa menambah bibit-bibit emas selanjutnya Ligwina menyarankan, investor harus memiliki penghasilan yang sehat. “Pengembalian pinjaman dan biaya menambah emas tidak boleh lebih dari 30% penghasilan,” imbuhnya.

Begitu pun juga dengan rasio likuiditas. Menurut dia, sebelum menjadi petani emas, investor harus mengamankan rasio likuiditas terlebih dahulu. “Keluarga dengan dua orang anak minimal harus punya dana cadangan 12 kali penghasilan,” kata CEO QM Financial ini.

Namun, Ligwina mengakui, investasi emas memang lebih likuid ketimbang properti atau tanah. Selain itu, dia bilang investor tak perlu menyediakan biaya tambahan seperti biaya perawatan rumah bagi yang berinvestasi di properti.

Bank-bank syariah sendiri senang dengan adanya investasi berbasis gadai emas ini. Mereka tidak merasa “dimanfaatkan” oleh investor. “Kami malah menguntungkan dengan gadai emasini,” kata Kepala Group Mikro dan Individual BRI Syariah Esti Kadarianti.

Bahkan BRI Syariah menetapkan gadai emas ini sebagai produk andalan. Target pembiayaan hingga akhir tahun ini sebesar Rp. 30 miliar. Agar bisa mencapai target tersebut, BRI Syariah akan menyediakan layanan jual beli emas untuk mempermudah investor.

Tertarik Berkebun Emas? Sebelum mulai, anda tetap harus berhitung cermat.

Tabloid Kontan Edisi 14-21 Desember 2009

“Rahasia Bagaimana MEMBELI EMAS Dengan Cara YANG TIDAK PERNAH ANDA BAYANGKAN SEBELUMNYA…”

  • Bagaimana menyelamatkan tabungan Anda dari “perampok” yang tidak pernah ditangkap polisi, yakni INFLASI?

  • Bagaimana mempertahankan daya beli Uang Anda 10 bahkan 20 tahun yang akan datang? Kenapa simpanan Anda jangan dalam bentuk Tabungan atau Deposito?

  • Bagaimana hanya dengan Uang Rp 1.2jt Anda bisa membeli 10 gram EMAS batangan atau dengan uang Rp 10jt saja Anda bisa memiliki 7 buah EMAS batangan @ 10gram. (Harga EMAS batangan 24K pada saat ini ditulis Rp. 560.000/grm)

  • Kenapa harus EMAS? Bagaimana para pemilik EMAS tertawa ketika terjadi 2x Krisis moneter di Indonesia, sementara pemilik investasi lainnya (saham, reksadana, dsb) menangis? Betulkah EMAS tahan terhadap Inflasi (ZERO INFLATION)?

  • Bagaimana memilih jenis EMAS yang paling optimum untuk Investasi? Dimana membelinya? Dan bagaimana menjaganya dengan 99,99% aman tanpa harus khawatir dicuri?

Penjelasan di ebook kebun emas lebih lengkap dan terperinci disertai juga dengan gambar ilustrasi dan masih ada beberapa jurus yang lebih dahsyat. Jadi bila Anda mau memulai investasi emas dan mau memanen kebun emas Anda nantinya,  Toh pelajaran kebun emas ini akan membuat Anda cerdas dan profit dari emas. Cek Website ASli dan harganya di kebunemas.com

Untuk Anda yang ingin mendapatkan Ebook ini dengan harga Sangat2 Miring (50%) dan kumpulan Ebook yang lainnnya ada 3 DVD, Silakan Anda Kontak saya di http://yunianto.com/tentang-saya/kontak/ untuk mendapatkannya ! SEGERA


Comments Off

Dahsyatnya SEDEKAH !

Posted on 07 May 2011 by

MUSIBAH BERUNTUN KARENA KURANG SEDEKAH !

Kisah Nyata

Divonis jantung, Dessi Zailina (37) cuek saja. Ia tidak terlalu serius oleh diagnosa dokter. Ia pun tetap melakukan aktifitas. Padahal saat divonis, ia sedang hamil enam bulan. Ia tetap keluar rumah, beraktifitas. Akibatnya fatal, Dessi mengalami sesak nafas. Terpaksa ia menemui dokter lagi. Dokter pun merekomendasi supaya ke Spesialis Jantung. “Jantung ibu bocor!” ujar dokter. Ia pun dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita, Jakarta.
Dessi bukannya nurut, malah minta pulang kampung ke Palembang, untuk ziarah ke orangtua suaminya, Mazrul Jamal (39). Bukannya naik pesawat, Dessi sama suami melalui jalan darat. Usai ziarah kubur, Dessi pun kembali sesak nafas. Pulang ke Jakarta, pembantu masih mudik. Makin capeklah Dessi. Tapi dasar bandel, Dessi masih mau mengantar anak piknik ke Bandung. Sebagai akibatnya, balik ke Jakarta, sampai di rumah Dessi langsung lumpuh. Kaki kirinya tidak bisa digerakkan. Ke kamar mandi pun Dessi harus merangkak. Suami yang sedang di luar ditelpon,” Mah, mungkin itu karena asam urat tinggi,” simpul suami. Yang benar, kata dokter, efek dari jantung bocor!
Merasa sudah gawat, Dessi minta dirawat inap di klinik. Saat itu, bulan Nopember. Menurut dokter kandungan, Dessi akan melahirkan Desember. Pada hari ke-empat di klinik, Dessi anfal, sesak nafas hebat. “Saya sudah bilang ke suami, saya sudah nggak kuat, saya nggak kuat,” tuturnya.
Esok paginya, Dessi batuk darah. Tanggal 27 Nopember 2007, Dessi baru nurut masuk Harapan Kita. Di UGD dokter kebingungan. Sudah keadaan hamil tua, jantung bocor lagi! Tim dokter memutuskan, janin harus dikeluarkan. Resikonya sangat mengerikan: kematian salah satu dari keduanya, atau kedua-duanya! “Alhamdulillah, resiko itu tidak sampai terjadi. Anak ke-empat saya lahir dengan bobot 2,2 kilo,” tutur Dessi yang tinggal di Komplek Delta Mas, Cikarang.
Derita belum usai. Dua minggu setelah melahirkan, Dessi harus operasi jantung. Untungnya operasi lancar. Tapi masa penyembuhannya, enam bulan. Biayanya? Hanya rumah tinggal tersisa. Mobil, tabungan, dan sebagainya amblas! “Pokoknya habis-habisan deh,” papar Dessi.
Masih belum cukup, selama Dessi dirawat, suami harus menunggu. Hasilnya, pegawai swasta itu pun dipecat. Perusahaan tidak mau tahu. Satu bulan absen, tidak ada toleransi: out! Apalagi ini bakal absen berbulan-bulan.
Apakah yang menyebabkan Dessi selamat menjalani proses yang menakutkan itu? Persalinan lancar, operasi jantung lancar? Dessi masih ingat anak yang sulung Aldi Perdana Ramadhan, saat itu masih kelas empat SD, mengingatkan bahwa apa yang terjadi pada ibunya karena satu hal: kurang sedekah. “Anak saya bilang, waktu itu saya masih terbaring lemah di RS, Mah mungkin Mamah kurang sedekah kali, Mah.” Saya agak tersentak, tapi saya menjawab, iya mungkin Mamah kurang sedekah.” Dessi akui saat itu tak terlalu serius menanggapi anaknya.
Tapi lama kelamaan, Dessi berpikir mungkin benar peringatan anaknya. “Mungkin memang kuncinya pada sedekah. Musibah beruntun ini karena saya dan suami kurang sedekah.” Ia pun menyampaikan hal itu ke suami. Alhamdulilah, suami tanggap. Ia pun segera memesan nasi kotak 130 buah. Nasi kotak itu dikirim ke panti asuhan milik temannya. Tak lupa, Dessi menulis surat untuk anak-anak yatim. “Saya minta didoakan supaya operasi jantung saya lancar.” Dan memang, operasi jantung Dessi lancar. Padahal ia baru melahirkan ‘paksa’ anaknya, yang harusnya lahir sebulan lagi itu.
Setelah semua tuntas, tuntas pula harta untuk biaya operasi. Suami pun kehilangan pekerjaan. Dengan sisa tabungan, Jamal buka bengkel.
Ada yang mengherankan. Berkali-kali Aldi anaknya mengingatkan supaya jangan lupa sedekah. Dessi dan Jamal pun tiap bulan antar beras 50-100 kilogram ke panti asuhan milik temannya. Hasilnya, “Usaha suami saya lancar.” Avanza dan tabungan yang habis, kini diganti Allah Swt dengan yang baru: BMW dan Grand Livina. “Kami memperoleh mobil itu Agustus 2008, walau nyicil mbayarnya,” tutur Dessi.
Akhirul kisah, Dessi bersama suami Umroh, via Biro Haji & Umroh Wisata Hati.
Kaget juga Ustadz Yusuf Mansyur mendengar kisah Dessi saat mereka ketemu di Madinah, 9 Juni 2009. “Subhanallah, Mah..ternyata ada yang lebih parah dari kita. Tapi mereka, dengan barakah sedekah, selamat dari kebangkrutan,” tutur Dessi mengingat kata-kata Ustadz Yusuf. Yang lebih surprise lagi bagi Ustadz Yusuf, peringatan Allah melalui mulut anak Dessi sendiri yang baru kelas empat SD.
Sejak saat itu, Dessi dan suaminya, rajin bersedekah. Anaknya, Aldi, juga tak pernah lupa mengingatkan jika mamah atau papanya lupa bersedekah. Di sekolah, Aldi memang diajarkan rutin bersedekah oleh gurunya. Misalnya, tiap Jumat ada Infak ke Surga, dalam bentuk sedekah beras atau uang. Bahkan ada kupon sedekah yang nilai per kupon Rp 5000. Kebiasaan sedekah ini, melekat erat di benak Aldi. Ibu Dessi dan suami, patut bersyukur pada Allah mempunyai anak sholeh macam Aldi, dan tak lupa berterimaksih kepada SD Fajar Hidayah, yang mendidik Aldi minded dengan amal sedekah itu. [ApikoJM]

 

DARI CLEANING SERVICE MENJADI SEKRETARIS DIREKSI (Kisah Nyata)

Warlim (31), mengaku tak menyangka jika kini bisa jadi Sekretaris Direksi Rumah Sakit Cinere, Depok, Jawa Barat. Maklumlah, lulusan SMP asal Sumedang, Jawa Barat, ini memulai kariernya 10 tahun lalu sebagai staf cleaning service. 

Apa rahasia suksesnya?
Sedekah! Paling tidak berupa senyum tulus kepada saudaranya. Bukankah Nabi Muhammad SAW telah berpesan, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah” (HR Imam Tirmidzi).

Senyum yang murah tersungging di bibirnya, menunjukkan pria ini tak pernah mengeluh dengan pekerjaannya. Rekan kerja dan atasannya pun melihatnya sebagai pekerja yang bertanggungjawab, loyal, dan bersemangat untuk belajar.

Warlim misalnya, turut menyedekahkan waktu luangnya untuk membantu penyelenggaraan kegiatan keagamaan di lingkungan rumah sakit. Kegiatan ini pula yang ikut mempengaruhi jalan hidupnya.

Suatu ketika, Warlim bertugas mengundang Ustadz Yusuf Mansur untuk memberi taushiyah di pengajian bulanan. Dari perkenalan dan menyimak pesan dakwah Ustadz inilah, Warlim semakin giat bersedekah. Meski tak besar, Warlim rutin menyisihkan sebagian gajinya untuk sedekah. Dia juga turut membantu menghimpun sedekah untuk disalurkan melalui PPPA Daarul Qur’an.

Keikhlasan dan kerajinan Warlim dalam bekerja sambil berdakwah, rupanya menarik perhatian pimpinan rumah sakit. Ia lalu mendapat beasiswa melanjutkan pendidikan SMU dan bahkan perguruan tinggi. Hingga kemudian ia layak dipromosikan jadi Sekretaris Direksi.

Tak hanya itu. Lewat amalan sedekah dan ibadah, keinginannya untuk memiliki rumah sendiri, terwujud. ”Semuanya tak lepas dari sedekah atasan dan teman-teman saya,” ungkap Warlim penuh syukur.

Ia kini menempati rumah sendiri di Parung, Bogor, bersama sang istri Iin Parlina dan kedua anak mereka, Indah Linawati dan Muhamad Nawaf Mahfud.(Lukman Hakim Zuhdi).

(sumber Buku DAHSYATNYA SEDEKAH)

 

MENGURAS KONTRAKAN, MENDAPAT GOR (GEDUNG OLAH RAGA) Kisah Nyata

“Gila!” Begitu cibiran yang hampir tiap hari menyengat telinga Dani Hermawan. Cibiran sadis tersebut diterimanya, setelah ia mengambil keputusan drastis yang sangat tidak masuk akal bagi rasio awam. 

Bagaimana tidak. Dani hanyalah seorang pekerja serabutan. Ia tinggal di rumah kontrakan di Bogor bersama seorang anak dan istri yang tengah mengandung anak kedua. Untuk makan sehari-haripun, Dani sekeluarga sangat terbantu oleh kebaikan mertuanya.

Nah, dalam kondisi begitu, Dani malah menguras isi kontrakannya. Bukannya untuk dijual buat makan dan beli susu anaknya, tapi justru disedekahkan.

Pencerahan sedekah Dani dapatkan, setelah nyawanya hampir melayang di ujung putus asa.
Semula, Dani Hermawan seorang supplier ayam yang cukup berjaya. Peternakannya luas, ayamnya ribuan. Mobil pengangkut ayam tiap hari keluar-masuk kandangnya. Uang setoran pun mengalir deras ke kantongnya.

Sampai kemudian, wabah flu burung menyerang. Puluhan demi puluhan ayam negeri Dani mati, sampai akhirnya ludes tak tersisa. Dani Hermawan bangkrut pada tahun 2007.

Tragisnya, hampir tidak ada sisa masa kejayaan usaha Dani. Uang yang melimpah justru membuatnya lalai untuk menyiagakan masa depan keluarga. Bahkan rumah pun mereka tak sempat punya. “Saya lalai, saya lalai,” kenang Dani sambil terisak.

Bersamaan dengan itu, Nia Kurniawati istrinya pun di-PHK dari tempat kerjanya.
Untuk melanjutkan hidup sekeluarga, Dani lalu kerja serabutan sambil “mantab” (makan tabungan) yang sedikit tersisa. Beruntung dia memiliki mertua yang baik, sehingga kebutuhan dapurnya kemudian tertalangi. Walaupun, sebagai kepala keluarga yang pernah jaya, pria ini sungguh tak enak hati hidup dalam naungan mertua.

Perasaan bersalah, malu, sekaligus khawatir, menumpuk di dada, membuat Dani Hermawan stress. Apalagi anak mereka yang kedua jelang lahir. Duit dari mana buat biayanya? Uang dari mana untuk membeli susunya? Lalu buat sekolahnya nanti bagiamana?

Masya Allah, tak kuasa menahan stress, bisikan setan pun diikutinya. Satu malam, Dani ngeloyor ke rel kereta api tak jauh dari rumahnya. Sampai di sana, dia lalu nekad membaringkan diri menyilangi salah satu rel.

Ketika kupingnya menangkap deru kereta Jabotabek dari arah Jakarta, Dani segera memejamkan mata rapat-rapat. “Sebentar lagi penderitaanku akan berakhir,” batinnya, walau dibarengi rasa takut.

Wes ewes ewes, bablas keretanya. “Lho, aku kok masih hidup,” Dani kaget ketika membuka mata. Olala, ternyata kereta api lewat melalui rel satunya.

Dani lalu memejamkan mata lagi, berharap kereta berikutnya segera lewat dan melindas tubuhnya.
Tapi, tunggu punya tunggu, si kereta tak datang jua. Sementara, Dani harus bersilat melawan gerombolan nyamuk yang mengerubutinya. Plak, plok, plaak.

Tak tahan dingin dan nyamuk, akhirnya Dani urung bunuh diri. Dengan langkah lunglai, pulang dia ke kontrakannya.

Suatu malam berikutnya, giliran bisikan malaikat yang dia ikuti. Saat iseng menyetel TV Banten, tiba-tiba Dani terpaku pada taushiyah Ustadz Yusuf Mansur. Sang Ustadz tengah menguraikan sedekah sebagai solusi problema kehidupan.

“Sedekah akan cepat bunyi bila ditunaikan dalam keadaan kita kepepet, lagi butuh, atau sangat menyayangi harta yang akan kita sedekahkan,” kata Ustadz, yang menancap betul di benak Dani.
Besoknya, dengan getol Dani mulai memburu dan melahap taushiyah Ustadz melalui radio dan televisi, juga VCD.

Melihat hobby baru suaminya, semula Nia sinis. “Aa’, yang pasti-pasti aja deh. Uang itu ya didapat dari kerja, bukan sedekah,” kata Nia yang waktu itu masih belum berbusana muslimah.
“O iya, ini juga pasti Dik. Tinggal kita yakin apa enggak,” Dani mencoba sabar. Ia maklum, dalam kondisi seperti ini istrinya jadi sensi.

Namun satu sore, Dani memergoki istrinya tengah menyimak VCD The Miracle. Tampak Nia manggut-manggut, merasa mendapat pencerahan.

“Iya ya A’, kita sedekahkan yang kita punya yuk,” katanya, disambut senyum Dani.
Tak tega rasanya Darmawan Setiadi, saat menjemput sedekah Dani di kontrakannya. Di bawah tatapan melompong putri Dani, Darmawan dan tim PPPA Daarul Qur’an mengangkut kulkas, televisi, tape, sampai ke handphone satu-satunya milik tuan rumah. Semua barang itu bakal dijual di PPPA Shop, hasilnya untuk membiayai program pembibitan penghafal Qur’an.

“Mas Dani, bagaimana kalau hape-nya tidak usah ikut disedekahkan. Mas Dani kan sangat memerlukannya,” bisik Darmawan kepada Dani.

“Oh, tidak Mas. Saya memang sudah meniatkan untuk disedekahkan bersama barang-barang lainnya. Doakan saja agar Allah memberi balasan yang terbaik buat kami,” jawab Dani mantap. Apa boleh buat. Sambil menahan tangis haru, Darmawan membawa semua barang sedekahan Dani. Tak ayal, kontrakan Dani langsung kosong melompong. Yang tersisa hanyalah almari kayu tua yang sudah tidak layak untuk disedekahkan sekalipun.

Almari itu bagian tengahnya bolong, tadinya untuk wadah TV. Setelah TV-nya diangkut, Az Zahra anak sulung Dani nyeletuk, “Yah, sekarang kita nonton tipinya bohong-bohongan ya?”
Dani menjawab dengan mengusap sayang kepala putranya. “Tenang, Nak, Allah Maha Kaya dan Maha Mengetahui,” katanya, ditingkahi senyum tulus sang istri.

Setelah itu, Dani dan Nia Kurniawati, menggetolkan riyadhoh. Mereka dawamkan amalan wajib, ditambah amalan sunnah Nabi seperti sholat tahajjaud, dhuha, dan puasa Senin-Kamis.

Saking rindunya pada Rasulullah SAW, Dani bahkan mulai membiasakan diri mengenakan baju gamis. Namun, mantan pengusaha peternakan ayam yang kini hobby-nya ke masjid itu, malah disalahpahami. Bahkan sebagian orang menganggapnya kurang waras.

“Dik, mengapa mereka tega mengataiku gila. Apakah orang tidak boleh berubah jadi baik,” keluh Dani Hermawan pada istrinya. “Sabarlah A’, insya Allah, Allah akan menunjukkan jalan,” Nia menghibur suaminya.

Kabar tentang “keanehan” Dani, rupanya sampai juga ke seorang pengusaha yang masih tetangganya. Suatu malam, Dani dipanggil ke rumah si pengusaha. Setelah menyimak kisah singkat perjalanan hidup Dani, pengusaha itu berkata, “Hobby-mu apa Dan?”
“Badminton, Pak, tapi belakangan ini sudah jarang main lagi,” Dani tersenyum.
“Ya sudah, nanti kapan-kapan kita ketemu lagi.”
Saat dipanggil kembali, Dani kaget bukan kepalang. Pengusaha tersebut menjadikannya manajer Gedung Olah Raga (GOR) badminton di Jalan Soleh Iskandar, Bogor.

Selain menyewakan gedung badminton, Dani Hermawan juga mengajar kelas bulu tangkis. Dia pun melayani les privat olahraga yang sama. Ini menjadi kekuatan GOR yang dikelolanya.
“Awalnya, hanya satu klub yang menjadi pelanggan kami. Sekarang alhamdulillah, sampai harus antri kalau mau makai GOR kami,” kata Dani.

Kini, kehidupan Dani Hermawan dan istrinya bersama kedua buah hati mereka, Azzahra Putri Dani dan Juaneta Putri Dania, jauh lebih baik. Tanpa dipaksa sang suami, Nia Kurniawati sudah berbusana muslimah. Mereka sangat mensyukuri semuanya, meskipun belum memiliki rumah sendiri. (aya hasna)

(sumber buku dahsyatnya sedekah)

 

Sedekah Tak Terbukti “Uang Kembali !” (keyword=ikhlas!)

Suatu ketika di tahun 2006, dalam acara Islamic Book Fair di Gelora Bung Karno, ustadz Yusuf Mansur menantang jamaah. Usai sedikit memberi pengantar tentang kehebatan sedekah, Sang Ustadz berkata, “Silakan Bapak-bapak Ibu-ibu sisihkan uang untuk kami salurkan untuk kegiatan sosial.” Lalu ia bentangkan sorban di atas meja. “Perhatikanlah, sesudah Bapak dan Ibu bersedekah, apa yang terjadi. Kalau sekiranya, tidak terjadi apa-apa yang menunjukkan bahwa sedekah adalah amal ibadah yang luar biasa, bapak ibu silakan hubungi saya, uang akan saya ganti,” tantangnya.
“Tapi kalau ternyata sedekah bapak dan ibu terbukti dibalas dengan berbagai kebaikan berlipat, hubungi saya juga, lalu ceritakan kepada saya dan masyarakat agar gemar bersedekah.”
Para pengunjung itu pun satu persatu merogoh kantongnya. Di atas sorban Ustadz Yusuf Mansur pun terkumpul beberapa pecahan rupiah. Dari pecahan seribu sampai seratus ribu rupiah.
Di antara yang ikut menaruh uang sedekah di atas sorban adalah Amad Chumsoni (34). Pegawai sebuah perusahaan kontraktor itu meletakkan selembar uang limapuluh ribuan. “Saya penasaran ingin membuktikan tantangan Ustadz Yusuf Mansur,” ungkap Amad.
Seminggu ditunggu, dua minggu dinanti, tak ada kejadian istimewa.
Bulan kedua, sepertinya ada yang patut direnungkan oleh Amad.
Saat itu, istrinya hamil tua 8 bulan. Akibat ikut sinoman (membantu orang hajatan—red) acara walimahan orangtuanya, Marwita (34) istrinya, kelelahan. Takut berpengaruh terhadap janin, Amad melarikan istrinya ke rumah sakit, menjalani rawat inap. Beberapa hari saat istri masih dirawat, teman sekantor, kontak. “Pak, tolong, minta nomor rekeningmu.” Nomor rekening Amad tak berapa lama, bertambah 5 juta rupiah! Amad pun,” Apakah ini balasan dari Allah Swt atas sedekah 50 ribu saya tempo hari?” Entahlah, Amad hanya berucap syukur, karena pertolongan datang di saat yang sangat tepat.
Selang beberapa lama, Amad yang masih kuliah S2 itu ketemu temannya. “Mad, apa kamu nggak kepengin pergi naik haji?” Amad menjawab retoris,”Siapa sih orang yang tidak mau naik haji?”
Temannya lalu memberi saran, ”Kalau memang ada keinginan, lanjutkan dengan niat yang kuat untuk mewujudkan keinginan itu. Paling tidak dengan tindakan nyata. Misalnya dengan membuka rekening tabungan haji.” Amad berpikir sejenak,” Hhmm betul juga saran teman saya ini.”
Tak lama, Amad membuka rekening tabungan haji. Ia setor 900 ribu sebagai awalan. Istrinya juga ikut buka rekening haji. Setoran awal satu juta. Amad cerita ke teman-temannya, bahwa ia berencana naik haji. Seorang temannya mengingatkan, ”Hati-hati Pak Amad, kalau buka tabungan haji, nanti rezekimu jadi dasyat!”
Selain rezeki mungkin dasyat, tetapi godaannya juga cukup berat.
Tahun 2007, tabungan haji Amad dan istrinya sudah cukup. Waktu itu sudah terkumpul 54 juta rupiah. Cukuplah karena ONH memang Rp 27 juta saat itu. Diperkirakan kalau setor ONH 2007, maka ia bisa berangkat paling cepat 2009 atau 2010. Maklumlah waiting list calon jamaah haji Indonesia, bejibun.
Godaan itu pun datang. Tiba-tiba Amad berkeinginan membeli laptop. “Padahal saat itu saya sudah punya PC yang masih bagus,” katanya. Maka uang ONH cash on hand itu pun ditimang-timang. Apa sebagian mau dipakai dulu buat beli laptop atau gimana. Kan waktu hajinya, masih panjang.
Saat itu peringatan langsung datang. Di kantor, dua HP Amad hilang dicuri orang! “ Saya heran, selama ini HP saya taruh di meja kerja aman-aman saja, mengapa hari itu saya apes sekali?”
Amad pun kembali merenung. “Apa ada yang salah dengan pikiran dan tindakan saya selama ini?” Cukup lama Amad coba introspeksi diri. “Mungkin karena saya mencoba menyelewengkan uang tabungan haji untuk keperluan lain, yakni membeli laptop. Astaghfirullahal adziim,’’ Amad bersegera kembali ke niat semula, naik haji. Uangnya segera ia setor.
Sungguh aneh, tak berapa lama, kantor memberinya sebuah HP dan sejumlah uang. “Ini HP untuk menggantikan punyamu yang hilang, dan uang ini terserah mau beli HP lagi atau keperluan lain.”
Kemudahan berikut didapat Amad. Seyogyanya Amad dan istrinya berangkat 2009 atau 2010, tetapi di tahun 2008, mereka berdua sudah bisa terbang ke tanah suci.
Bahkan sebelum berangkat haji, Amad sempat ditugaskan kantor untuk ke Banjarmasin. Naik pesawatlah ia kesana. “Sepertinya saya dilatih untuk biasa naik pesawat, karena memang sebelumnya saya belum pernah naik pesawat terbang.”
Dihitung-hitung secara matematik, memang tidak bisa. Apakah semua itu karena sedekah yang ia berikan dulu. Tapi yang jelas, seusai naik haji, di rumah kontrakannya Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jaktim kedatangan tamu yang menawarkan rumah. Seorang teman yang butuh uang. Uang di kantong tak ada sepertiganya dari harga yang diminta temannya. Namun dengan bantuan pinjaman kantor dan keluarga, rumah seluas 49 meter persegi itu pun terbeli. “Alhamdulillah, Mas… saya akhirnya punya rumah sendiri, setelah sekian lama berstatus ‘kontraktor’,” ujar lelaki kelahiran Kutoarjo, Oktober 1975 ini setengah bergurau. [team daqu]

 

Ikuti Kisah-Kisah NYATA lainnya dari DAHSYATNYA SEDEKAH klik disini

Comments (0)

Kalo ini Jangan Ditiru ! Boyok (Pinggul) Sampeyan bisa Retak :)))

Posted on 06 May 2011 by

Ziona Chana, Lelaki Beristri 39

Ziona Chana adalah kepala keluarga terbesar yang ada di muka bumi ini. Bagaimana tidak, saat ini Ziona memiliki 39 istri, 94 anak, 14 menantu perempuan dan 33 cucu. Kesemuanya tinggal di sebuah rumah berlantai empat dengan 100 kamar di desa Baktwang, Mizoram, India. Keluarga ini dijalankan dengan tingkat kedisiplinan yang sangat ketat, di mana istri tertua, Zathiangi, bertugas sebagai koordinator bagi ‘rekan-rekannya’ dalam melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, memasak, dan pekerjaan rumah lainnya. (klik pada gambar dibawah ini untuk info lebih detail)


Comments (0)

Jika Amal Tak Kunjung Berbalas

Posted on 04 May 2011 by

Sudah sedekah habis-habisan, sholat dhuha dan tahajud pol-polan bahkan masih dilengkapi juga dengan puasa sunnah senin kamis tanpa putus. Tapi mana buktinya? Mana katanya akan dibalas 10x lipat, 100x lipat bahkan 700x lipat?  Pernah mengalami seperti itu? Dalam ucapan mungkin tidak, tapi dalam hati mungkin iya. Saya sendiripun terkadang selintas pernah juga berpikiran begitu. Untungnya mengeluhnya kembali kepada Allah dan ndak cerita ke orang-orang (lha sekarang kok cerita? hehehe).

Berdasarkan pengalaman selama ini dan alhamdulillah ternyata cocok juga dengan cerita para pencinta sedekah lainnya, ternyata cara Allah membalas amal ibadah kita itu unik banget. Bahkan ketika tahu bagaimana itung-itungan balasan Allah, saya jadi nangis sendiri, gak pantas kayaknya kita masih mengeluh ketika amal kita tak kunjung berbalas.

Kata kuncinya cuma satu, saat anda menghitung balasan itu berdasarkan materi, atau saat anda menganggap yang dimaksud balasan itu hanya rupiah (atau dollar), maka hendaknya anda juga menilai semua pemberian Allah dengan uang juga.

Oke, kita coba hitung yuk berapa yang sudah kita berikan pada Allah. Misalnya kita sedekah 1 juta, ditambah sholah dhuha 4 rakaat selama sebulan ditambah tahajud+witir 11 rakaat selama sebulan dan puasa senin kamis selama sebulan (8 kali). Anggap aja nilai semua amal kita adalah 1 juta. Mau kan dibayar 1 juta untuk tiap rakaat sholat? Pasti mau! Dan untuk puasa sunnah kita dibayar 10 juta per puasa. Mau dong ya?

Oke, inilah hasilnya:

  1. Sedekah = 1 juta
  2. Dhuha 4x30x1 juta = 120 juta
  3. Tahajud 11x30x1 juta = 330 juta
  4. Puasa sunnah 8×10 juta = 80 juta
  5. TOTAL = 531 juta

Nah, kita sudah memberi Allah amal senilai 531 juta. Trus sesuai janji Allah, maka kita akan dapat 10x lipat instant!! benar ndak kita dapat 5,31 Milyar? Kita hitung yuk

  1. Biaya agar mata tetep bisa melihat sebulan (17,5 juta per operasi)
  2. Biaya oksigen selama sebulan (50.000/4 jam atau 6x30x50.000 = 9 juta)
  3. Biaya supaya darah tetep bisa jalan mulai dari jantung, muter sampai jantung lagi
  4. Biaya supaya darah tetep bersih (cuci darah 900.000 2x seminggu = 7,2 juta )
  5. Jaminan keselamatan di jalan selama sebulan
  6. Biaya agar otot tetap bekerja

List ini akan makin panjang kalau kita lebih teliti lagi merincinya. Dan saya yakin seandainya semua itu dinonfungsikan oleh Allah 5 menit saja, uang 500 juta yang kita punya takkan sanggup untuk membayarnya.

Tapi untunglah bukan seperti itu perhitungannya. Untungnya Allah ndak seperti kita yang suka hitung-hitungan dalam beramal. Protes saat jatah kita tak kunjung tiba. Allah tidak menuntut kita membayar semua nikmatnya ini. Dan kenyataannya, amal yang kita lakukan memang bukan untuk itu. Semua amal itu adalah agar Allah lebih memperhatikan kita sebagaimana seorang anak yang mencari perhatian ibunya. Semua amal itu untuk diri kita sendiri. Bahkan seandainya semua makhluk didunia ini menentang Allah, niscaya tak sedikit-pun berkurang kekuasaan-Nya.

Lha terus kenapa amal saya gak kunjung dibalas?

Ada beberapa skenario yang mungkin disiapkan Allah untuk kita. Pertama mungkin Allah sedang menguji kesungguhan kita dalam beribadah. Benarkah kita beribadah semata-mata hanya untuk-Nya. Ataukah kita hanya ibadah pas butuh saja? Jika kita dinilai sebagai ahli ibadah pas butuh saja, maka Allah sengaja menunda pemberiannya agar kita jadi ahli ibadah lebih lama sedikit :)

Skenario kedua, ibadah kita tak layak dibalas di dunia. Rasanya dunia ini terlalu kecil untuk menerima hadiah dari Allah. Maka balasan itu ditangguhkan-Nya hingga di hari akhirat kelak. Sementara itu, semua kebutuhan kita dipenuhi Allah dari arah yang tidak disangka-sangka. 10 juta yang kita harapkan telah dibalas Allah dalam bentuk kecil-kecil yang kita tak pernah menyadarinya.

Skenario ketiga adalah ibadah dibalas dengan yang jauh lebih besar. Saking besarnya sampai kita tak mampu melihatnya. Contohnya kita sedekah 10 juta, kita memang tidak mendapat rejeki nomplok 100 juta gitu aja, tapi anak kita tiba-tiba jadi baik, mau sholat. Anak yang biasanya nilainya pas-pasan jadi naik semua hingga 3 besar padahal ndak pernah belajar atau saat kita kesulitan ada aja jalan mudah untuk keluar dari kesulitan itu.

Nah, mari kita coba renungkan apa sih yang diinginkan Allah pada kita. Jangan pernah berhenti untuk berdoa. Kita sangat diijinkan untuk berdoa, meminta sesuatu dengan washilah amal ibadah kita. Tapi justru ketika amal itu tak kunjung berbalas, pada kenyataannya adalah kita sudah mendapatkan perhatian lebih-Nya.

Sumber : http://lutviavandi.com/jika-amal-tak-kunjung-berbalas.html


Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here


BONUS KUNJUNGAN


Ebook, Software dll GRATIS






Masukkan Data Anda dibawah ini !
Tenang Bro Data Aman !

eMail address:
First Name:

:. Kontak Saya .:


:. TRANSLATOR .:


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Xtreme Tracking

eXTReMe Tracker


Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.